WebNovels

Chapter 28 - Arsip Diriku yang Lain

Mereka berdiri di hadapan gerbang spiral berwarna emas retak,

berputar pelan tanpa ujung dan tanpa awal.

Pustaka Kosmos bukan bangunan—ia adalah ide besar tentang apa yang tidak pernah terjadi.

Sebuah katalog sempurna akan setiap langkah yang tak jadi diambil,

setiap keputusan yang urung, dan setiap versi dari mereka... yang tidak pernah terwujud.

> "Tempat ini tidak menyimpan buku," kata Terra.

"Tempat ini menyimpan... diri kalian sendiri yang seharusnya tidak ada."

---

Memasuki Kepustakaan Takdir

Begitu mereka melangkah, ruang tidak lagi mengikuti bentuk geometri.

Tangga naik justru membawa ke bawah.

Lorong menyatu dengan langit.

Suara langkah kaki mereka menjadi gema dari pikiran terdalam mereka.

Rak-rak raksasa terbentang jauh,

masing-masing bertuliskan nama mereka.

Bukan hanya "Lied Rayrate", tetapi juga:

Lied, Sang Pengkhianat

Lied, Yang Memilih Diam

Lied, Tanpa Terra

---

Pertemuan dengan Diri Sendiri

Mereka harus menempuh perjalanan masing-masing,

seolah tempat itu memisahkan mereka secara alami.

---

Lied dan "Dirinya yang Menyesal"

Lied menghadapi dirinya—tua, lelah, dan sendiri,

duduk di bangku kayu dalam ruangan sunyi.

Tak ada perang, tak ada Terra.

> "Aku memilih tidak pergi," kata sang versi tua.

"Kupikir kedamaian datang dari tidak melibatkan diri. Tapi lihatlah... semesta tetap hancur."

Lied menunduk, hatinya bergetar.

> "Aku juga takut. Tapi lebih takut kehilangan arti dari apa itu menjadi 'aku'."

Keduanya bertatapan. Dan sang versi tua tersenyum.

> "Kalau begitu, teruskan. Tapi jangan lupa, bahkan kegagalan kita... adalah bagian dari kekuatanmu."

---

Lyss dan "Dirinya yang Membalas Dendam"

Lyss menemukan versinya yang mengenakan armor penuh,

matanya merah, dan suara tajam.

> "Aku membunuh mereka semua. Voidspawn. Pengkhianat. Semua."

"Dan dunia tetap kosong."

Lyss hanya berbisik, "Apakah kemenangan tanpa empati layak dikejar?"

Pertemuan itu tidak berakhir dengan pertarungan.

Mereka saling menatap, lalu saling tinggalkan...

tanpa luka, tapi penuh pengertian.

---

Terra dan Fragmen yang Tak Pernah Jadi

Bagi Terra, Pustaka Kosmos memperlihatkan bentuknya sebagai peta mekanika tak terwujud.

Versi dirinya yang tak aktif, yang hancur sebelum bangkit, yang dijadikan senjata sepenuhnya.

> "Aku adalah hasil dari pilihan orang lain," suara Terra menggema.

"Tapi... sekarang aku mulai memilih. Itu membuatku berbeda."

Pustaka tidak menjawab, tapi merespons dengan cahaya:

memberikan Terra akses pada Lapisan Simulasi Arkeo, pengetahuan mesin tentang masa sebelum masa.

---

Keluar dari Perpustakaan

Setelah konfrontasi batin itu selesai,

tim dipersatukan kembali di pusat pustaka:

ruang berbentuk bola, di mana huruf-huruf menyala di udara—

entri yang belum pernah ditulis.

Di sanalah mereka menemukan simbol spiral berdenyut:

Koordinat final menuju Penulis Asal.

Namun sebelum keluar, mereka sadar satu hal:

Pustaka Kosmos tidak hanya menguji kekuatan atau tekad,

tapi integritas eksistensi—apakah mereka tetap bisa menjadi diri sendiri,

meski telah melihat semua kemungkinan yang gagal?

> "Aku bukan yang terbaik dari semua versi," ujar Lied.

"Tapi aku adalah versi yang mau mencoba lagi."

More Chapters