WebNovels

Chapter 5 - Bab 5: Reaktor Inti dan Godaan dalam Kegelapan

Lorong menuju Reaktor Inti Sektor 4 tampak seperti tenggorokan monster logam raksasa. Dinding-dindingnya bergetar oleh aliran energi plasma yang tidak stabil. Cahaya lampu neon yang rusak berkedip-kedip, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di wajah Ija.

Ija berjalan paling depan. Mantel hitamnya menyapu lantai logam yang lembap. Di belakangnya, Lyra dan Scarlett berjalan dengan jarak yang sangat dekat—bukan hanya karena waspada, tapi karena ancaman "Glitch Pakaian" yang dibuat Ija tadi benar-benar membuat Scarlett tidak berani menjauh lebih dari dua langkah.

"Ija, bisakah kau berhenti menatap pantulan cahaya di dinding?" tanya Lyra dengan nada ketus. "Kita sedang berada di wilayah paling berbahaya, dan kau tampak seolah sedang memikirkan menu makan malam."

Ija menghentikan langkahnya tiba-tiba. Ia berbalik, menatap Lyra dengan mata yang tajam dan dingin. "Lyra, dalam sebuah simulasi, detail terkecil adalah kunci. Cahaya yang memantul ini bukan sekadar cahaya. Ini adalah distorsi data. Jika sudut pantulannya berubah satu derajat saja, itu artinya ada musuh yang sedang memanipulasi ruang di sekitar kita."

"Siapa yang mengagumimu, dasar narsistik!" teriak Scarlett, meski wajahnya sedikit memerah karena tertangkap basah memang sedang memperhatikan pundak lebar Ija yang kokoh.

Xora, yang muncul dalam bentuk hologram kecil di atas kepala Ija, tertawa cekikikan. "Tuan, sensor detak jantung Scarlett meningkat 15 persen saat kau bicara tadi. Sepertinya 'bug' yang kau tanam bukan hanya di sarafnya, tapi juga di hatinya."

"Diam, kaleng sarden digital!" umpat Scarlett pada Xora.

Mereka tiba di depan sebuah pintu baja raksasa yang dijaga oleh sistem keamanan biometrik tingkat galaksi. Pintu itu terbuat dari bahan anti-materi yang tidak bisa ditembus oleh ledakan nuklir sekalipun.

"Ini adalah pintu akses menuju Reaktor Inti," Scarlett menjelaskan dengan nada serius, mencoba kembali ke mode profesionalnya. "Hanya petinggi Curator yang punya akses. Jika kita mencoba membobolnya secara paksa, seluruh sektor ini akan meledak dalam waktu tiga detik."

Ija maju selangkah. Ia meletakkan telapak tangannya pada permukaan pintu yang dingin. Di mata orang lain, Ija hanya sedang menyentuh pintu. Namun di mata Ija, dunia di sekelilingnya mendadak berubah menjadi lautan angka dan huruf emas yang mengalir deras.

[SCANNING SYSTEM...]

[Encryption Level: Omega]

[Status: Locked]

[Solution: Rewrite Security Protocol?]

"Keamanan Omega?" Ija bergumam pelan, sebuah senyum tipis yang meremehkan muncul di sudut bibirnya. "Bagi orang lain, ini adalah tembok abadi. Bagiku, ini hanyalah pintu rusak yang perlu sedikit sentuhan."

Ija memejamkan matanya. Garis-garis kode emas mulai merayap dari tangannya ke seluruh permukaan pintu. Suara dengungan energi yang sangat kuat mulai terdengar. Tiba-tiba, layar keamanan di samping pintu berkedip gila-gilaan sebelum akhirnya menampilkan pesan hijau:

[ACCESS GRANTED]

[Welcome, Great Architect...]

Pintu itu bergeser terbuka dengan suara gemuruh yang berat. Lyra dan Scarlett ternganga. Ija baru saja menipu sistem paling canggih di galaksi agar mengenalinya sebagai "Sang Arsitek".

"Bagaimana kau melakukannya?" tanya Lyra tak percaya. "Bahkan kelompok pemberontak paling jenius pun butuh waktu berbulan-bulan untuk meretas pintu ini."

Ija melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh tabung-tabung energi raksasa berwarna biru elektrik. "Jenius mengikuti aturan sistem untuk menghancurkannya. Aku? Aku adalah sistem itu sendiri. Kenapa aku harus meretas sesuatu yang sebenarnya adalah milikku?"

Saat mereka sampai di tengah ruangan, Ija melihat sebuah platform tinggi. Di sana, seorang wanita lain sedang tertidur di dalam tabung kriogenik. Rambutnya hijau zamrud, dan dia dikelilingi oleh tanaman-tanaman merambat yang terbuat dari kabel-kabel organik.

"Target ditemukan," ucap Xora. "Dia adalah Aria, Sang Penyembuh Galaksi. Satu-satunya orang yang bisa memulihkan 'kerusakan data' pada jiwa manusia."

Ija mendekati tabung itu. Ia menatap wajah cantik Aria yang sedang tertidur lelap. Sifat "mesum" konyolnya tiba-tiba muncul di tengah suasana tegang itu.

"Xora, apakah tabung ini bisa dibuka tanpa merusak kecantikan alaminya?" tanya Ija sambil mengelus permukaan tabung. "Sayang sekali jika dia bangun dengan rambut berantakan. Itu akan mengurangi nilai estetikanya di dalam timku."

"Tuan, fokuslah!" seru Lyra frustrasi.

Namun, sebelum Ija bisa menyentuh tombol pelepas, alarm merah menyala di seluruh ruangan. Suara langkah kaki berat yang terbuat dari logam murni terdengar dari segala arah.

"Penyusup terdeteksi," sebuah suara berat bergema. "Status: Virus Kelas S. Perintah: Penghapusan Total."

Sosok raksasa dengan empat lengan mekanik yang memegang kapak energi muncul dari balik bayangan. Itu adalah General Zerax, penjaga terkuat di Sektor 4.

Ija berbalik perlahan. Ia menarik napas panjang, mengeluarkan pedang plasmanya yang kini berpijar jauh lebih terang dari sebelumnya. Wajah konyolnya hilang, digantikan oleh tatapan predator yang sangat dingin.

"Lyra, Scarlett... jaga tabung itu," perintah Ija dengan nada yang tidak bisa dibantah. "Si robot besar ini sepertinya butuh diajarkan bagaimana caranya menghargai privasi seorang pria."

More Chapters