WebNovels

Chapter 9 - Bab 9: Ketika Kehampaan Menjawab

Pusaran kabut hitam berhenti berputar.

Udara menjadi sunyi total—bahkan suara napas pun terasa terlalu keras.

Dari pusat pusaran, sebuah sosok perlahan muncul.

Bentuknya menyerupai manusia, namun tubuhnya terbuat dari lapisan kabut dan retakan tanah. Tidak memiliki wajah—hanya cekungan gelap tempat mata seharusnya berada.

Ketika ia melangkah, tanah menghindar dari kakinya.

"Penjaga Zona…" bisik Shen Yao. Wajahnya jarang menunjukkan emosi, tapi kali ini jelas tegang.

"Tidak seharusnya bangun secepat ini."

Pemimpin pemburu tertawa serak. Darah mengalir dari sudut bibirnya akibat Segel Pengorbanan.

"Bagus," katanya. "Biarkan ia memutuskan."

Penjaga Zona menoleh perlahan.

Tatapan kosongnya—jika itu bisa disebut tatapan—melewati para pemburu, melewati Shen Yao, dan berhenti pada Li Yun.

Ruang Napas di dada Li Yun bergetar hebat.

Bukan ketakutan.

Bukan rasa sakit.

Melainkan… pengenalan.

Kau kosong,

tapi tidak rusak.

Suara itu tidak terdengar di telinga, melainkan langsung di dalam Ruang Napasnya.

Li Yun menelan ludah.

"Apa kau… makhluk Zona?"

Penjaga Zona mengangkat tangannya.

Kabut hitam di sekeliling mereka mundur, membentuk lingkaran luas.

Manusia memotong Langit.

Sisa-sisanya menjadi kami.

Pemimpin pemburu melangkah maju, meski tubuhnya gemetar.

"Penjaga! Hancurkan pewaris itu! Ia penyebab ketidakstabilan!"

Penjaga Zona tidak menoleh.

Ia tidak mengambil.

Ia menampung.

Tanah di bawah kaki para pemburu mulai retak.

"Kau bohong!" teriak pemimpin pemburu. "Dia manusia! Manusia selalu mengambil!"

Li Yun terdiam.

Ia teringat semua rasa sakit, semua ejekan, semua penolakan dunia.

Lalu ia menarik napas—

perlahan.

Bukan untuk menyerang.

Bukan untuk menyerap.

Hanya untuk memberi ruang.

Ruang Napas di dadanya terbuka.

Kabut hitam di sekelilingnya mengalir masuk—bukan ke tubuhnya, tapi ke kehampaan itu. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada perlawanan.

Penjaga Zona berlutut.

Shen Yao membeku.

"…jadi benar," bisiknya. "Langit yang kosong."

Pemimpin pemburu mundur panik.

"Tidak! Jangan dengarkan dia! Aku memberi korban—!"

Ia menusuk segel lebih dalam ke dadanya.

Energi merah meledak liar.

Penjaga Zona menoleh.

Untuk pertama kalinya, cekungan wajahnya retak.

Korban yang dipaksakan…

ditolak.

Tanah menelan pemimpin pemburu dari bawah. Tidak ada jeritan—hanya keheningan mutlak.

Para pemburu tersisa melempar senjata dan lari terpencar, wajah mereka dipenuhi teror.

Kabut hitam perlahan menipis.

Penjaga Zona berdiri kembali, lalu menatap Li Yun.

Kami akan tidur lagi.

panggil kami… jika dunia lupa bernapas.

Sosok itu hancur menjadi debu gelap, menyatu dengan tanah.

Zona Terlarang kembali sunyi.

Li Yun terhuyung. Shen Yao menangkap lengannya sebelum ia jatuh.

"Jangan pingsan," katanya cepat. "Belum sekarang."

Li Yun tersenyum lemah.

"Sepertinya… dunia tidak membenciku."

Shen Yao menatapnya lama.

"Tidak," katanya pelan.

"Dunia baru saja memilihmu."

Ia menoleh ke arah langit kelabu di atas Zona Terlarang.

"Dan mulai sekarang," lanjutnya,

"kau bukan hanya buronan sekte."

Li Yun mengerutkan kening.

"Lalu apa?"

Shen Yao tersenyum tipis, berbahaya.

"Ancaman bagi Seluruh sistem."

Di kejauhan, sesuatu bergetar—

seolah dunia lain baru saja membuka mata.

More Chapters