WebNovels

Chapter 8 - Bab 8: Dunia yang Memilih Korban

Kabut hitam berputar semakin cepat.

Para pemburu sekte menyebar membentuk formasi setengah lingkaran. Gerakan mereka rapi, tanpa satu langkah pun sia-sia—jelas ini bukan pertama kalinya mereka memasuki Zona Terlarang.

"Aktifkan Segel Penekan," perintah pria di depan.

Tiga pemburu menancapkan tombak logam hitam ke tanah.

DUNG—!

Gelombang energi menyebar. Tanah kelabu bergetar, dan kabut hitam sejenak terdorong mundur.

Shen Yao mengerutkan kening.

"Mereka sudah menyiapkan diri. Ini tim khusus."

Li Yun berdiri diam. Ruang Napas di dadanya berdenyut tak menentu—zona ini menekannya dari luar, sementara kehadiran pemburu sekte menekannya dari depan.

"Jangan bergerak sembarangan," bisik Shen Yao. "Di sini, niat membunuhmu bisa berbalik jadi umpan."

Salah satu pemburu melangkah maju.

"Aku akan ambil kepalanya," katanya dingin.

Begitu kakinya menyentuh tanah—

KRAAASH—!

Tanah di bawahnya amblas.

Tangan-tangan hitam seperti bayangan cair mencuat dari retakan, melilit kakinya. Pemburu itu berteriak, mencoba memotong dengan pedang—namun setiap tebasan justru membuat bayangan itu bertambah banyak.

"Tarik dia keluar!" teriak yang lain.

Terlambat

Kabut hitam menyelubungi tubuh pemburu itu, lalu—

sunyi.

Yang tersisa hanyalah jubah abu-abu kosong yang jatuh ke tanah.

Semua pemburu mundur satu langkah.

"Zona ini aktif," gumam pemimpin mereka. "Pewaris itu memicunya."

Tatapan mereka tertuju pada Li Yun.

Li Yun merasakan tekanan aneh—seperti tanah, kabut, dan kehampaan semuanya menunggu reaksinya.

Shen Yao menoleh cepat.

"Sekarang dengarkan baik-baik. Kau tidak boleh melawan mereka seperti di gua."

Li Yun menelan ludah.

"Lalu bagaimana?"

"Biarkan Zona Terlarang melawan untukmu."

Pemimpin pemburu mengangkat tangannya.

"Bunuh mereka berdua. Jangan sentuh tanah terlalu lama."

Serangan datang serentak.

Pedang cahaya, tombak energi, dan jimat hitam meluncur dari berbagai arah.

Li Yun refleks menarik napas—

lalu berhenti.

Ia menahan napas di dada, membiarkan Ruang Napas menjadi kosong sepenuhnya.

Serangan itu mendekat—

namun tiba-tiba melenceng, seolah ada sesuatu yang lebih menariknya ke bawah.

Tanah berdenyut.

Kabut hitam menebal.

Dari balik kabut, suara-suara rendah bergema—bukan jeritan, melainkan bisikan.

Pemburu sekte mulai panik.

"Apa ini—?!"

"Formasi tidak stabil!"

"Tanah… bergerak!"

Satu per satu, bayangan di kaki mereka memanjang.

Shen Yao berdiri di samping Li Yun, matanya menyala redup.

"Kau lihat?" katanya pelan. "Zona ini tidak tunduk pada kultivasi."

Pemimpin pemburu menggertakkan gigi.

"Cukup!" Ia mengeluarkan sebuah segel merah tua. "Kalau Zona ingin korban—"

Ia menancapkan segel itu ke dadanya sendiri.

Energinya meledak liar, memaksa kabut mundur.

"—maka aku akan memaksanya memilih!"

Li Yun tersentak.

Shen Yao berbalik cepat.

"Sial… itu Segel Pengorbanan."

Pemimpin pemburu menatap Li Yun dengan senyum gila.

"Ayo," katanya serak.

"Lihat… siapa yang dunia pilih."

Tanah berguncang hebat.

Kabut hitam membentuk pusaran besar—

tepat di antara mereka.

Dan di dalam pusaran itu,

sesuatu bangun.

More Chapters