WebNovels

Chapter 110 - Chapter 110

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 110 — "Pemburu Voidstep, Pertemuan Rahasia Clan Es, dan Radar Organisasi Pemburu Pewaris"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 1 — Retakan Ruang yang Masih Hidup

Damien, Zura, Rex, dan Hana berdiri mengelilingi retakan ruang tipis itu.

Retakannya kecil—sekecil goresan di kaca—

tapi aura di sekelilingnya memutar seperti pusaran gelap.

Retakan itu… belum menutup.

Hana menelan ludah.

"Itu artinya… orang itu masih di sekitar sini."

Zura langsung menyalakan aura merahnya, seperti pelindung insting.

Damien mendekat setengah langkah, matanya berubah biru pucat.

Energi Atheus yang baru ia dapatkan membuat penglihatannya semakin tajam.

Ia menatap retakan itu lama, lalu berkata:

"…ini bukan sembarang Voidstep Realm."

Rex kaget.

"Maksud lo apa?! Ranah 8 aja udah serem!"

Damien menggerakkan jarinya perlahan ke arah retakan.

"Voidstep Realm biasa meninggalkan jejak energinya. Tapi ini… tidak.

Seolah-olah orang ini bisa menyembunyikan ranahnya."

Hana memucat.

"Itu… kemampuan organisasi pemburu pewaris."

Damien menoleh cepat.

"Kau tahu sesuatu?"

Hana mengangguk pelan, suara lirih.

"…Ayahku dulu salah satu pejabat kecil di Clan Veylin. Dia pernah bilang… di dunia kita ada organisasi rahasia yang memburu orang-orang seperti kamu. Pewaris."

Rex: "BRO?! Kamu baru bilang sekarang?!"

Hana: "Aku pikir cuma rumor…"

Damien mengepalkan tangan.

"Jadi sekarang rumor itu berdiri tepat di depan mata kita."

Energi biru tipis keluar dari tubuhnya, membuat ruangan terasa seperti musim dingin.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌙 ADEGAN 2 — Suara dari Retakan Ruang

Tiba-tiba…

Retakan itu bergetar.

Ciiiiiing—

Cahaya hitam kecil memancar dari dalamnya.

Zura menarik Damien ke belakang.

Hana dan Rex langsung memasang kuda-kuda.

Sebuah suara berat, namun tidak berbentuk manusia, muncul dari dalam retakan:

> "Pewaris… gelombang beku telah muncul.

Marking berhasil. Pengamatan selesai.

Prioritas target: Tingkat Merah."

Rex: "T-Tingkat Merah itu apa?!"

Hana menggigit bibir.

"Itu kategori paling tinggi… cuma diberikan ke pewaris yang dianggap berpotensi mengancam organisasi mereka."

Retakan itu mulai menutup sendiri.

Tapi sebelum benar-benar hilang, suara itu berkata lagi:

> "Target sampingan:

– Lyanna Frostveil

– Dua faksi bersayap merah

– dan entitas tanpa emosi di samping pewaris."

Zura langsung mengangkat kepalanya, matanya bersinar merah ganas.

Damien menatap retakan yang menutup rapat, lalu berkata pelan—

namun penuh amarah:

"…kalau mereka menyentuh Lyanna… atau menyentuh Zura…

akan kubekukan seluruh markas mereka."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 3 — Pertemuan Rahasia Clan Es (Di Tempat Lain)

Lokasi: Aula Es Tertinggi — Clan Frostveil

Beberapa tetua berkumpul mengelilingi kristal biru besar.

Mereka mendiskusikan getaran energi Atheus yang muncul di benua itu.

Tetua keempat berkata:

"Tidak mungkin… warisan Atheus bangkit lagi. Artinya pewaris barunya telah muncul."

Tetua pertama menutup mata.

"Aku bisa merasakan jejak energi itu. Seorang anak… dengan aura yang bukan berasal dari garis murni Frostveil."

Tetua ketiga:

"Kalau begitu, apa kita perlu menghubungi Lyanna Frostveil?"

Tetua pertama menggeleng.

"Tidak. Dia sedang di luar menjalankan pelatihan. Dan… dia tidak sendirian."

Tetua kedua maju sedikit.

"Apakah dia bersama anak laki-laki yang kita lihat lewat kristal ramalan? Yang punya dua energi di tubuhnya?"

Tetua pertama membuka mata.

"…Ya. Bocah bernama Damien Valtreos."

Semua tetua langsung menegang.

Tetua keenam berkata:

"Bahkan klan-kla—"

Tetua pertama mengangkat tangan menghentikan.

"Kita pantau dari jauh. Jangan libatkan Lyanna dulu."

Kristal biru tiba-tiba bersinar.

Dan dari dalamnya... muncul peringatan:

> "Organisasi Pemburu Pewaris mulai bergerak."

Tetua pertama mencengkeram tongkatnya.

"Masalah besar sedang terbentuk…"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 ADEGAN 4 — Kembali ke Damien: Jalan Keluar dari Ruang Bawah Tanah

Rex memecah keheningan:

"Jadi… apa langkah kita, bro?"

Damien menarik napas panjang.

Aura biru pucat berputar di sekitar lengannya.

"Kita keluar dari sini dulu. Organisasi itu sudah menandai kita."

Zura berdiri di sampingnya, menunduk sedikit seperti pelindung.

"…aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu."

Hana menambahkan:

"Kita juga harus menemukan Lyanna sebelum mereka."

Rex mengangguk keras.

"Betul! Kalau mereka sampai nyentuh dia duluan—"

Damien menatap ketiganya.

Tatapannya tenang.

Tapi mata birunya berkilat tajam, seperti es yang menyimpan badai di dalamnya.

"Kita cari dia. Kita kuatkan pasukan.

Dan apabila organisasi itu memulai permainan ini…"

Ia mengepalkan tangan, energi Atheus bergemuruh.

"…kita yang akan mengakhirinya."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 110

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters