WebNovels

Chapter 109 - Chapter 109

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 109 — "Tiga Pewaris, Emosi Ketiga Zura, dan Jejak Musuh Baru"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 1 — Sisa Domain Menghilang

Begitu cahaya biru Atheus benar-benar padam, ruang bawah tanah berubah menjadi ruangan batu biasa—

tapi udara masih mengandung bekas tekanan ilahi yang menusuk kulit.

Damien menghembus pelan, mencoba menstabilkan dua energi baru di tubuhnya.

Zura berdiri di sampingnya, seolah menjadi bayangan yang tidak mau menjauh.

Rex melangkah masuk sambil setengah ternganga.

"Bro… serius. Kau naik ranah berapa kali sih hari ini?"

Damien hanya menjawab sambil menggerakkan jari yang memancarkan cahaya es tipis.

"Cuma satu tingkat. Sisanya… bonus."

Rex & Hana: "…ITU BARU SELEVEL?!"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

⚡ ADEGAN 2 — Dampak Warisan ke Tubuh Rekan-Rekan Damien

Saat Rex dan Hana mendekat, mereka ikut merasakan gelombang energi es ilahi yang masih tersisa.

BAGAAA—

Putaran energi biru menyambar tubuh mereka.

Rex mundur setengah langkah.

Hana refleks memasang kuda-kuda.

Damien segera berseru:

"Tenang! Itu bukan serangan. Itu sisa warisan Atheus. Energi ini… merespon kalian."

Atheus memang sempat berkata:

> "Pewarisku bukan berdiri sendiri. Gelombang beku menyebar pada yang terhubung."

Cahaya biru menyelimuti Rex terlebih dahulu.

💠 Rex Breakthrough!

Essence Flow Realm 3→ 4

Rex melebarkan mata.

"A–AKU?! Aku naik?! Cuma karena deket kamu?!"

Damien hanya mengangkat alis.

"Anggap saja keberuntungan."

Hana berikutnya terselimuti aura biru lembut.

💠 Hana Breakthrough!

Essence Flow Realm 3 → 4

Hana memegangi dadanya, wajah terkejut.

"Tidak panas… tidak dingin… tapi seperti ada tangan yang memandu qi-ku."

Damien menjawab:

"Itu dari Atheus. Dia mengakui kalian sebagai… orang yang penting untuk perjalananku."

Rex menepuk bahu Damien.

"Bro, jujur aja, semakin hari aura kamu makin kayak—"

Damien memotong:

"Jangan bilang 'kayak dewa'. Aku masih manusia."

Rex terdiam.

"…iya sih, tapi manusia biasa nggak bikin ruangan kayak freezer dunia akhirat."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌙 ADEGAN 3 — Zura Mengalami Emosi Ketiga: TAKUT KEHILANGAN

Saat Rex dan Hana melihat energi Damien dengan kekaguman…

…Zura menunduk.

Ia memegang lengan Damien lebih erat dari sebelumnya.

Damien menyadarinya.

"Zura? Ada apa?"

Zura mengangkat wajah pelan.

Suaranya tidak serobot biasanya. Tidak datar. Tidak kosong.

"…aku takut."

Rex dan Hana langsung diam.

Zura melanjutkan:

> "Kamu… semakin jauh. Semakin tinggi. Semakin kuat.

Kalau kamu pergi terlalu cepat… aku tidak bisa mengejarmu."

Damien membeku sejenak.

Zura—yang lahir tanpa emosi—

baru saja menunjukkan Emosi Ketiga.

Takut kehilangan.

Damien meletakkan tangan di kepala Zura dengan lembut.

"Kamu nggak akan kehilangan apa pun. Aku tetap di sini. Kalian semua tetap jadi bagian jalan hidupku."

Zura menatapnya lama.

"…janji?"

"Janji."

Zura mengangguk kecil dan kembali berdiri di sisinya, namun kali ini wajahnya lebih… manusiawi.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 ADEGAN 4 — Jejak Musuh Baru

Saat ketiganya hendak keluar dari ruangan—

Hana tiba-tiba berhenti.

"Hm? Ada yang aneh."

Ia berjongkok di lantai dan menemukan bekas garis hitam tipis—

seperti bekas retakan kecil.

Damien mendekat.

"…ini bukan dari domain es."

Rex ikut meneliti.

"Kayak… serpihan ruang?"

Hana mengangguk tegang.

"Retakan ruang… hanya bisa muncul kalau ada seseorang di Voidstep Realm yang lewat."

Damien menyipitkan mata.

Di dunia Aurelis Veil, Voidstep Realm adalah ranah tingkat 8, ranah pertama dari kelas tinggi.

Tidak sembarang orang bisa sampai sana.

Damien menatap ke kejauhan.

"Jadi… ada yang memperhatikan kita selama warisan tadi."

Rex menelan ludah.

"Bro… ini buruk."

Zura berdiri satu langkah di depan Damien, seperti siap menghalangi siapa pun.

Matanya memancarkan cahaya merah dingin.

Damien berbicara dengan suara rendah:

> "Kalau mereka berani mengincar Lyanna… atau salah satu dari kalian…

aku akan memperlihatkan pada mereka arti dari 'Pewaris Gelombang Beku'."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 109

━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters