WebNovels

Chapter 33 - Chapter 33

🔥 CHAPTER 33 — "Gerbang Dimensi Petir, 100 Peserta, & Kebangkitan Monster"

(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 32 — tanpa pengulangan)

---

⚡ ADEGAN PEMBUKA — MALAM SETELAH HARI KE-30 LATIHAN

Damien duduk bersila di tepi danau, napasnya stabil namun auranya bergejolak seperti badai yang dikurung.

Di dalam tubuhnya, enam jalur nadi bersinar keperakan, bergerak seperti ular petir.

Suara Misterius terdengar.

> "Anak bodoh… kau berhasil membuka enam jalur nadi. Tapi ini baru awal."

Damien membuka mata — perak berkilau, lebih tajam dari sebelumnya.

Damien:

"Aku tahu. Aku harus lebih kuat."

> "Kau akan menjadi lebih kuat. Karena mulai hari ini… aku akan membangkitkan jejak kekuatan asliku dalam dirimu."

Damien mengerutkan kening.

"Kekuatan aslimu?"

Awan tiba-tiba bergetar. Permukaan danau berombak.

> "Ya. Sebelum aku sekarat… aku adalah Dewa Tertinggi Petir & Kehampaan, makhluk terkuat di dunia tertinggi."

"Dan kau, Damien… adalah pewaris yang kupilih untuk membalaskan dendamku."

Damien terdiam.

Rex dan Hana bahkan sama sekali tidak bernafas saat mendengarnya.

> "Dan ayahmu… Kael Arclight…"

"…dia sahabatku. Dewa Bulan."

Lyanna menutup mulut, terkejut.

Damien mengepal tangan.

"Mereka membunuhmu. Mereka menghabisi ayahku… dan sekarang mereka mengejar Lyanna."

Suara Misterius:

> "Itulah kenapa kau harus selamat dalam kompetisi ini. Jika tidak… garis keturunan tertinggi akan padam."

Damien berdiri. Aura petir keperakan meledak.

Damien berevolusi ke:

🔥 MORTAL REIN REALM — Tingkat 9 🔥

Rex:

"BROOO TAMBAH GILA??!"

Hana:

"Kau bukan manusia lagi…"

Lyanna tersenyum kecil.

"Kau… semakin bercahaya."

Damien:

"Aku akan membuat mereka semua ingat aku."

---

⚡ ADEGAN 1 — MENUJU GERBANG KOMPETISI PETIR

Sebuah dataran luas muncul. Ratusan peserta dari berbagai kerajaan berdiri, semuanya memancarkan aura berbahaya.

Tepat di tengah…

Gerbang Dimensi Petir terbuka, memuntahkan petir emas ke langit.

BOOOOMMM!!

Rex menelan ludah.

"Hanya dengan melihat gerbang itu aku hampir mati…"

Hana:

"Aku sudah menulis wasiatku."

Lyanna mengambil posisi di belakang Damien.

"Aku tetap di sini. Aku akan menunggumu."

Damien menoleh, suaranya rendah.

"Aku pasti kembali."

---

⚡ ADEGAN 2 — PENGUMUMAN DARI PENJAGA DIMENSI

Seorang pria berzirah hitam muncul dari dalam petir.

Itu adalah Penjaga Dimensi Petir — kekuatan Heaven Tier.

Penjaga:

"Sambutan untuk 100 peserta."

Semua diam.

Penjaga:

"Kompetisi ini sederhana."

> "Anda masuk.

Anda selamat.

Atau anda mati."

Rex berbisik:

"Noted… mudah dipahami…"

Penjaga mengangkat tangan, dan layar petir muncul, menampilkan daftar peserta.

Nama Damien bersinar paling terang — warna perak, satu-satunya.

Para peserta lain langsung berbisik.

"Dia yang membunuh Levi hanya dengan sekali pukul."

"Keturunan garis bulan?"

"Kenapa matanya perak?!"

"Aura itu… tidak masuk akal."

Damien acuh.

Ia melangkah menuju gerbang.

---

⚡ ADEGAN 3 — SEBELUM MASUK GERBANG

Lyanna mendekat, memegang lengan Damien.

Lyanna:

"Jangan mati. Kau… satu-satunya alasan aku bertahan."

Damien terdiam sejenak.

Kemudian meletakkan tangan di kepalanya, mengacak pelan rambut Lyanna.

Damien:

"Aku akan hidup. Untuk melihatmu mengambil kembali Frostveil."

Lyanna memerah.

Hana dan Rex dari jauh:

"OHHH KITA LIAT ITUUU—"

Damien menoleh:

"Diam."

---

⚡ ADEGAN 4 — DAMIEN MEMASUKI GERBANG

Gerbang mulai menghisap energi.

Penjaga mengangkat tangan.

> "Dimensi Petir — Buka!"

BOOOOOOM!!

Damien melangkah masuk. Setiap langkah memicu kilatan perak.

Rex:

"Kembali hidup ya bro!! Jangan jadi arang!!"

Hana:

"Aku akan bakar kerajaan Frostveil kalau mereka menyentuhmu!!"

Lyanna menutup mata dan berdoa.

Damien masuk sepenuhnya ke dalam gerbang.

---

❄️ ADEGAN TERAKHIR — FROSTVEIL MULAI BERGERAK

Di istana es Frostveil.

Pemimpin Frostveil berdiri di ruang singgasana, dikelilingi bayangan hitam.

Pembunuh 2:

"Lapor. Damien memasuki kompetisi."

Pemimpin Frostveil tersenyum tipis.

Pemimpin:

"Bagus. Mulai operasi fase dua."

Pembunuh bingung.

"Fase dua?"

Pemimpin Frostveil menatap sebuah cermin es raksasa — memperlihatkan wajah Lyanna.

Pemimpin:

> "Cari gadis itu.

Lyanna Frostveil."

"Kalau Damien mati di dalam kompetisi…"

"…kita pastikan garis keturunannya tidak pernah bangkit lagi."

Badai es mengamuk, menutupi seluruh istana.

---

🔥 END CHAPTER 33

More Chapters