WebNovels

Chapter 32 - Chapter 32

🔥 CHAPTER 32 — "Sebulan Latihan Gila, Evolusi Damien, & Gerakan Besar Frostveil"

---

⚡ ADEGAN PEMBUKA — 30 HARI SEBELUM KOMPETISI PETIR

Awan hitam bergulung tinggi di langit. Simbol petir di dada Damien bersinar samar, seperti jantung dewa yang baru bangkit.

Rex menatapnya dari dekat. "Bro… simbol itu kayak mau makan kau."

Hana: "Kalau tiba-tiba meledak jangan salahkan aku kalau aku lari duluan."

Damien: "Aku tidak akan meledak."

Suara Misterius:

> "Kalau dia salah latihan… bisa."

Damien: "Tak bantu."

---

🔥 ADEGAN 1 — TARGET: KUAT DALAM 30 HARI

Damien berdiri di padang rumput luas dekat hutan Solflare.

Rex: "Jadi… kita latihan apa, bro?"

Damien: "Semua."

Hana: "Mati kita."

Damien: "Aku harus siap. Kompetisi Petir… bukan turnamen biasa. Dari 100 peserta, 70 akan mati."

Lyanna menggigit bibir mendengarnya. Aura es samar muncul di sekelilingnya.

Lyanna: "Aku akan ikut melindungimu. Kalau ada yang mencoba mengincarmu—"

Damien menatapnya. "Tidak. Kau fokus memulihkan garis keturunan Frostveil-mu."

Lyanna terdiam… lalu tersenyum kecil. "Kalau begitu… pastikan pulang hidup."

Damien: "…Tentu."

---

⚡ ADEGAN 2 — LATIHAN FISIK SOLAR PULSE (MINGGU 1)

Damien duduk bersila. Solar Pulse Technique berputar… energi keperakan memukul otot dan nadinya dari dalam.

Rex memeriksa tubuh Damien yang penuh luka mikro. "Bro… kenapa kau kayak habis digiling mesin?"

Suara Misterius:

> "Latihan ini memaksa jalur nadi kelima terbentuk. Rasa sakitnya… 30 kali patah tulang."

Hana: "Kau mau mati?!"

Damien hanya menghela napas sambil berdiri, lengan bergetar.

Damien: "Aku harus mencapai enam jalur nadi sebelum kompetisi."

Rex mangap: "Satu bulan bikin dua jalur nadi?! Kau gila."

Damien: "Aku memang harus."

---

🌙 ADEGAN 3 — PROGRES DAMIEN (MINGGU 2)

Di malam hari, Damien memukul batu raksasa menggunakan tinju kosong.

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Setiap pukulan menembus lebih dalam.

Lyanna memperhatikan dari jauh, wajahnya sedikit khawatir.

Lyanna: "Damien… kau memaksakan diri."

Damien berhenti sejenak. Keringatnya jatuh seperti hujan.

Damien: "Aku tidak bisa berhenti."

Lyanna mendekat, menaruh tangan dinginnya di punggung Damien. Energi es mereda, menenangkan rasa sakit.

Damien (menoleh): "…Terima kasih."

Lyanna tersenyum malu. "Untukmu… kapan pun."

Rex dan Hana dari semak-semak: "BROOO KAMI LIAT—" Damien: "Diam atau kubuang kalian ke sungai." Rex & Hana: menutup mulut cepat.

---

🔥 ADEGAN 4 — FORMULA BARU SUARA MISTERIUS (MINGGU 3)

Suara Misterius muncul saat Damien hampir pingsan setelah latihan ke-27 hari itu.

> "Damien, jalur nadi kelima hampir terbuka. Tapi untuk yang keenam… kau butuh petir."

Damien: "Petir?"

> "Ya. Kau harus disambar."

Rex: "APA—BRO JANGAN SAMPAI KAU MATI DULUAN!!" Hana: "Ini tidak normal. Ini ilegal. Ini kriminal."

Damien justru tersenyum tipis.

Damien: "…Kedengarannya cocok untukku."

---

⚡ ADEGAN 5 — RITUAL PENYAMBARAN PETIR (MALAM KE-25)

Di tengah hujan badai, Damien berdiri di atas bukit batu. Awan hitam berputar di atasnya, seakan mengakui garis keturunan tersembunyinya.

Rex memegang payung: "Bro ini ide TERBURUK dalam sejarah."

Hana memegang helm panci: "Kalau dia mati, aku bilang ini salahmu, Rex."

Lyanna memegang jimat es: "Damien… kalau kau mati, aku ikut ke dunia bawah."

Damien: "…Tidak akan. Percayalah."

Suara Misterius:

> "Siap."

CRAAAKK—!!!

Petir pertama turun. Langsung menghantam dada Damien.

Tubuhnya tersentak. Nadinya bergetar seperti benang yang mau putus.

Rex menjerit: "BROOO!!" Hana: "KAU GOSONG BROOOOO!!"

CRAAAKK!!

Petir kedua turun. Petir ketiga. Petir keempat.

Damien menggigit bibir hingga berdarah.

Damien (berteriak): "BUKA… JALUR NADI… KEENAM!!"

BOOOOMMM!!!

Cahaya putih keperakan meledak dari tubuhnya. Awan badai langsung mundur seperti takut.

Damien jatuh berlutut.

Suara Misterius:

> "Jalur Nadi Keenam… terbuka."

Rex dan Hana langsung melompat kegirangan.

Hana: "BROOO SEKARANG KAU RESMI MONSTER!!"

---

🌙 ADEGAN 6 — MALAM TERAKHIR SEBELUM KOMPETISI

Damien duduk sendirian di tepi danau. Air memantulkan wajahnya—lebih tajam, lebih matang, lebih berbahaya.

Lyanna mendekat pelan.

Lyanna: "Kau siap?"

Damien: "Tidak."

Lyanna terkejut.

Damien menutup matanya sebentar.

Damien: "Tidak ada orang yang benar-benar siap mati. Tapi aku siap bertarung."

Lyanna menatapnya lama…

lalu memeluknya dari belakang, ringan tapi hangat.

Lyanna: "Kembali hidup."

Damien tersenyum kecil untuk pertama kalinya dalam 2 minggu.

Damien: "Aku akan menang. Untuk kita."

Awan hitam berkumpul lagi… memberi tanda—

Kompetisi Warisan Dewa Petir akan dimulai.

---

❄️ ADEGAN TERAKHIR — GERAKAN FROSTVEIL

Di istana es jauh di utara.

Pemimpin Frostveil berdiri di balkon raksasa.

Pembunuh 1 berlutut: "Lapor. Damien semakin kuat."

Pemimpin menyipit.

Pemimpin: "Bagus. Biarkan dia tumbuh."

Pembunuh: "…Kenapa?"

Pemimpin tersenyum pucat. Mengerikan.

Pemimpin: "Karena semakin kuat anak itu… semakin besar kekuatan yang bisa kami curi darinya."

Badai es menggulung.

Frostveil telah memutuskan untuk ikut masuk ke Kompetisi Petir.

Bukan untuk kemenangan… tapi untuk merebut nyawa Damien.

---

🔥 END CHAPTER 32

More Chapters