WebNovels

Chapter 19 - Bab 19: Jejak di Planet Hantu

Setelah pertarungan di pusat komando Vespera, Ija dan Vera berhasil mengamankan fragmen data yang diinginkan Malakor. Namun, data itu tidak berisi peta, melainkan koordinat sebuah stasiun penelitian yang sudah lama ditinggalkan di pinggiran galaksi—Sektor 13.

"Stasiun ini seharusnya sudah dihapus saat Reboot simulasi," gumam Vera, memeriksa data di perangkat genggamnya. "Jika stasiun ini masih ada, berarti ada seseorang yang sengaja menyembunyikannya dari otoritasmu, Ija."

Ija menatap cakrawala bintang. "Seseorang yang tahu cara bersembunyi dari Administrator... menarik."

Ija menatap cakrawala bintang. "Seseorang yang tahu cara bersembunyi dari Administrator... menarik."

Mereka berangkat menuju Sektor 13, sebuah wilayah yang dikenal sebagai Planet Hantu. Tidak ada kehidupan organik di sana, hanya badai data statis yang membuat radar kapal apa pun menjadi buta. Saat mereka mendarat di permukaan yang penuh dengan reruntuhan logam tua, Ija merasakan sesuatu yang aneh. Bukan energi, tapi sebuah frekuensi.

"Ada suara," bisik Vera, tangannya sigap pada gagang pedangnya.

Mereka menyusuri lorong-lorong gelap stasiun. Di ujung ruangan, di tengah tumpukan kabel yang berdenyut, mereka menemukan sosok seorang gadis kecil. Dia duduk di sana dengan mata tertutup, tangannya bergerak cepat di udara, memanipulasi kode-kode cahaya yang melayang di sekitarnya. Dia adalah Aiko, sang Data Weaver.

"Siapa kau?" tanya Ija.

Gadis itu membuka matanya. Tidak ada rasa takut di sana, hanya ketenangan yang ganjil. "Aku adalah yang tersisa dari kegagalan. Kalian datang untuk menghapusku?"

"Kami datang untuk menanyakan mengapa kau masih di sini, saat dunia sudah berubah," jawab Ija.

Aiko berdiri, jubah compang-campingnya berkibar karena hembusan data. "Dunia berubah, tapi hukum dasarnya tetap sama. Kekacauan akan selalu memakan yang lemah. Aku tidak ingin ikut serta dalam dunia baru yang hanya akan hancur lagi."

Vera melangkah maju. "Kau tidak harus ikut. Tapi dunia luar sedang kacau karena kebebasan yang salah arah. Jika kau tidak membantu kami menstabilkan logikanya, dunia baru ini tidak akan bertahan sebulan."

Aiko menatap Ija lama, seolah sedang menganalisis setiap baris kode di dalam tubuh Ija. "Kau adalah Administrator itu... pria yang mengganti Arsitek. Aku melihat banyak keraguan di dalam datamu."

"Keraguan adalah tanda bahwa aku manusia, Aiko," jawab Ija tenang. "Ikutlah bersamaku. Bukan sebagai bawahanku, tapi sebagai saksi bagaimana dunia ini akan tumbuh."

Aiko terdiam cukup lama. Akhirnya, dia mengangguk pelan dan melompat turun dari tumpukan kabel. "Baiklah. Tapi jika kau mulai bertindak seperti tiran, aku akan mengunci sistem kapalmu dari dalam."

"Kesepakatan yang adil," Ija menyeringai.

More Chapters