WebNovels

Chapter 10 - Bab 10: Jarum Kehidupan di Tangan Kaisar

Metropolis di bawah guyuran hujan malam itu nampak seperti hutan beton yang tak bernyawa. Di puncak gedung Rumah Sakit Pusat Metropolis, yang dikelola secara eksklusif oleh faksi medis elit, suasana terasa sangat mencekam. Di lantai paling atas, di dalam Unit Perawatan Intensif yang lebih mirip benteng teknologi daripada ruang pasien, Dr. Mo Shuren berdiri mematung.

Pria yang dijuluki dunia sebagai "Tangan Dewa" itu nampak sangat rapuh. Jas putihnya yang biasanya rapi kini kusut, dan matanya yang telah membedah ribuan nyawa kini dipenuhi kabut keputusasaan. Di hadapannya, istrinya—Li Hua—terbaring dengan tubuh yang kaku seperti es. Mesin-mesin senilai jutaan dollar berdengung di sekelilingnya, menyuntikkan berbagai serum genetik Bio-Gene, namun hasilnya nihil.

"Tiga tahun, Li Hua..." bisik Dr. Mo. Suaranya serak, tenggelam dalam deru mesin ventilator. "Aku bisa mengganti jantung manusia dengan mesin, aku bisa merekayasa saraf yang hancur... tapi aku tidak bisa menyentuh 'dingin' yang menggerogoti jiwamu ini."

Dr. Mo tahu, secara medis, istrinya sudah mati. Namun, secara biologis, sel-selnya dipaksa hidup oleh teknologi Bio-Gene agar mereka bisa terus mempelajari "Sindrom Pembekuan Saraf" yang misterius itu. Baginya, istrinya hanyalah subjek percobaan yang sangat berharga bagi korporasi.

Tiba-tiba, sensor biometrik di pintu baja ruangan itu berbunyi tit panjang, lalu meledak dalam percikan api kecil. Pintu geser seberat dua ratus kilogram itu terbuka perlahan, menampakkan sosok pemuda yang berjalan masuk dengan santai seolah-olah dia sedang berada di taman miliknya sendiri.

"Siapa kau?! Keamanan! Bagaimana kau bisa sampai ke sini?!" Dr. Mo berteriak, tangannya secara insting meraih pisau bedah laser di atas meja.

Ling Feng tidak berhenti. Setiap langkah kakinya membuat ubin rumah sakit yang steril itu retak rambut. Ia mengenakan kemeja hitam yang nampak sangat sederhana, namun aura yang ia pancarkan membuat seluruh monitor medis di ruangan itu berkedip liar—frekuensinya terganggu oleh energi murni yang meluap dari tubuh Ling Feng.

"Aku Ling Feng," ucapnya pelan, namun suaranya menggema di dalam tulang rungu Dr. Mo. "Aku tidak tertarik dengan keamananmu yang payah, Dokter. Aku datang karena kau memiliki akses ke Gudang Alkimia Merah milik Bio-Gene. Dan sebagai bayarannya, aku akan memberikan istrimu kehidupan kedua."

Dr. Mo tertawa pahit, sebuah tawa penuh kebencian. "Kehidupan kedua? Kau pikir kau siapa? Tuhan? Direktur Medis Bio-Gene yang memiliki level Sintesis Medik puncak saja mengatakan tidak ada harapan. Pergi dari sini sebelum aku memanggil pasukan penghukum!"

Ling Feng berhenti tepat di samping ranjang Li Hua. Ia menatap wanita yang membeku itu dengan pandangan yang mampu menembus lapisan daging hingga ke struktur jiwanya.

"Sintesis Medik? Kalian manusia fana terlalu bangga dengan istilah-istilah sampah itu," ucap Ling Feng sinis. "Kau melihat ini sebagai penyakit saraf. Aku melihatnya sebagai Racun Yin Mendalam yang sengaja ditanamkan di tubuhnya. Dia tidak sakit, Dokter. Dia sedang dijadikan wadah untuk menanam benih energi es."

Dr. Mo tertegun. Kalimat itu... Bio-Gene pernah menyebutkan tentang "Eksperimen Benih", tapi mereka bilang itu adalah bagian dari pengobatan.

"Berhenti di sana!" Dr. Mo menerjang maju dengan pisau bedah lasernya.

Namun, sebelum ia bisa mendekat dalam radius dua meter, Ling Feng hanya melepaskan sedikit tekanan dari Darah Qi Tahap 3-nya. Seketika, Dr. Mo merasa seolah-olah gravitasi di ruangan itu meningkat seribu kali lipat. Ia terbanting ke lantai, dadanya sesak, dan ia tidak bisa mengangkat kepalanya sedikit pun.

"Diam dan saksikan bagaimana seorang Kaisar memutar balikkan takdir," perintah Ling Feng.

Ling Feng mengangkat tangan kanannya. Dari pori-pori kulitnya, energi ungu memadat dan membentuk sembilan jarum tipis yang bersinar terang. Jarum ini bukan logam, melainkan kristalisasi dari energi murni. Inilah teknik legendaris [Jarum Sembilan Matahari Penakluk Es].

Dengan gerakan yang lebih cepat dari kedipan mata, Ling Feng menusukkan jarum-jarum itu ke titik-titik vital di tubuh Li Hua.

ZAPPP!

Seketika, ruangan yang tadinya dingin membeku itu mendadak menjadi sangat panas. Uap putih mulai keluar dari pori-pori kulit Li Hua. Dr. Mo, yang masih tertelungkup di lantai, menatap dengan mata terbelalak saat monitor jantung istrinya mulai berbunyi gila.

"Apa yang kau lakukan?! Kau akan meledakkan jantungnya!" teriak Dr. Mo histeris.

"Jantungnya tidak akan meledak jika aku yang memerintahnya untuk berdetak," jawab Ling Feng tenang.

Ling Feng menempelkan telapak tangannya ke dada Li Hua. Ia mengalirkan energi hangatnya, menghancurkan kristal-kristal es yang menyumbat nadi roh wanita itu. Di mata batin Ling Feng, ia sedang bertarung dengan benih racun yang ditanamkan oleh seseorang dari Bio-Gene. Benih itu mencoba melawan, namun di hadapan kekuatan Kaisar, ia hancur menjadi debu dalam sekejap.

Uhukk!

Li Hua tiba-tiba tersentak. Tubuhnya yang tadinya kaku kini melengkung, dan dari mulutnya ia memuntahkan gumpalan cairan hitam pekat yang berbau busuk. Begitu cairan itu menyentuh lantai, ia membeku dan meretakkan ubin rumah sakit.

Detik berikutnya, suara ventilator yang berisik itu berhenti. Karena Li Hua telah menarik napas panjang secara mandiri—napas pertamanya dalam tiga tahun tanpa bantuan mesin.

"Mo... Mo Shuren..." suara lemah itu terdengar.

Tekanan di tubuh Dr. Mo mendadak hilang. Ia segera berlari menuju ranjang, memegang tangan istrinya yang kini terasa hangat. Suhu tubuhnya normal. Detak jantungnya stabil. Bahkan warna kulitnya kembali merona seperti orang sehat.

"Li Hua... ini mustahil... ini benar-benar mustahil secara medis..." Dr. Mo menangis sejadi-jadinya. Ia memeriksa semua indikator vital di layar. Semuanya menunjukkan angka sempurna. Bahkan kerusakan sel saraf yang tadinya dianggap permanen, kini telah pulih total seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Dr. Mo berpaling ke arah Ling Feng. Pria paruh baya yang tadinya memegang gelar dokter terbaik di dunia itu kini nampak sangat kecil. Ia menyadari bahwa di hadapannya bukan hanya seorang praktisi hebat, tapi seseorang yang memegang kunci kehidupan dan kematian.

BRUK!

Dr. Mo bersujud dengan sangat keras hingga dahinya berdarah saat menghantam lantai. "Tuan... hamba adalah anjing yang buta! Hamba telah menghina seorang Dewa! Tolong, berikan hukuman apa pun pada hamba, tapi jangan ambil kembali nyawa istri hamba!"

Ling Feng duduk di kursi lipat di sudut ruangan, nampak sedikit lelah karena proses pembersihan racun tadi membutuhkan kontrol energi yang sangat presisi.

"Aku tidak butuh hukumanmu, Dokter," ucap Ling Feng sambil menatap jarum ungu yang perlahan memudar di tangannya. "Aku butuh aksesmu. Bio-Gene memiliki Gudang Merah di bawah rumah sakit ini. Di sana terdapat tanaman obat yang mereka klaim sebagai hasil rekayasa genetika, padahal itu adalah tanaman herbal yang tumbuh dari energi bumi yang tersisa. Aku butuh semua itu untuk memulihkan kekuatanku sepenuhnya."

"Hamba akan memberikan segalanya! Bahkan jika saya harus membakar seluruh rumah sakit ini untuk Anda, hamba akan melakukannya!" janji Dr. Mo dengan nada fanatik yang mengerikan. Ia bukan lagi seorang dokter; ia telah menjadi pengikut setia.

"Bagus," Ling Feng berdiri. "Mulai hari ini, kau adalah 'Tangan Medis' dari Sekte-ku. Aku akan mengajarkanmu cara menyembuhkan penyakit yang bahkan teknologi 200 tahun ke depan pun tidak bisa sentuh. Tapi ingat satu hal, Mo Shuren... jika kau berkhianat, aku bisa memberikan nyawa pada istrimu hari ini, dan aku bisa menjadikannya debu dalam satu pikiran esok hari."

"Hamba tidak akan berani, Tuan! Hamba bersumpah atas nama leluhur hamba!"

Ling Feng berjalan keluar dari ruangan itu tepat saat tim keamanan Bio-Gene mulai mendobrak pintu luar. Namun, begitu mereka masuk, yang mereka temukan hanyalah Dr. Mo yang sedang memeluk istrinya yang sudah sembuh, dan ruangan yang nampak seperti baru saja diterjang badai matahari. Ling Feng sudah menghilang, meninggalkan sebuah legenda baru yang akan mengguncang pondasi medis dunia.

Malam itu, Ling Feng tidak hanya mendapatkan seorang dokter berbakat. Ia mendapatkan akses ke gudang sumber daya terbesar di Metropolis.

More Chapters