WebNovels

Chapter 2 - Bab 2: Survival of the Fastest (Kecepatan Adalah Segalanya!)

SAPAAN HANGAT KEMBALI, PARA PEMBACA SETIA! Stan Lee di sini, dan kita kembali ke dalam kegelapan Labirin Elroe yang mencekam!

Bayangkan Adam—si jenius kita yang kini terjebak dalam tubuh Lesser Cockroach. Dia berdiri (oke, merangkak) di atas tonjolan batu, menatap ke arah genangan air beracun di bawahnya. Perutnya mulai berbunyi. Tunggu, apakah kecoak bisa merasakan lapar yang begitu menusuk? Oh, percayalah, di dunia sistem ini, lapar berarti pengurangan SP (Stamina Points), dan SP nol berarti Kematian.

"Oke," batin Adam, antenanya bergerak-gerak seperti radar canggih. "Aku lapar. Tapi aku seekor kecoak. Apa yang harus aku makan? Kotoran? Bangkai? Sialan, harga diriku sebagai manusia berteriak menolak, tapi naluri bertahan hidupku berkata lain."

Tiba-tiba, ZAP!

Skill <> miliknya berdenyut kencang di pangkal kepalanya. Itu bukan sekadar firasat; itu adalah peringatan merah menyala! Dari bayang-bayang di sudut langit-langit labirin, sesuatu yang panjang, lengket, dan berwarna hijau melesat secepat kilat.

Lidah Katak Raksasa (Elroe Frog)!

"Sekarang!" teriak Adam dalam pikirannya.

Dengan Agility 5 miliknya—yang bagi makhluk seukuran itu adalah kecepatan jet—Adam melakukan manuver sidestep yang sangat elegan. Lidah itu menghantam batu dengan suara PLAK! yang keras, tepat di tempat Adam berada satu milidetik yang lalu.

"Analisis dimulai," Adam tetap tenang meski jantungnya (yang kecil itu) berdegup kencang. "Musuh: Elroe Frog. Level: 4. HP: 15. Kelebihan: Serangan jarak jauh, racun asam. Kelemahan: Gerakan setelah menyerang kaku, mata memiliki blind spot tepat di atas kepalanya."

Normalnya, kecoak akan lari terbirit-birit. Tapi Adam? Dia adalah Ambisius dan Berani. Dia tahu, lari hanya akan menunda kematian. Dia butuh Level. Dia butuh Evolusi. Dan katak ini adalah tiketnya.

"Maaf ya, Froggy," batin Adam sambil memanjat dinding gua dengan kecepatan yang mengagumkan berkat kaki-kaki berbulunya yang lengket. "Kau berurusan dengan orang yang sudah tamat menonton Kumo Desu tiga kali. Aku tahu pola seranganmu lebih baik daripada kau sendiri!"

Adam merayap di langit-langit, tepat di atas si katak yang sedang menarik kembali lidahnya dengan bingung. Adam menggunakan skill <>-nya secara maksimal. Dia tidak bersuara. Dia menjadi satu dengan kegelapan.

Lalu, dia menjatuhkan diri.

Bukan ke mulutnya, tentu saja! Dia mendarat tepat di antara kedua mata besar katak itu. Dengan rahang kecilnya yang tajam (mandibula), dia mulai menggigit bagian paling lunak di selaput mata sang katak.

KWAARK!! Katak itu menjerit kesakitan, melompat-lompat liar mencoba melepaskan Adam.

"Tahan... terus tahan!" Adam mencengkeram erat. Dia merasa seperti penunggang banteng di kompetisi rodeo, tapi taruhannya adalah nyawa. "Gunakan berat tubuhmu sendiri, bodoh! Terus gigit!"

[Keterampilan Diperoleh: <>]

[Keterampilan Diperoleh: <>] (Karena terpapar sedikit lendir katak)

Katak itu mulai lemas karena pendarahan dan stres. Adam tidak berhenti. Dia menyerang titik syaraf di belakang kepala yang dia pelajari dari anatomi monster di ingatannya. Dan akhirnya... THUD. Katak itu jatuh terkapar.

[Pengalaman mencapai batas. Level naik: 1 -> 2]

[Level naik: 2 -> 3]

[Keterampilan <> naik ke Lv.2]

[Keterampilan <> naik ke Lv.2]

Adam terengah-engah (secara metaforis). Tubuhnya bersinar redup—tanda pemulihan dari kenaikan level. HP-nya yang tadinya 1 kini menjadi 3. Masih rendah, tapi itu peningkatan 300%!

"Dan sekarang..." Adam menatap bangkai katak yang jauh lebih besar dari tubuhnya. "...saatnya makan siang yang paling menjijikkan dalam sejarah hidupku."

Sambil mengunyah daging katak yang amis, Adam merenung. Dia sadar, menjadi "Kecoak" memberinya keuntungan yang tidak dimiliki Kumoko di awal: Kecepatan ekstrim dan kemampuan memanjat yang tak tertandingi. Jika dia bisa mencapai level tertentu, apa yang akan terjadi?

Evolusi pertama: Winged Roach? Assassin Roach? Atau sesuatu yang lebih mengerikan?

"Dunia ini ingin aku mati sebagai hama," Adam bergumam dalam kesunyian labirin, matanya yang majemuk berkilat dingin. "Tapi aku akan menunjukkan pada mereka... bahwa hama inilah yang akan menggerogoti sistem mereka sampai hancur."

Adam, sang jenius yang malas, kini telah menghilang. Yang tersisa hanyalah seekor predator yang haus akan puncak evolusi.

LUAR BIASA! Begitulah cara seorang juara sejati memulai harinya! Dari 1 HP menjadi pembunuh katak!

More Chapters