---
š„ CHAPTER 75 ā "Warisan Primordial Damien, Tato Emas Bangkit, & Bayangan yang Mengintai Lyanna"
---
āļø ADEGAN PEMBUKA ā DI CELAH ES FROSTMOURN
Anggota organisasi gelap masih mengintai Lyanna dari jauh.
"Setelah pelatihannya melemahkan tubuhnya⦠barulah kita ambil gadis ini."
Namun sebelum mereka bergerak, es di bawah kaki mereka retak.
CRACKā
Aura dingin Arcelian menyapu seluruh area.
Arcelian (berbisik keras):
"Sentuh adikku⦠dan kubekukan dunia kalian."
Para anggota itu tersentak mundur, menelan ludah.
---
š ADEGAN 1 ā DAMIEN, HANA, & REX MENUJU FROSTMOURN
Damien berjalan di depan, wajahnya datar, aura bulan-hitamnya seperti berdenyut.
Zura mengikuti dari belakang dengan tatapan tenang namun gelap.
Hana:
"Damien⦠kau yakin kuat menghadapi keluarga Frostveil?"
Damien:
"ā¦Belum."
Rex:
"HAH?! Bro, apa maksudmu 'belum'? Kau baru saja jadi monster!!"
Damien menatap kedua temannya.
Damien:
"Aku mendapatkan warisan primordial⦠tapi belum sepenuhnya membuka segelnya."
Zura berhenti berjalan.
Ia memandang Damien dengan ekspresi seriusāuntuk pertama kalinya sejak mengenal Damien.
Zura:
"Kalau begitu⦠waktunya sekarang."
---
ā ADEGAN 2 ā RUANG MISTERIUS DALAM JIWA DAMIEN
Damien tiba-tiba terpaku.
Seluruh dunia di matanya berubah menjadi ruang gelap dengan semburat emas.
Suara misterius itu kembali, kali ini jauh lebih jelas:
> "Pewarisā¦
Saatnya kau menerima segalanya."
Kilatan cahaya emas menutupi Damien.
Simbol-simbol kuno berputar di sekitar tubuhnya.
Tubuh Damien terangkat ke udara.
Napasnya tercekat.
Rex: "DAMIEEEENNN!! BROO WHAT THE FUā??"
Hana menahan Rex.
Hana:
"Diam! Itu bukan bahaya, itu⦠evolusi!"
Dalam ruang primordial itu, entitas cahaya emas berdiri di depan Damien.
Tinggi, berjubah, tak memiliki wajah.
Entitas itu meletakkan tangannya di dada Damien.
> "Warisan Primordial 'Lunar-Eclipse Sovereign'ā¦
kini menjadi milikmu sepenuhnya."
BOOOOMā!!!
Damien memekik pelan.
Darahnya berdenyut.
---
š± ADEGAN 3 ā TATO EMAS PRIMORDIAL
Simbol emas besar terbentuk di punggung Damien seperti tato bercahaya:
"Celestial Eclipse Mark"
ā Tato Primordial yang hanya dimiliki satu orang setiap era.
Tato itu memancarkan cahaya emas-bulan yang berputar.
Rex:
"BROOO!!! ADA TATOOO EMAS!! KEREN GILA!!!"
Hana:
"Kau berisik sekali, Rex."
Zura mendekat, matanya sedikit melebar.
Zura:
"ā¦Kau⦠benar-benar mewarisi semuanya.
Bahkan teknik inti primordial."
Damien membuka mata.
Mata kirinya menjadi hitam dengan iris bulan perak.
Mata kanan menjadi emas dengan pola seperti mata dewa.
Damien: "ā¦Aku sudah lengkap."
Tiba-tibaā
DUUUM
Energi Damien meledak ke langit.
Damien
[Spirit Manifest Realm Lv.1 ā Spirit Manifest Realm Lv.2]
Zura mengangguk puas.
Zura:
"Kini⦠kau tidak lagi berada di bawah Frostveil mana pun."
---
āļø ADEGAN 4 ā WARISAN PRIMORDIAL AKTIF
Damien mengepalkan tangan.
Cahaya emas-bulan muncul di telapak tangannya.
Damien (datang tiba-tiba suara dalam pikirannya):
> "Teknik primordial ke-1:
Eclipse Pulse ā Moonlight Devour."
Damien tersenyum tipis.
Damien:
"Aku rasa⦠perjalanan ke Frostmourn akan jauh lebih mudah."
Hana:
"Kekuatanmu meningkat terlalu cepatā¦"
Rex:
"TOLONG JANGAN JADI VILLAIN BRO, KAMI TAKUT."
Damien menepuk bahu Rex.
Damien:
"Kalau aku jadi villain, kau kubuat jadi hewan peliharaan pertama."
Rex:
"AāAKU MAU JADI HERO SAJA KAK!!"
---
š ADEGAN 5 ā ORGANISASI GELAP MULAI BERGERAK
Di markas rahasia organisasi:
Laporan masuk ke lelaki berkuda gelap yang duduk di singgasana bayangan.
"Pemimpin⦠target tak terlindungi lagi.
Lyanna Frostveil berada jauh dari ayahnya."
Pemimpin itu tersenyum tanpa wajah.
"Bagusā¦
Bersiap. Kita culik dia pada malam kelima."
Di belakangnya, bayangan raksasa terbentuk.
"Dan bunuh Damien Valtreos jika dia menghalangi."
---
āļø ADEGAN PENUTUP ā LYANNA RUNTUH LAGI
Hari ketiga pelatihan.
Lyanna kembali terjatuh.
Tulang lengannya retak.
Tubuhnya luka memar.
Arcelian berjalan mendekat.
Arcelian:
"Menyerah?"
Lyanna menggeleng keras.
Lyanna:
"Tidakā¦
Damien pasti datang."
Arcelian berhenti.
Untuk sesaat⦠ia menatap adiknya dengan mata yang tak sedingin sebelumnya.
Arcelian:
"ā¦Kalau begitu, bangkitlah."
Di luar dinding es, dua anggota organisasi mengintip.
"Waktunya semakin dekatā¦"
---
š„ END CHAPTER 75
g
