WebNovels

Chapter 74 - Chapter 74

---

🔥 CHAPTER 74 — "Pelatihan Neraka Lyanna, Kebangkitan Damien, & Amarah Sunyi Zura"

(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 73)

---

❄️ ADEGAN PEMBUKA — DI ISTANA ES FROSTMOURN

Lyanna diseret masuk ke dalam istana es raksasa yang menjulang seperti gunung.

Di dalamnya, seorang pria berdiri sambil menyilangkan tangan.

Rambut putih keperakan. Mata biru pucat.

Tatapan yang lebih dingin dari ayahnya.

Arcelian Frostveil

— Kakak tertua Lyanna.

— Star Ascension Realm Tingkat 2.

— Pewaris Frostmourn berikutnya.

Arcelian:

"Adikku… kau sudah terlalu lama bermain-main."

Lyanna:

"Aku tidak—!"

Arcelian menghilang dan muncul tepat di depan Lyanna.

Sebuah tekanan bintang membuat lututnya hampir jatuh.

Arcelian:

"Kau ingin bersama Damien?"

Ia menyeringai.

"Buktikan dulu kau pantas hidup di dunia para kultivator."

Lyanna mengepal.

Air mata jatuh, tapi matanya tidak menyerah.

Arcelian:

"Baik. Mulai hari ini—

Pelatihan neraka dimulai.

Jika kau masih hidup dalam 7 hari…

barulah kita bicara."

---

🌑 ADEGAN 1 — DAMIEN TERBANGUN (2 HARI KEMUDIAN)

Damien membuka mata perlahan.

Tubuhnya nyeri seperti remuk.

Suhu ruangan masih dingin bekas serangan Aurelius.

Rex yang sedang menjaga langsung memekik.

Rex:

"BROOOO!!! KAU HIDUP!!! AKHIRNYA!!!"

Hana menampar tengkuknya.

Hana:

"Diam, dia baru bangun."

Damien tidak menanggapi teriakan itu.

Ia duduk, menahan sakit… namun matanya tajam.

Damien:

"…Lyanna. Di mana dia?"

Zura berdiri di pojok ruangan, tangan terlipat, aura hitamnya bergetar.

Zura:

"Dibawa ayahnya. Aku tidak bisa menghalangi…

Karena jika aku bergerak… seluruh kota akan hancur."

Damien menatap Zura.

Zura menunduk sebentar.

Zura:

"Tapi satu hal…

Jika aku bertarung serius, bahkan Aurelius pun tidak menang."

(Calamity Overlord Realm 5 > Calamity Overlord Realm 4)

Damien berdiri perlahan, darah hitam tipis keluar dari mulutnya.

Matanya menyala tajam.

Damien:

"…Aku harus mengejar Lyanna."

Namun suara misterius muncul lagi.

> "Tidak. Kau terlalu lemah.

Tapi… kekuatanmu sudah siap naik."

Damien merasakan aliran energi liar di seluruh tubuhnya.

---

⭐ ADEGAN 2 — TEROBOSAN BESAR DAMIEN

Zura mendekat, memasukkan energi hitam ke tubuh Damien.

Zura:

"Ini akan sangat sakit.

Kau siap?"

Damien mengangguk.

BOOOM—!!!

Seluruh ruangan bergetar.

Nadinya terbuka, inti energi berputar cepat.

Damien

[Core Formation Realm Lv.10 → Spirit Manifest Realm Lv.1]

Aura Damien meledak seperti badai hitam-bulan.

Rex terlempar ke belakang.

Rex:

"BROOOOO!!! KAU JADI MONSTER!!!"

Hana menatap serius.

Hana:

"Ekspansi aura… gila.

Ini bahkan di atas standar Spirit Manifest biasa."

Zura tersenyum tipis.

Zura:

"Bagus.

Kekuatanmu kini cukup untuk bertahan hidup."

Damien mengepal.

Damien:

"…Lyanna tunggu aku."

---

⚡ ADEGAN 3 — REX & HANA MENEROBOS JUGA

Zura melepaskan sedikit energi hitam.

Zura:

"Kalian berdua juga…

jangan terlalu lemah."

Energinya masuk ke tubuh mereka.

Rex

[Pulse Awakening Realm Lv.7 → Lv.8]

Hana

[Pulse Awakening Realm Lv.7 → Lv.8]

Rex:

"AKU MERASA SANGAT KUAT!!!"

Hana:

"Tidak, kamu tetap bodoh."

Rex:

"ISAHDUIASHDIUAHDI—!!"

Damien tersenyum kecil.

Mereka memang keluarga baginya.

---

🌙 ADEGAN 4 — ZURA MENGUNGKAP TARGET BARU ORGANISASI GELAP

Damien berdiri di luar penginapan.

Damien:

"Organisasi itu… masih mengejar Lyanna."

Zura mengangguk.

Zura:

"Ya.

Dan mereka mengincar sesuatu…

dari darah Frostveil."

Damien terdiam.

Zura melihat Damien dengan tatapan serius.

Zura:

"Apa pun yang terjadi… aku di pihakmu."

Ia mengangkat rambutnya pelan.

"Aurelius boleh Calamity Overlord Realm 4…

tapi jika dia menghalangimu lagi…

aku akan turun tangan."

Damien tersenyum tipis.

Senyum dingin yang menandakan tekad.

Damien:

"…Baik.

Mulai sekarang—

kita menuju Frostmourn Territory."

---

❄️ ADEGAN PENUTUP — LYANNA DI PELATIHAN NERAKA

Lyanna jatuh di tanah es.

Lututnya luka, napasnya tersengal.

Arcelian berdiri di atasnya.

Arcelian:

"Baru satu hari… dan kau sudah seperti ini?"

Lyanna berdiri lagi.

Dengan tekad yang menghancurkan rasa sakitnya.

Lyanna:

"…Aku harus kembali.

Damien menungguku."

Arcelian terdiam sejenak.

Senyum samar muncul.

Arcelian:

"Kalau begitu—

BERTAHANLAH."

Badai es menjatuhkan Lyanna berkali-kali.

Di kejauhan, bayangan organisasi gelap muncul lagi…

Mengamati Lyanna dari balik celah es.

Anggota Organisasi:

"Target terpisah dari ayahnya…

Ini kesempatan emas."

---

🔥 END CHAPTER 74

More Chapters