WebNovels

Chapter 54 - Chapter 54

──────────────────────────────

🌑🔥❄ CHAPTER 54 — "Kembalinya Pewaris yang Dibuang: Hari Pembantaian Klan Valtreos"

──────────────────────────────

Balkon istana Starfall Crest diterangi cahaya bintang.

Damien berdiri dengan angin malam menusuk kulitnya, jubah hitamnya berkibar seperti bayangan hidup.

Zura muncul di belakangnya dan berlutut.

"Master… persiapan sudah selesai. Kapal roh untuk perjalanan menuju Klan Valtreos telah disiapkan."

Damien mengangguk perlahan.

Auranya dingin, tapi terkendali—seolah seluruh emosinya telah dibekukan oleh dua bulan latihan neraka.

Rex berdiri di sisi lain, menunduk dengan hormat.

"Damien… kau yakin? Kau baru saja selesai dari pelatihan dua bulan…"

Hana meremas jubahnya gugup.

"Ya… jika kamu pergi sekarang, itu berarti… kamu benar-benar akan menghancurkan seluruh klanmu sendiri…"

Damien mengalihkan pandangan, matanya berwarna hitam-perak-ungu berkilau dingin.

> "Mereka bukan klanku."

"Mereka hanyalah sampah yang pernah membuangku demi menjaga kehormatan palsu."

Ia menggenggam pedang hitam-peraknya.

Udara bergetar.

> "Mereka mendapat kesempatan belasan tahun untuk berubah."

"Sekarang… sudah terlambat."

Di dalam kepalanya, suara Dewa Tertinggi muncul—tenang, namun penuh kekejaman tersirat.

> "Ini bagus, Damien. Balas dendam adalah proses pemurnian."

Kael Arclight ikut bicara.

> "Hancurkan yang perlu dihancurkan. Tapi jangan biarkan diri terjerat kebencian… fokus ke tujuanmu."

Damien tersenyum tipis.

"Aku tidak dibutakan oleh amarah, Ayah Bulan."

> "Aku hanya menagih hutang."

──────────────────────────────

🌑 PERJALANAN MENUJU KLAN VALTREOS

──────────────────────────────

Kapal roh hitam-perak meluncur di langit malam.

Di bawahnya, lautan awan memecah ketika energi lunar-cosmic Damien memancar.

Zura berdiri di depan kapal, rambut peraknya berkibar.

Ia tampak lebih seperti iblis penjaga yang siap membantai dunia.

"Master," katanya pelan.

"Ketika kita tiba… siapa target pertama?"

Damien menjawab tanpa ragu:

> "Kepala klan. Lalu sepupuku yang dulu memukul kepalaku dengan batu hanya untuk pamer."

"Setelah itu, semua pengikut yang menertawakan saat aku dibuang."

Rex mengangkat tangan gemetar.

"Damien… itu… banyak. Maksudku, banyak banget."

Hana menatap langit.

"Uh… Damien… kau yakin yang kau kejar balas dendam atau mau bikin festival pembantaian?"

Damien menatap mereka berdua dengan wajah datar.

> "Festival pembantaian itu terlalu berisik. Aku hanya ingin keheningan."

"Keheningan… setelah mereka hilang."

Rex: "...ya, itu lebih menyeramkan."

──────────────────────────────

🔥 KETIKA DAMIEN MENDEKATI KLAN VALTREOS—LANGIT GELAP

──────────────────────────────

Saat kapal roh mendekati teritori klan, sesuatu terjadi.

Langit runtuh.

Awan terbakar ungu.

Angin berhenti.

Tanah mengeluh.

Zura membuka mata lebar-lebar.

"Ini aura master… tapi berbeda."

Rex menelan ludah.

"Hana… apakah… apakah kamu melihat itu juga? Atau aku sudah gila?"

Hana pucat.

"Itu… bukan aura manusia…"

Damien berdiri di ujung kapal.

Bayangannya memanjang seperti bulan sabit tajam.

Kael Arclight bersuara lembut.

> "Damien… bentuk baru kekuatanmu mulai stabil."

Dewa Tertinggi menambahkan:

> "Biarkan mereka merasakan… kembalinya yang mereka panggil 'sampah'."

Damien mengangkat tangannya.

> "Moon-Eclipse Mode."

BUAAARRR—!!!

Seluruh wilayah berguncang.

Energi bulan ungu menyelimuti tubuhnya.

Bayangan cosmic melilit lengannya.

Pupil Damien berubah menjadi sabitan bulan perak dengan garis ungu di tengahnya.

Zura menunduk cepat.

"Master… Anda terlihat seperti… dewa pembantai."

Damien tersenyum tipis.

> "Bagus."

"Karena malam ini… dewa pembantai memiliki janji dengan Klan Valtreos."

──────────────────────────────

⚔️ TIBA DI PINTU GERBANG KLAN VALTREOS

──────────────────────────────

Gerbang besi raksasa tampak angkuh seperti dulu.

Dua penjaga berdiri, melihat Damien dan rombongannya.

"Apa urusan kalian—"

CRAAACK.

Damien tidak bicara.

Ia hanya mengayunkan jari.

Gerbang VALTREOS retak, lalu—

BOOM!!

—meledak menjadi debu.

Penjaga: "Ap— Siapa kau?!"

Damien berjalan melewati debu itu, angin malam menyisir rambut hitam-peraknya.

> "Damien."

"Damien Valtreos."

"Sampah yang kalian buang."

Penjaga ketakutan. "Itu… tak mungkin… Kau sudah mati!"

Damien menatapnya.

> "Kalau sudah mati… maka biarkan aku menyeret kalian ke dalam kematian bersamaku."

SLASH—!!

Satu tebasan tipis.

Kepala penjaga terjatuh tanpa suara.

Rex: "Oke… oke, Damien sudah masuk mode mencekam."

Hana: "Ini… pembantaian pertama dalam hidupku."

Zura tersenyum tipis, sangat puas.

"Permainan dimulai."

──────────────────────────────

🔥 KEPALA KLAN MUNCUL — TERKEJUT LIHAT DAMIEN HIDUP

──────────────────────────────

Suara teriakan terdengar dari aula utama.

"Kumpulkan semua tetua!! Ada penyusup!!"

Lalu sosok besar dan berotot keluar—

Kepala Klan Valtreos, pria dengan janggut perak dan mata dingin.

Ketika ia melihat wajah Damien…

Ia membeku.

"...Damien?"

Damien menatapnya datar.

> "Sudah lama, 'Ayah'."

Kepala klan mengepal.

"Kau… bukankah kau seharusnya—"

"—mati?" Damien menyelesaikan kalimat itu.

"Tampaknya dewa tidak menyetujui keinginanmu."

Damien memandang orang itu dari ujung kaki hingga kepala.

> "Hari ini… klanmu akan berakhir."

Kepala klan tertawa sinis.

"Kau pikir hanya karena bisa kultivasi sedikit—"

Sebelum ia selesai…

Damien muncul di depan wajahnya.

DUARRR—!!!

Sebuah tamparan—hanya tamparan—melemparkan kepala klan itu menembus 6 pilar.

Rex: "ITU TAMPARAN?!"

Hana: "ITU BUKAN MANUSIA LAGI."

Zura: "Master… indah sekali."

──────────────────────────────

🌑 PENUTUP CHAPTER 54

──────────────────────────────

Damien berdiri di tengah aula yang mulai runtuh.

Suara misterius berbisik:

> "Bersihkan tempat kelahiranmu."

Kael Arclight menambahkan:

> "Tapi jangan lupa… setelah ini, kita pergi menyelamatkan Lyanna."

Damien mengangguk.

> "Tentu."

"Aku tidak akan menyentuh Lyanna—sebelum dunia ini bersih dari mereka yang menyakitinya."

Ia mengangkat pedangnya.

Bayangan bulan sabit raksasa muncul di belakangnya.

> "Klan Valtreos…"

"Malam ini kalian lenyap."

TAMAT CHAPTER 54.

──────────────────────────────

More Chapters