WebNovels

Chapter 53 - Chapter 53

──────────────────────────────

🌑🔥❄ CHAPTER 53 — "Warisan Primordial Dibuka, Dewa Bulan Terbangun, dan Latihan Neraka 2 Bulan di Starfall Crest"

──────────────────────────────

★ LANJUTAN ADEGAN TERAKHIR

Damien berdiri, masih gemetar, darah menetes dari tangannya yang terkepal.

Zura berdiri diam di belakangnya, seperti bayangan mengancam.

Suara misterius terdengar pelan… namun kali ini suaranya berbeda.

Lebih dalam.

Lebih berat.

Seolah membawa seluruh beban kosmos.

> "Damien… waktunya tiba."

Damien memejamkan mata.

"Waktu untuk apa?"

Suara itu tertawa tipis, penuh ironi.

> "Waktu bagimu menerima—seluruh warisan Primordial milikku."

Langit bergetar.

Tanah retak.

Zura menunduk dalam-dalam.

Damien tertegun.

"Primordial… yang lengkap?"

> "Ya. Salah satu warisan terkuatku. Yang dulu bahkan diincar orang yang mengkhianati kami."

"Warisan yang seharusnya menimbulkan perang antar-dewa…"

"…tetapi kini kuberikan padamu."

Damien menahan napas.

"…Kenapa aku?"

Suara misterius berhenti sejenak.

Jawabannya… dingin.

Penuh dendam yang menekan ruang.

> "Karena kau…"

"…akan menjadi pedang balas dendam kami."

Bayangan samar dua sosok raksasa muncul di belakang Damien—

1. Dewa Tertinggi (suara misterius)

2. Dewa Bulan (ayah Kael)

Keduanya berdiri dibelakangnya seperti 2 roh ilahi yg sekarat

──────────────────────────────

★ WARISAN PRIMORDIAL AKTIF — DUNIA DALAM DAMIEN TERBELAH

Blaaaar—!!

Damien merasa tubuhnya diseret masuk ke "ruang dalam".

Langitnya hitam.

Bulan raksasa menggantung.

Di bawahnya laut energi primordial memancar liar.

Dewa misterius berdiri, tubuhnya seperti retak dan pecah—masih sekarat.

Di sampingnya, seorang pria dengan rambut hitam perak, mata bulan ungu tenang — Kael Arclight, Dewa Bulan, ayahnya Kael yang dulu.

Damien terhenyak.

"Kalian berdua… di dalam tubuhku?"

Dewa Bulan tersenyum santai.

"'Dalam tubuhmu' kedengarannya… tidak elegan, tapi kurang lebih begitu."

Dewa Tertinggi mendesis.

"Diam kau, Moon-Fossil."

Kael Arclight menaikkan alis.

"Fossil-mu pecah karena aku yang nolongin, ingat?"

"ITULAH MASALAHNYA!!"

Damien menghela nafas.

"…Kalian bertengkar bahkan dalam bentuk roh?"

Keduanya serempak menatap Damien.

> "Ini bonding, nak."

Damien: "...."

Zura di luar: "Master? Anda baik-baik saja?"

Damien: "Tidak tahu."

──────────────────────────────

★ PEMBERIAN WARISAN — LEDAKAN KEKUATAN

Dewa Tertinggi mengangkat tangan.

> "Primordial Legacy — FORMULASI PERTAMA."

"Cosmic Pulse Refinement."

Energi kosmik murni menghantam inti tubuh Damien.

BOOOOMMMMM—!!!

Tulangnya bergetar.

Darahnya mendidih.

Nadi spiritualnya melebar 5 kali lipat.

Suara Notifikasi Ilahi terdengar:

> [ Essence Flow Realm → Tingkat 8 ]

[ Semua teknik meningkat satu kelas ]

[ Lunar Shadow Mode → Evolusi: Moon-Eclipse Form ]

[ Shadow-Lunar Hybrid Resonance → Stabil 40% ]

Damien terengah.

"Ini… luar biasa."

Dewa Tertinggi tersenyum dingin.

"Baru permulaan."

Kael Arclight maju dan menekan dahi Damien.

> "Kau menerima teknik bulan suci milikku—"

"—Lunar Deicide Arts: Crescent God-Slayer Step."

Damien hampir tersedak.

"…Ini teknik untuk membunuh dewa?"

Kael Arclight mengangguk santai.

"Sering kupakai dulu. Sangat efisien."

Dewa Tertinggi mendesis.

"Kau dan hobimu membunuh dewa…"

"Apa? Kau iri?"

"Aku BENCI MENGAKUINYA."

Damien: "...Please."

Zura di luar: "Master, tubuh Anda mulai bersinar ungu-cosmic…"

Damien menutup face-nya.

"…Aku tau, Zura."

──────────────────────────────

★ DAMIEN, REX, HANA — DIUNDANG KE ISTANA STARFALL CREST

Cahaya teleportasi terbentuk.

Damien, Zura, Rex, dan Hana tersedot ke dalam.

Mereka muncul di aula raksasa yang dipenuhi bintang biru.

Kaisar Starfall Crest berdiri di singgasananya.

Rambut putih emas, mata memancarkan bintang kecil.

Ia menatap Damien tajam—lalu… tersenyum hormat?

"Selamat datang, Pewaris Primordial."

Damien tersentak.

"Itu… salah paham. Aku—"

Dewa Tertinggi berbisik di kepala Damien:

> "BIARKAN. MEREKA TAKUT PADA PEWARIS PRIMORDIAL. GUNAKAN KEUNGGULAN ITU."

Kael Arclight menimpali:

> "Betul. Lagipula kau memakainya dengan baik untuk mengancam calon ayah mertua, kan?"

Damien: "Kalian berdua… tolong diam."

Kaisar tertawa kecil.

"Kau, Rex, dan Hana akan melakukan latihan tertutup di istana ini selama dua bulan."

"Tak ada yang boleh mengganggu kalian."

Damien mengangguk.

Rex menelan ludah.

"Dua bulan… di bawah istana paling misterius?"

Hana gemetar.

"Ini… sebuah kehormatan."

Zura berdiri di belakang Damien seperti malaikat maut.

"Aku akan membunuh siapapun yang mengganggu Master."

Kaisar: "…Iya, jangan."

──────────────────────────────

★ 2 BULAN PELATIHAN TERTUTUP — HASIL AKHIR

WAKTU BERLALU — 2 BULAN.

Suara misterius & ayah Kael terus melatih Damien dalam ruang batin.

Kael Arclight mengajarinya seni bulan suci.

Dewa Tertinggi mengajarinya kontrol primordial.

Damien merasakan tubuhnya dimurnikan dari dalam.

Rex dan Hana juga memperoleh peningkatan besar dari energi bintang istana.

Setelah dua bulan selesai…

Notifikasi Ilahi Menggema:

> [ Damien: Essence Flow Realm → Tingkat 10 ]

[ Rex: Core Formation Realm 5]

[ Hana:Core Formation Realm 4 ]

[ Zura: Stabil di Calamity Overlord Peak ]

Damien membuka mata—

pupilnya berubah:

Hitam–perak–ungu

campuran dari

bayangan, bulan, dan primordial.

Kael Arclight berkomentar:

> "Putih? Biru? Ungu? Kau mau jadi lampu RGB?"

Dewa Tertinggi menanggapi:

> "Setidaknya dia bukan bola disco bulan."

Kael Arclight: "MAKSUDMU APA?!"

Damien:

"…dua bulan ini menyiksa mental."

──────────────────────────────

★ PENUTUP CHAPTER

Damien berdiri di balkon istana bintang.

Ia menatap ke arah timur—ke wilayah Frostmourn.

Ke tempat Lyanna diseret.

Wajahnya kembali dingin.

"Lyanna… tunggu aku."

Kael Arclight berkata lembut:

> "Anak itu masih hidup. Tapi dilatih secara brutal."

Dewa Tertinggi menambahkan:

> "Saat ranahmu sempurna… kita akan pergi mengambilnya."

"Dan memburu pengkhianat lama kami."

Damien menggenggam pedangnya.

"Baik."

"Waktunya aku membalas semuanya."

──────────────────────────────

🔥❄ END CHAPTER 53 ❄🔥

─────────────────────────

More Chapters