WebNovels

Chapter 6 - BAB 6: SHUNPO DAN PISAU JAGAL NERAKA

Setelah Rangiku menyelesaikan ujiannya dengan hasil yang memuaskan, atmosfer di dalam Ruang Simulasi tidak lantas mereda. Sebaliknya, hawa panas mulai merambat dari sudut arena. Ikumi Mito berdiri di sana, mengencangkan ikatan kain di kepalanya. Pisau daging raksasanya, Hell Broiler, sudah bersandar di bahunya, mengeluarkan uap tipis yang mendesis.

Namun, sebelum aku memulai ujian untuk Ikumi, ada satu hal yang harus dipahami oleh siapa pun yang berani menantang armada kami.

Di dunia ini, Angkatan Laut memiliki Soru—teknik bergerak secepat kilat dengan menendang tanah sepuluh kali dalam sekejap. Tapi bagi kami, Soru hanyalah dasar yang kasar.

Selama enam belas tahun, aku melatih para gadisku untuk menguasai Shunpo (Langkah Kilat). Berbeda dengan Soru yang mengandalkan ledakan otot kaki yang kasar, Shunpo adalah teknik pergerakan tingkat tinggi yang memadukan koordinasi saraf dan frekuensi pijakan yang dua kali lebih cepat dari Soru. Tanpa perlu energi spiritual, murni menggunakan kekuatan fisik yang ditempa gravitasi ekstrem, Shunpo memungkinkan penggunanya berpindah tempat seolah menghilang dari dimensi ini.

Jika Soru adalah lari cepat, maka Shunpo adalah teleportasi fisik. Dan hari ini, Ikumi akan menunjukkan betapa ngerinya kombinasi kecepatan itu dengan kekuatan penghancur.

"Sistem," suaraku memecah keheningan. "Muat Skenario: Tanah Gersang - Wilayah Kuri. Target: Jack the Drought. Tingkat Kekuatan: Komandan Ketiga Yonko."

[Menerima Perintah. Mengonfigurasi Lingkungan... Memuat Proyeksi Simulasi. Peringatan: Ketahanan Fisik Target Berada di Level Absolut.]

Ruangan putih itu seketika berubah. Langit menjadi mendung kelabu, tanah di bawah kaki kami menjadi kering dan retak-retak. Di depan Ikumi, sebuah bayangan raksasa muncul. Sosok pria dengan tubuh seperti gunung, rambut pirang kepang dua, dan sepasang gading besar di bahunya.

Jack the Drought. Pria yang dikenal sebagai bencana berjalan dari Bajak Laut Binatang Buas.

"Grararara... Seekor semut kecil ingin menantangku?" Proyeksi Jack meraung, suaranya menggetarkan udara. Ia mengeluarkan sepasang pedang sabit raksasa, Shotel, dari punggungnya.

Ikumi Mito tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan senyum dingin.

[Shunpo]

Wusss!

Dalam sekejap mata, Ikumi menghilang dari tempatnya berdiri. Jack terbelalak, insting hewani Zoan-nya berteriak waspada, namun ia terlambat.

BAM!

Ikumi muncul tepat di atas kepala Jack, pisau daging raksasanya terayun ke bawah dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Jack secara refleks mengangkat kedua pedang sabitnya untuk menangkis.

KRAAAAAGH!

Benturan itu menciptakan gelombang kejut yang meledakkan tanah di sekeliling mereka hingga radius sepuluh meter. Jack terkejut; kekuatan fisik gadis di depannya ini tidak masuk akal. Meskipun tubuh Ikumi jauh lebih kecil, tekanan yang ia berikan terasa seperti ditabrak oleh kapal perang.

"Bocah sialan!" Jack meraung, otot-ototnya membengkak saat ia berubah ke wujud manusianya yang paling kuat. Ia mengayunkan pedangnya dalam putaran liar, mencoba mencabik Ikumi.

Ikumi melompat mundur, kakinya bergerak dalam pola Shunpo yang rumit, membuatnya tampak seperti memiliki bayangan di mana-mana. Jack kebingungan, serangannya hanya memotong udara kosong.

"Dagingmu terlalu keras untuk dipotong biasa, Jack," suara Ikumi terdengar dari segala arah. Ia berhenti sejenak, memegang gagang pisaunya dengan kedua tangan.

"Shikai... Bakar hingga garing, Hell Broiler!"

Pisau daging raksasa itu seketika memerah membara. Api merah tua yang pekat—hasil dari perpaduan kemampuan senjata dan Busoshoku Haki tingkat tinggi—menyelimuti seluruh bilahnya. Suhu di sekitar arena melonjak drastis, tanah yang tadinya kering kini mulai mencair menjadi lava kecil di bawah kaki Ikumi.

Ikumi melesat maju lagi. Kali ini ia tidak mengincar kepala, melainkan persendian Jack.

Clang! Clang! Burn!

Setiap kali pisau Ikumi berbenturan dengan pedang Jack, bukan hanya benturan fisik yang dirasakan sang Komandan Yonko, tapi juga panas yang membakar Haki-nya. Hell Broiler dirancang khusus untuk memakan pertahanan lawan; semakin keras Jack mencoba menahan dengan Haki, semakin besar api Ikumi berkobar.

"Kau hanya bencana bagi orang lemah, Jack," ejek Ikumi. Ia menggunakan Shunpo untuk muncul di bawah perut Jack. "Hellish Searing Slash!"

Sebuah tebasan api vertikal meledak ke atas. Jack meraung kesakitan saat kulit tebalnya—yang bahkan bisa menahan serangan meriam—kini terbelah dan hangus. Darah digital menyembur, namun langsung menguap karena panas ekstrem.

Jack yang murka kehilangan kendalinya. Ia berubah sepenuhnya menjadi bentuk Mammoth raksasa. "Stampede!"

Gajah raksasa itu menerjang dengan kekuatan yang sanggup meratakan sebuah gunung. Tanah bergetar hebat. Tidak ada ruang untuk menghindar di area terbuka ini.

Di tribun, Yoruichi bersiul. "Wah, Ikumi dalam masalah."

"Tidak," sahut Unohana pelan dengan senyum tenang. "Ikumi paling benci jika makanannya mencoba melarikan diri."

Ikumi tidak menghindar. Ia berdiri tegak di jalur terjangan Mammoth tersebut. Ia melapisi seluruh tubuhnya dan pisaunya dengan Busoshoku Haki: Koka hingga mengkilap seperti obsidian hitam.

"Bankai... Hellish Kitchen: Great Cleaver of the Sun!"

Pisau dagingnya membesar dua kali lipat, apinya berubah menjadi putih kebiruan. Ikumi mengayunkan pisaunya dalam satu tebasan diagonal yang sangat kuat.

BOOOOOOMMMMM!

Seluruh Ruang Simulasi bergetar. Cahaya putih menyilaukan menelan sosok Ikumi dan Mammoth raksasa itu. Benturan antara berat Mammoth seberat ratusan ton dan tebasan api Haki Ikumi menciptakan ledakan seismik yang merobek langit simulasi.

Saat cahaya memudar, Ikumi berdiri dengan punggung membelakangi Jack. Pisau raksasanya masih membara, uap keluar dari sela-sela giginya yang terkatup. Pakaian latihannya robek di bagian bahu, dan darah mengalir dari luka gores di lengannya.

Di belakangnya, bentuk Mammoth Jack kembali menjadi manusia. Sebuah luka tebasan diagonal yang sangat besar dan hangus membentang dari bahu hingga pinggangnya. Jack jatuh berlutut, napasnya tersengal, matanya membelalak tidak percaya bahwa seorang "manusia biasa" bisa menandingi ketahanan fisik seorang komandan Bajak Laut Binatang Buas.

Ting!

[Simulasi Dihentikan.] [Analisis Data: Karakter Ikumi Mito mampu menembus pertahanan fisik mutlak Target Komandan Ketiga Yonko.] [Hasil Akhir: SERI (Kualifikasi Lulus).]

Dunia virtual memudar. Ikumi mengembuskan napas panjang, menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia menyarungkan Hell Broiler ke punggungnya, lalu mengusap keringat di dahinya dengan lengan bajunya.

"Dagingnya benar-benar liat," gumam Ikumi. Ia menoleh ke arahku, matanya kembali menunjukkan binar ceria yang biasa. "Tapi aku sudah punya resep yang pas untuk mengolahnya nanti di Dunia Baru, Arthur!"

Aku melompat turun, memberikan jempol kepadanya. "Kerja bagus, Koki. Kau membuktikan bahwa kekuatan fisik dan panas Haki-mu adalah kombinasi mematikan."

Kru yang lain bersorak, merangkul Ikumi yang tampak kelelahan namun puas. Aku beralih menatap barisan krunya yang lain.

"Selanjutnya... kita akan beralih ke strategi dan intelijen. Yor, Lena, Fujiko... bersiaplah. Kita akan menguji apakah kecepatan dan ketepatan kalian bisa menjinakkan monster dari klan Charlotte."

Status Karakter (End of Training):

Ikumi Mito: Level Komandan ke-3 Yonko (Setara Jack/Cracker).

Skill Spesialis: Anti-Tank (Menghancurkan pertahanan fisik lawan dengan panas Haki).

Haki: Busoshoku (Tingkat Tinggi - Tipe Panas), Kenbunshoku (Dasar).

More Chapters