WebNovels

Chapter 2 - CAHAYA DI HUTAN KELAM

Di sebuah desa kecil bernama Lareth, hiduplah seorang pemuda bernama Arven. Ia hanyalah anak tukang kayu yang hidup sederhana di pinggir hutan besar yang dikenal sebagai Hutan Kelam.

Penduduk desa selalu berkata satu hal:

"Jangan pernah masuk ke Hutan Kelam setelah matahari terbenam."

Konon, di dalam hutan itu terdapat makhluk kuno dan sihir yang telah lama dilupakan.

Namun suatu malam, kehidupan Arven berubah.

Saat pulang dari sungai, ia melihat cahaya biru misterius di tengah hutan. Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Ia melangkah masuk ke dalam hutan yang selama ini dilarang.

Semakin dalam ia berjalan, semakin sunyi suasana di sekitarnya.

Tiba-tiba tanah bergetar.

Di hadapannya muncul sebuah pedang tua yang tertancap di batu hitam, memancarkan cahaya biru yang sama.

Saat Arven menyentuh gagangnya, sebuah suara terdengar di dalam pikirannya.

"Pewarisku akhirnya datang…"

Cahaya pedang itu meledak seperti bintang jatuh.

Arven terlempar ke tanah, namun ketika ia bangun kembali, matanya bersinar samar.

Sebuah kekuatan aneh mengalir di tubuhnya.

Ia kini dapat merasakan mana—energi sihir yang selama ini hanya dimiliki para penyihir kerajaan.

Namun Arven tidak tahu satu hal.

Pedang itu bukan sekadar senjata.

Itu adalah kunci untuk membuka gerbang dunia kuno, tempat para naga dan dewa yang telah lama tidur.

Dan sejak malam itu…

Seseorang di kejauhan mulai memperhatikan kebangkitan kekuatan tersebut.

Di menara hitam kerajaan, seorang penyihir tua membuka matanya.

"Pewaris pedang itu… akhirnya muncul."

Petualangan Arven baru saja dimulai.

More Chapters