WebNovels

Chapter 1 - Tanpa nama

RAJA TEGA

BAB 21: KEMBALINYA KEMAKMURAN

Setelah beberapa bulan menyelesaikan ancaman dari Alam Terlarang, Kerajaan Kayangan Gelap memasuki masa kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sawah-sawah subur menghasilkan panen melimpah, pasar-pasar ramai dengan pembeli dan penjual, dan anak-anak bermain dengan riang tanpa rasa takut.

Zarakiel kini menghabiskan sebagian waktunya untuk mengajar di Sekolah Balan. Dia mengajarkan anak-anak tentang pentingnya keseimbangan alam semesta dan bagaimana menggunakan kekuatan dengan bijak.

"Sekarang kamu semua tahu bahwa kekuatan tidak hanya datang dari kekerasan," ujar Zarakiel kepada sekelompok anak-anak yang sedang mendengarkan dengan saksama. "Kekuatan sejati ada dalam kemampuan kita untuk melindungi yang lemah dan membantu orang lain."

Saat sedang mengajar, seorang murid kecil bernama Kael Jr.—yang dinamai setelah kepala pasukannya—mengangkat tangannya. "Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan jika ada orang yang melakukan kesalahan dan tidak mau memperbaiki diri?"

Zarakiel tersenyum dan menjawab, "Kita harus tetap memberi kesempatan, namun juga tidak boleh membiarkan kesalahan itu menyakiti orang lain. Kadang kala, tegasan dengan kasih sayang lebih kuat daripada kekerasan."

BAB 22: RENCANA BARU DARI SURGAWI

Raphael datang lagi ke Kayangan Gelap dengan berita menggembirakan. Pemimpin Surgawi ingin mengadakan pertemuan besar antar semua kerajaan di alam semesta untuk membahas pembentukan Liga Perlindungan Alam Semesta.

"Kita ingin Anda menjadi ketua liga tersebut, Zarakiel," kata Raphael dengan tatapan penuh penghormatan. "Pengalaman dan kebijaksanaan Anda telah membuktikan bahwa Anda layak memimpin kita semua."

Zarakiel merasa terhormat namun juga sedikit ragu. "Aku pernah melakukan banyak kesalahan di masa lalu. Apakah mereka benar-benar mau menerima diriku sebagai pemimpin?"

"Semua orang bisa berubah, dan kamu telah membuktikannya dengan tindakanmu," jawab Raphael. "Kita percaya bahwa denganmu sebagai ketua, liga ini akan berhasil menjaga perdamaian dan keseimbangan."

Setelah berpikir matang, Zarakiel menyetujui tawaran tersebut. Dia segera mulai merencanakan pertemuan bersama dengan perwakilan dari berbagai kerajaan, termasuk Kerajaan Laut Dalam, Kerajaan Hutan Mistik, dan Kerajaan Gunung Salju.

BAB 23: PERTEMUAN ANTAR ALAM

Pada hari yang telah ditentukan, ribuan perwakilan dari berbagai alam berkumpul di dataran terbuka di tengah Kayangan Gelap. Tempat tersebut telah dihiasi dengan dekorasi dari berbagai kerajaan, menunjukkan keragaman dan persatuan mereka.

Zarakiel berdiri di atas panggung yang megah dan menyampaikan pidatonya. "Kita semua datang dari latar belakang yang berbeda, dengan kekuatan dan budaya yang berbeda pula. Namun kita memiliki tujuan yang sama—melindungi alam semesta dan menjaga perdamaian bagi generasi mendatang."

Pidatonya disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Selama pertemuan berlangsung, mereka membahas berbagai hal mulai dari cara menangani ancaman alam, program pertukaran budaya, hingga pembentukan pasukan khusus yang siap bertindak kapan saja jika ada bahaya.

Pada akhir pertemuan, Liga Perlindungan Alam Semesta resmi dibentuk dengan Zarakiel sebagai ketua. Setiap kerajaan memberikan kontribusi mereka masing-masing, dan janji untuk saling membantu dalam suka dan duka.

BAB 24: KEHADIRAN YANG DI TUNGGU

Beberapa hari setelah pertemuan berakhir, Zarakiel mendapatkan kabar bahwa anak Balan yang telah diselamatkan—bernama Rian—telah berhasil menyelesaikan pelatihan khusus dan ingin menjadi bagian dari pasukan liga.

"Saya ingin membayar utang keluarga saya kepada kerajaan," ujar Rian saat menghadap Zarakiel. "Ayah saya tidak pernah bermaksud mengkhianati Anda, dan saya ingin membuktikan bahwa keluarga kami layak dipercaya."

Zarakiel mengangguk dengan senyum. "Aku sudah memaafkan ayahmu, Rian. Dan aku percaya bahwa kamu akan menjadi anggota pasukan yang baik. Namun ingat—tugas kamu bukan untuk membayar utang, melainkan untuk melindungi orang-orang yang tidak bersalah."

Rian kemudian diterima sebagai anggota muda di pasukan elit liga. Dia dengan cepat menunjukkan bakatnya dalam strategi perang dan penyelamatan, membuat banyak orang terkesan dengan kemampuannya.

Pada malam hari, Zarakiel melihat Rian sedang berlatih dengan giat. Dia merasa bahwa segala kesalahan masa lalunya telah mulai menemukan jalan pembaikan, dan itu membuat hatinya merasa lega.

BAB 25: MASA DEPAN YANG CERAH

Setelah satu tahun Liga Perlindungan Alam Semesta berdiri, kondisi alam semesta semakin baik. Ancaman dari makhluk atau kekuatan jahat semakin berkurang, dan hubungan antar kerajaan menjadi lebih erat.

Zarakiel mengadakan perayaan khusus untuk merayakan pencapaian tersebut. Seluruh rakyat Kayangan Gelap berkumpul bersama dengan perwakilan dari berbagai alam untuk merayakan kemenangan dan persatuan.

Pada saat itu juga, Sylvana datang membawa berita bahagia. "Anakku, aku telah mendapatkan izin untuk tinggal bersama kamu di kerajaan ini," ujarnya dengan senyum bahagia. "Aku ingin melihat bagaimana kerajaan ini berkembang di bawah kepemimpinanmu."

Zarakiel sangat senang dan segera menyambut ibunya dengan hangat. Mereka berjalan bersama di sekitar istana, melihat rakyat yang bahagia dan kerajaan yang makmur.

"Lihatlah apa yang telah kamu capai," kata Sylvana sambil menunjuk ke arah kota yang ramai. "Kamu telah mengubah diri dari raja iblis yang tega menjadi pemimpin yang dicintai oleh semua orang."

Zarakiel tersenyum dan menjawab, "Semuanya tidak mungkin terjadi tanpa dukunganmu, ibu, dan semua orang yang telah memberiku kesempatan untuk berubah. Masa lalu kita mungkin penuh dengan kesalahan, tetapi masa depan kita adalah milik kita untuk dibuat lebih baik."

Di kejauhan, matahari mulai terbenam, memberikan warna keemasan pada langit Kayangan Gelap. Sebuah tanda bahwa setiap hari yang baru adalah kesempatan untuk melakukan hal yang baik dan membawa perubahan positif bagi dunia.

More Chapters