WebNovels

Chapter 1 - Prolog.

Di sebuah apartemen kecil di kota metropolitan yang sibuk, seorang pria berusia 25 tahun bernama Alex duduk di depan layar komputer, mata lelah tapi berbinar. Layar menampilkan episode terakhir Kuroko no Basket, suara sorak-sorai penonton dan pantulan bola basket memenuhi ruangan. "Man, kalau aku bisa hidup di dunia itu," gumamnya sambil menghela napas. Alex adalah penggemar berat anime itu—dia tahu setiap detail: misdirection Kuroko yang seperti hantu, lompatan monster Kagami, copy ability Kise, atau zona Akashi yang tak terkalahkan. Tapi hidupnya sendiri? Biasa saja. Kerja kantor, rutinitas monoton, dan mimpi yang tak pernah terwujud untuk menjadi atlet basket.

Malam itu, hujan deras mengguyur jalanan. Alex melangkah keluar untuk beli makanan, tapi nasib berkata lain. Sebuah mobil melaju kencang di tikungan licin, dan dalam sekejap, dunia menjadi gelap. Rasa sakit singkat, lalu keheningan. "Ini akhirnya?" pikirnya samar-samar. Tapi bukan kegelapan abadi yang menyambutnya. Sebaliknya, cahaya putih menyilaukan, dan suara samar seperti hembusan angin.

Ketika mata Alex terbuka lagi, dia bukan lagi di tubuh dewasa yang lelah. Dia berada di kamar sederhana bergaya Jepang, tubuhnya ringan dan muda—seperti remaja berusia 15 tahun. Cermin di dinding menunjukkan wajah asing: rambut hitam pendek, mata cokelat tajam, dan postur atletis yang tak pernah dia miliki sebelumnya. "Ini... ini bukan mimpi," bisiknya, jantung berdegup kencang. Nama barunya? Haruto Tanaka, siswa SMP Teiko yang baru saja bergabung dengan klub basket.

Dunia di sekitarnya familiar—papan pengumuman sekolah menyebut "Generation of Miracles", koran olahraga membahas kemenangan Teiko yang tak terhentikan. Haruto—atau Alex di dalamnya—menyadari: Dia telah bereinkarnasi ke dunia Kuroko no Basket, tepat di jantung tim legendaris itu. Tapi bukan sebagai anggota biasa. Pengetahuan dari dunia lamanya memberinya keuntungan: Dia tahu plotnya, tahu kelemahan Akashi, tahu bagaimana Kuroko akan meninggalkan tim karena perbedaan filosofi.

Saat latihan pertama, Haruto berdiri di lapangan gym Teiko, bola basket di tangan. Kuroko, dengan kehadiran hantu-nya, melintas di samping tanpa disadari. Akashi memerintah dengan mata emperor-nya, Aomine mendominasi dengan kecepatan kilat. "Aku bisa mengubah semuanya," pikir Haruto, senyum tipis terukir di bibirnya. Tapi apakah dia akan bergabung dengan Miracles, atau justru menjadi bayangan yang menghancurkan mereka dari dalam? Dunia basket ini bukan lagi sekadar anime—ini realitas barunya, di mana setiap dribble bisa mengubah nasib.

Dan begitulah, perjalanan Haruto dimulai, dari penggemar biasa menjadi pemain yang mungkin mengguncang fondasi Generation of Miracles.

More Chapters