WebNovels

Chapter 4 - Awal permulaan

Tim akademi Throne telah melawan monster selama sekitar 3 jam. Malrik dan Thyrel sudah sangat lelah dan kehabisan tenaga ketika Throne datang untuk membantu.

"Hahaha... Kirain kalian kuat, ternyata sangat lemah!" ujar monster dengan kesombongan.

Energi ku hampir habis, isi hati Malrik.

Sring... Sring... Dukk... Dukk... Suara serangan monster menyambar ke arah Malrik dan Thyrel.

"Teman-teman!" teriak Throne.

Malrik dan Thyrel sudah berlumuran darah dan kelelahan. Akhirnya Throne maju ke depan.

"Kalian istirahat dulu saja!" kata Throne.

"Itu monster tingkat menengah! Kamu harus hati-hati, Throne!" kata Thyrel.

"Ya!" jawab Throne dengan tegas.

Malphas, tolong bantu aku, pikir Throne.

"Baiklah... Kita akan menggabungkan jiwa kita sementara waktu," jawab Malphas.

Setelah seribu tahun terkurung, Malphas akhirnya bisa menggunakan tubuh Throne dengan leluasa, sambil tersenyum lebar.

"Aura dari bocah ini sangat kuat!" monster mulai menunjukkan rasa takut.

"Hahaha... Setelah seribu tahun, akhirnya aku bebas!" ketawa Malphas dengan suara menggelegar.

"Haa... Itu monster legendaris—Malphas!" kedua monster tingkat menengah level 1 itu menangis ketakutan.

"Kabur dulu aja!" salah satu monster mencoba melarikan diri.

"Woy... Woy! Kalian mau kemana? Tadi kan suka bilang mau main-main!" kata Malphas sambil mengejar mereka.

"Soul Devour!" serang Malphas dengan kekuatan melahap jiwa.

"Tidak...!" kedua monster langsung terserap jiwanya dan lenyap.

"Ini kekuatan untuk melahap jiwa...," bisik Malrik dengan kagum.

Kirain Throne lemah, ternyata sangat kuat, isi hati Malrik.

"Kamu benar-benar hebat, Throne!" puji Thyrel.

Kedua monster tingkat menengah level 1 itu takluk dalam sekejap berkat kekuatan Malphas.

Hebat sekali, Malphas, ucap Throne dalam hati.

"Semua yang ada di hadapanku akan menjadi sampah!" ujar Malphas dengan senyum jahat.

Cukup saja, kembalikan kontrol tubuhku, kata Throne kepada Malphas.

"Baiklah. Sekarang kita ambil mutiara yang ada di puncak gunung," kata Throne kepada teman-temannya.

"Ayo!" seru Malrik dan Thyrel bersamaan.

Setelah berhasil mengambil mutiara di gunung, tim Throne kembali dengan selamat membawa mutiara itu.

"Itu mereka! Mereka kembali! Tapi mereka terluka parah!" teriak penonton.

"Keempat peserta berhasil kembali dengan selamat! Jadi pemenangnya adalah keempat mereka beramai-ramai!" ujar ketua akademi.

"Terima kasih tadi sudah menyelamatkan dan menyembuhkan aku," ujar Liora sambil tersenyum ke arah Throne.

"Kamu juga hebat, Throne," tambah Malrik yang masih merasa kagum.

Semua peserta mendapatkan penguatan kekuatan masing-masing serta hadiah uang yang banyak.

"Selamat untuk seluruh peserta akademi! Semuanya akan mendapatkan hadiah sesuai prestasi yang telah dicapai!" pengumuman ketua akademi.

"Kita semua harus berpisah di sini. Masing-masing punya tujuan untuk membasmi iblis," kata Malrik.

Kamu harus selalu hati-hati, Throne, isi hati Liora yang merasa khawatir.

"Makasih ya, Throne. Tadi kamu sudah menyembuhkan aku dan membantu kita semua," kata Thyrel.

"Sama-sama... Semoga kita semua berhasil dalam tujuan kita," jawab Throne.

Mereka pun berpisah dan menjalani jalan masing-masing untuk melanjutkan perjuangan membasmi iblis.

"Throne, kamu harus berlatih keras selama bertahun-tahun ke depan," perintah Malphas.

"Saya akan menjadi lebih kuat untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan yang dibuat iblis!" kata Throne dengan tekad bulat.

Throne pun mulai berlatih dengan sungguh-sungguh selama bertahun-tahun agar bisa membuka segel kekuatan yang ada di dalam dirinya.

 

7 Tahun Kemudian

Throne yang dulunya berusia 15 tahun, kini telah berusia 22 tahun dan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Satu per satu segel kekuatannya terbuka, karena di dalam tubuhnya terdapat lima tanda kekuatan khusus: Void Mark, Iron Mark, Reaper Mark, Decay Mark, dan Chrono Dominion.

Seribu tahun lalu, ada dua iblis penghancur dunia yaitu Malphas dan Vorax. Vorax selalu ingin mengambil kekuatan Malphas karena melihatnya sebagai iblis yang tak terkalahkan. Awalnya Vorax berada di bawah kekuatan Malphas, namun ia menyerap kekuatan ayahnya yang setara dengannya, bahkan memakan saudara-saudaranya sendiri hingga akhirnya kekuatannya bisa menyamai atau bahkan melampaui Malphas. Identitas Vorax tidak diketahui setelah perang seribu tahun lalu.

Kini Vorax telah bisa mengubah manusia menjadi monster. Dulu ia kalah dalam perang dan hampir mati, namun dengan menggunakan kekuatan untuk menipu jiwa, ia berhasil melarikan diri dan membutuhkan ratusan tahun untuk menyembuhkan diri. Sekarang ia menjadi jauh lebih kuat, dan Malphas merasakan aura yang sangat kuat yang bahkan melebihi dirinya sendiri.

Untuk mengalahkan Vorax, Throne masih membutuhkan waktu—mungkin puluhan atau bahkan ratusan tahun lagi untuk menguasai seluruh kekuatannya.

More Chapters