WebNovels

Chapter 1 - Prolog

PECAHAN DI TERMINAL 3

Jakarta, tujuh tahun yang lalu.

Suara bising Bandara Soekarno-Hatta terasa seperti dengung yang menyakitkan di telinga Elena. Di depannya berdiri Arthur—laki-laki yang selama setahun terakhir menjadi dunianya. Namun hari ini, Arthur yang berdiri di sana terasa seperti orang asing. Bahunya tegap, dagunya terangkat tinggi, dan tatapannya kosong.

"Aku harus kembali ke London, Elena. Ke tempat yang seharusnya," ujar Arthur datar. Nada suaranya seolah mereka hanya rekan bisnis yang sedang berpamitan.

"Tapi kenapa harus memutus semuanya, Arthur?" suara Elena bergetar.

"Karena aku tidak punya waktu untuk drama remaja seperti ini," balas Arthur dingin, egonya menyelimuti setiap kata yang keluar. "Keluarga Montgomery tidak dibangun dengan surat cinta dan jarak jauh. Simpan waktumu untuk hal lain, El."

Arthur berbalik tanpa sekali pun menoleh. Ia berjalan menjauh menuju gerbang keberangkatan, membawa pergi separuh jiwa Elena bersamanya. Gadis itu berdiri mematung, meremas sebuah gantungan kunci kecil berbentuk Big Ben di tangannya—sebuah hadiah yang tak pernah sempat ia berikan.

Saat itu Elena tidak tahu, bahwa tujuh tahun kemudian di kota yang sama dengan menara jam itu, waktu akan memaksa mereka untuk kembali saling mendengar.

More Chapters