WebNovels

Chapter 119 - Chapter 119

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 119 — "Pemburu Kelas Tinggi, Ritual Lunar, & Pertaruhan Nyawa di Gua Beku"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 1 — Aura Berat yang Menginjak Tanah

Gua bergetar seperti sedang diinjak gunung.

Batu-batu di langit-langit rontok perlahan.

Rex langsung mengangkat tombaknya.

"Bro… ini beda. Ini kayak… kayak ada calamity kecil jalan ke sini!"

Hana menelan ludah.

"Ini pasti pemburu kelas tinggi… kekuatan setingkat Spirit Manifest tingkat maksimal atau lebih."

Damien masih bersila, mata tertutup, kedua telapak tangan menahan cahaya lunar yang mengalir ke tubuh Zura.

Retakan Zura mulai bersinar stabil.

Damien:

"Jangan biarkan dia masuk. Kalau ritual putus… Zura hilang."

Rex (panik):

"GIMANA CARA NAHAN??"

Damien tetap tenang.

"Kau dan Hana Essence Flow tingkat 5. Setidaknya bisa memperlambatnya. Aku akan ikut… kalau Zura sudah stabil."

Zura mengerang pelan.

"Tuan Damien… saya bisa bertahan… cepatlah…"

Damien menggenggam tangan Zura sedikit lebih kuat.

"Tidak. Kau tidak akan hilang hanya karena aku terburu-buru."

Cahaya lunar berdenyut.

Fragmen-fragmen tubuh Zura mulai menutup sedikit demi sedikit.

Tapi…

DUUUUM—

Pintu gua terbuka sendiri seakan ditarik oleh kekuatan beku hitam.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 2 — Pemburu Kelas Tinggi: "Moon-Hollow Devourer"

Sosok tinggi kurus, tubuhnya seperti bayangan yang dilapisi es tipis, muncul dari kegelapan.

Matanya bukan putih seperti pemburu rendah—

tapi hitam berlubang seperti tidak ada jiwa.

Moon-Hollow Devourer:

"Target… lunar… ditemukan…

Serahkan… fragmen… atau kalian… hilang."

Rex langsung getaran lututnya.

"GILA BRO… ini lebih serem dari ex pacar Lyanna yang katanya psycho—"

Hana:

"REX FOKUS!!"

Damien tidak bergerak, tapi suaranya tajam:

"Itu monster yang lahir dari energi ayah Lyanna… Aurelius Frostmourn."

Rex:

"KENAPA AYAHNYA LYANNA BIKIN BEGINIAN??"

Damien:

"Dia tidak membuat. Ini hanya bayangan yang muncul dari aura bencinya."

Hana mengencangkan pegangan pedang:

"Kalau ini terus maju, kita mati."

Devourer mengangkat tangannya —

muncul bilah es tipis seperti sabit bulan beku.

Moon-Hollow:

"Fragmen… lunar… milik… kami…"

Rex:

"BRO BRO BRO ITU UDAH MAU NGAJEN!!"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌘 ADEGAN 3 — Rex & Hana Menahan Monster

SABRAK—

Rex melompat, tombaknya bertabrakan dengan sabit es itu.

Benturan kecil saja membuat Rex terdorong lima meter.

Rex:

"AARGH! BRO INI CUMA SATU TEKANAN AJA NGERASA PUNYA HUTANG 2 MILYAR!"

Hana menebas dari samping.

Pedang berlapis Essence Flow miliknya mengenai bahu pemburu itu—

TAPI TIDAK MASUK.

Seperti menebas besi hidup.

Hana:

"D-Damien! Serius ini bukan level kita!"

Damien tetap fokus, keringat muncul di dahinya.

"Lima menit lagi… aku selesai. Tahan lima menit."

Rex histeris:

"BROOOO LIMA MENIT?? ITU LEBIH LAMA DARI AKU NUNGGU LYANNA BALAS CHAT!!!"

Hana:

"KITA NUNGGU DIA BALAS CHATT BERAPA JAM YA?!"

Damien (dingin):

"Rex. Fokus. Kalau tidak, kau mati."

Rex:

"SIAP BRO!"

Devourer melompat seperti bayangan panjang, menyerang dengan kecepatan yang tidak seharusnya dimiliki makhluk sekelas itu.

Hana menahan sabit berikutnya—

Pedangnya retak sedikit.

Rex menusuk titik lemah di punggungnya—

monster itu tidak peduli.

Devourer mengayunkan tangan besar ke arah Hana.

Rex:

"HANAAAAA!!"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN 4 — Damien Bergerak Tanpa Membuka Mata

Dalam sepersekian detik—

Damien menggerakkan jarinya sedikit.

DOR—

Gelombang lunar pelan menghantam kaki Devourer, bukan untuk merusak… tapi untuk memiringkan posisi langkahnya.

Serangan besar itu lewat setengah meter dari Hana.

Hana tertegun.

"Damien… kau nyerang sambil ritual?!"

Damien masih menutup mata:

"Kalau kalian mati… ritual ini tidak ada artinya."

Cahaya lunar di tubuh Zura semakin stabil.

Retakan besar di dada Zura menutup setengahnya.

Zura:

"Tuan Damien… energi Anda… melemah…"

Damien berbisik:

"Aku tidak peduli. Kau dulu."

Rex menahan napas.

"Bro… aku makin respect sama lu…"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 5 — Monster Memakai Bentuk Kedua

Moon-Hollow Devourer berhenti sejenak… lalu tubuhnya membesar.

Es hitam menjalar ke seluruh kulitnya.

Aura naik drastis.

Rex pucat:

"BROOO… dia pindah fase!! Itu teknik boss di game!!"

Hana:

"Damien!! Dia naik ke level Spirit Manifest tingkat 10 setara kamu!!"

Damien:

"Kalau dia menyentuh aku atau Zura… kita selesai."

Devourer membuka rahang panjangnya.

Moon-Hollow:

"…lunaaaaaaar… persembahaaaan…"

Ia melompat ke Damien—

kecepatan tiga kali lipat dari sebelumnya.

Rex dan Hana tidak cukup cepat.

Rex:

"DAMIEEEEN!!! BROOO DIAM!! DIA MENDING NGEJAR GUE AJA!!"

Hana:

"TIDAAAKK!!"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN 6 — Teknik Rahasia Damien "Lunar Vein Lock"

Tepat saat monster itu hampir menyentuh Damien…

KLICK.

Damien membuka satu mata. Hanya satu.

Mata merah-lunarnya menyala.

Damien menggerakkan dua jari seperti menulis huruf kuno.

"Lunar Vein Lock."

Suara kecil seperti bel retak terdengar.

Moon-Hollow Devourer membeku di udara, tidak bergerak.

Seakan waktu ditahan untuk tubuhnya saja.

Rex:

"BROO… BROOO APAAN ITU??!"

Hana:

"Teknik pengunci urat lunar?! Itu teknik kelas tinggi!!"

Damien menutup mata lagi, hanya berbisik:

"Tidak lama… hanya 10 detik."

Rex panik:

"10 DETIK???"

Damien:

"Cukup untuk menyelesaikan Zura."

Cahaya lunar terakhir mengalir ke tubuh Zura—

menutup retakan besar terakhir di dadanya.

Zura menarik napas panjang untuk pertama kalinya.

"T-Tuan Damien… tubuh saya… kembali…"

Damien tersenyum kecil.

"Selamat kembali, Zura."

Retakan terakhir menyatu sepenuhnya.

Zura hidup.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN TERAKHIR — KEMUNCULAN AURA LEBIH BESAR

Lunar Vein Lock mulai retak.

KRKK… KRK—

Rex:

"BROOOO DIA MENTAL LAGI!!!"

Hana:

"Damien! Dia bebas!!"

Monster itu menjerit keras.

Moon-Hollow:

"LUNAAAR… DEVOUR…"

Namun sebelum dia bergerak—

seluruh gua ditutupi angin beku ekstrem.

Seseorang…

atau sesuatu…

mendekat dari luar.

Sosok itu membawa suara langkah ratusan meter jauhnya terdengar jelas.

Zura bangun dan langsung gemetar.

"T-Tuan Damien… aku mengenali aura ini…"

Damien berdiri perlahan.

Hana:

"Ini bukan pemburu lagi…"

Rex:

"Bro… jangan bilang…"

Zura:

"…Ini salah satu pemilik asli pemburu bayangan…"

Damien menatap pintu gua.

"…dekat sekali."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 119

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters