š„ CHAPTER 101 ā "Interogasi Eksekutor, Rahasia Garis Darah Kuno, & Awal Pelatihan Mata Dewa Damien"
---
š ADEGAN 1 ā Damien Bangkit, Rex & Hana Naik Ranah
Hutan masih remuk akibat ledakan aura Damien.
Debu beterbangan. Pohon-pohon patah. Tanah terbelah.
Damien membuka mata perlahan, aura merah-emas memudar.
Rex masih menatap Damien dengan mulut menganga seperti orang baru melihat kucing terbang.
Rex:
"Bro⦠kalo lu bukan manusia⦠tolong kasih kode dari awalā¦"
Damien berjalan mendekat, lalu menepuk bahu Rex.
BRUUUKā
Aura Damien yang masih tersisa langsung masuk ke tubuh Rex seperti lonjakan energi.
Rex terkejut:
"H-haaa?! Apa iniā"
BOOM.
Aura Rex meledak.
[Essence Flow Realm 2 ā Essence Flow Realm 3]
Rex:
"EH?? GRATIS GITU AJA??!"
Damien hanya menatapnya datar.
Damien:
"Anggap saja bonus karena kau tidak kabur."
Rex:
"G-gue sayang kalian kok⦠sumpahā¦"
Tak jauh dari sana, Hana yang masih memeluk Damien tiba-tiba merasakan energi aneh mengalir ke tubuhnya.
Hana terkejut, mundur sedikit sambil menatap tangannya.
[Essence Flow Realm 1 ā Essence Flow Realm 2]
Hana:
"A-apa ini⦠energi yang sangat⦠lembut? Damien⦠kau�"
Damien tersenyum tipis.
Tatapannya lembut hanya ketika melihat Hana.
Damien:
"Hadiah karena kau tidak menyerah padaku."
Hana memerah seketika.
Rex:
"APA?! Gue cuma dapet naik 1 tingkat?! Gak adil!"
Damien:
"Kau tidak menangis untukku."
Rex:
"... ya itu masuk akal."
---
š ADEGAN 2 ā Zura Ternyata Tidak Ada
Rex melihat sekeliling.
Rex:
"Ngomong-ngomong, Zura mana? Dari tadi nggak keliatan."
Hana mengangguk, wajahnya cemas.
Hana:
"Benar⦠Zura tadi bersamaku sebelum kita diserangā¦"
Damien menutup mata sebentar, menggunakan insting barunya.
Aura merah-emas menyebar tipis.
Damien:
"Zura⦠meninggalkan hutan sekitar satu jam yang lalu. Dia tidak diculik⦠dia pergi sendiri."
Rex kaget:
"Sendiri?! Ngapain diaā"
Damien:
"Dia mengikuti jejak qi seseorang. Sepertinya dia menemukan sesuatu."
Hana menggigit bibir.
"Semoga dia baik-baik sajaā¦"
Damien menatap ke arah utara, dingin.
Damien:
"Jika seseorang menyentuh Zura⦠aku hancurkan satu kota."
Rex:
"ā¦.. noted. Jangan sentuh Zura."
---
š ADEGAN 3 ā Interogasi Eksekutor Terakhir
Eksekutor 3 masih pingsan, tersangkut di akar pohon akibat teknik Damien.
Damien mendekat.
Ia mengangkat tubuh eksekutor itu dengan satu tangan seolah mengangkat pakaian basah.
Rex:
"Bro⦠kasih gue mental preparation dulu kekā¦"
Damien:
"Tidak perlu."
Tangan Damien menyentuh dahi eksekutor itu.
Mata Damien berubah sedikitā
keemasan sepenuhnya.
Suara misterius berbisik dalam pikiran Damien:
[Akses ingatan manusia biasa bukan masalah bagimu sekarang.]
Damien menarik napasā¦
dan menekan sedikit qi ke dalam kepala eksekutor.
Eksekutor itu langsung terbangun sambil menjerit.
Eksekutor 3:
"H-HENTIKAN!! JANGAN!! SAYA AKAN BICARA!!"
Damien:
"Bagus. Mulailah."
Eksekutor itu gemetar seperti kucing kehujanan.
Eksekutor 3:
"T-target utama organisasi kami⦠adalah gadis garis darah primordial. Hanya itu!"
Damien menatapnya dingin.
Damien:
"Nama gadis itu."
Eksekutor 3 menelan ludah.
Eksekutor 3:
"ā¦Lyanna. Lyanna Frostveil."
Hana terbelalak.
Rex mendesah.
"Gue kira cuma gosip doangā¦"
Damien tetap tak berekspresi.
Damien:
"Kenapa dia yang dicari?"
Eksekutor 3 menggigil semakin keras.
Eksekutor 3:
"Karena dia⦠pewaris Ice Primordial Bloodline. Darah es tertua yang pernah ada.
Dan hanya darah itu⦠yang bisa membuka Gerbang Kuno."
Damien berhenti.
Tatapannya berubah tajam.
Hana:
"Gerbang⦠kuno?"
Eksekutor 3 mengangguk cepat karena takut.
Eksekutor 3:
"Sebuah gerbang besar yang muncul setiap 1000 tahunā¦
Gerbang menuju dunia lain, dunia yang lebih tinggi dari Aurelis Veilā¦"
Damien membeku sejenak.
Karena ia tahu satu hal:
Dunia ini⦠bukan satu-satunya.
Dan warisan dalam tubuhnya berasal dari dunia paling atas.
Eksekutor 3 (ketakutan):
"Organisasi kami ingin membuka gerbang itu⦠memanggil sesuatu⦠seorang raja⦠atau dewa gelap⦠aku tidak tahu!"
Damien mendekat dan membisikkan satu kalimat:
Damien:
"Lokasi markas kalian."
Eksekutor 3 langsung menunjuk ke arah barat, gemetar hebat.
Eksekutor 3:
"Dua hari dari sini! Di balik lembah hitamā"
TING.
Damien memukul titik tekanan di lehernya.
Eksekutor itu langsung jatuh pingsan.
Rex:
"Lu bunuh?"
Damien:
"Tidak. Aku butuh dia nanti."
Rex:
"Bro⦠keren tapi ngeri."
---
š ADEGAN 4 ā Damien Memulai Pelatihan Mata Dewa
Setelah interogasi, Damien duduk bersila.
Suara misterius kembali.
[Warisanmu telah bangun 20%. Buka matamu.]
Damien membuka mata perlahan.
Mata Damien berubahā
merah-emas dengan lingkaran simbol runik berputar.
Hana menutupi mulutnya.
Hana:
"Damien⦠matamuā¦"
Suara misterius:
[Mulai hari ini⦠kau akan melatih God-Sightā
mata yang bisa melihat aliran energi, melihat kebohongan, dan membaca niat membunuh.]
Damien:
"ā¦God-Sight."
[Dan ini baru tahap pertama, pewaris.]
Damien:
"Apa aku bisa menguasainya?"
[Jika tidak⦠kau akan mati ketika gerbang kuno terbuka.]
Rex:
"ā¦bro gue makin takut sumpah."
Damien berdiri.
Matanya bersinar tipis saat menatap arah Frostveilātempat Lyanna berada.
Damien:
"Lyanna⦠jangan sampai mereka menyentuhmu."
Aura Damien meningkat sedikit, membuat daun-daun bergetar.
Damien:
"Sebelum gerbang kuno terbukaā¦
aku akan menghancurkan organisasi itu dari akarnya."
---
š„ END CHATER 101
