🔥 CHAPTER 96 — "Pertarungan Melawan Spirit Manifest 6, Luka Damien & Amarah Kedua Red Moon Primordial"
---
🌑🔥 ADEGAN 1 — Benturan Pertama
Pedang kutukan milik pemimpin pemburu turun dari atas.
Pada detik yang sama…
Damien meninju ke depan, bulan merah padat menyala di telapak tangannya.
BOOOOOOM—!!!
Gelombang kejut luar biasa menghancurkan tanah.
Hana dan Rex terpental mundur beberapa meter.
Rex: "BROOOO—INI LEVEL MANA? CINEMATIC MODE?!"
Hana (teriak kesal): "DIAM! AKU MAU FOKUS BIAR NGGAK MATI!"
Asap tebal memenuhi area.
Pemimpin pemburu keluar dari dalam debu—
hanya terpental sedikit, bukan terluka berarti.
Pemimpin Pemburu: "Tenagamu besar… tapi kasar.
Tidak cukup untuk menembus realm-ku, bocah."
Damien menghela napas keras. Tubuhnya bergetar.
Damien: "Aku hanya pemanasan."
Kael Arclight muncul seperti bayangan sang mentor.
Kael Arclight: "Damien, berhenti sombong.
Dia realm tiga tingkat di atasmu."
Damien: "…Aku tahu."
Tapi tatapan matanya…
tidak pernah tampak lebih yakin.
---
🌕💥 ADEGAN 2 — Spirit Manifest Realm vs Red Moon Pulse
Pemimpin pemburu menyalurkan energi hitam ke pedangnya.
Pemimpin Pemburu: "Ritual Pembantaian —
Death Spirit Rend."
Pedang itu tampak berlapis ribuan jiwa yang berteriak.
Ia menebas.
SREEEEEK—!!
Damien menahan dengan lengan yang diselimuti bulan merah pekat.
Tapi—
CRAAAK—!!
Lengan Damien robek terbuka hingga tulangnya terlihat.
Hana: "DAMIEEEEN!!"
Rex langsung nangis: "BRO!!! JANGAN MATI! KITA MASIH HARUS KELUAR DARI DUNIA MISKIN INI BARENG-BAR—"
Hana menampar belakang kepala Rex: "JANGAN NGOMONG GITU!"
Damien menatap darahnya sendiri…
Damien: "Ternyata… segini sakitnya.
Tapi dibanding rasa takut Lyanna disiksa…"
Ia menahan kembali pedang itu meski tangannya terus sobek.
Damien: "Ini… tidak ada apa-apanya."
Pemimpin pemburu terkejut.
Pemimpin Pemburu: "Anak gila…"
---
🔥🌙 ADEGAN 3 — Tekanan Jiwa & Ujian Primordial
Suara Misterius berbicara berat, kali ini tanpa tawa.
Suara Misterius: "Damien… tubuhmu tidak kuat menahan serangan berikutnya.
Jika dia mengenai inti jantungmu… kau mati."
Damien: "…Beri solusi, bukan ketakutan."
Suara Misterius terdiam sebentar.
Kael Arclight: "Dengar baik-baik.
Kau punya dua pilihan."
1. Mengaktifkan setengah tahap Red Moon Pulse II
→ Kekuatanmu meningkat drastis, tapi tubuhmu bisa hancur.
2. Mengunci rasa sakit, fokus pada inti tinju & petir
→ Lebih stabil, tapi jauh lebih lemah.
Damien menatap pedang kutukan yang siap menebas leher teman-temannya.
Damien: "…Pilihan pertama."
Kael Arclight: "KAU GILA?! Tubuhmu—"
Damien: "Kalau mereka mati… aku mati juga."
Kael Arclight membisu.
Untuk pertama kalinya…
ia menerima keputusan Damien tanpa melawan.
---
🔥🌕 ADEGAN 4 — Amarah Kedua Red Moon Primordial
Damien menarik napas panjang.
Dalam sekejap—
jantungnya berdenyut seperti gong raksasa.
DUM—
DUM—
DUUUUM—!!!
Aura merah meletup seperti badai.
Tanah menjadi merah gelap.
Awan berputar liar.
Suhu udara turun lima derajat.
Suara Misterius: "Ini… itu amarah kedua.
Kebangkitan lanjutan dari 'Bulan Merah Kedua'."
Rex bahkan tidak bisa berteriak.
Ia hanya menatap Damien seperti melihat raksasa kuno bangkit.
Hana: "Damien… apa yang kau lakukan pada tubuhmu…?"
---
🌑🔥 ADEGAN 5 — Damien vs Pedang Kutukan
Pemimpin pemburu maju sekali lagi.
Pemimpin Pemburu: "Baik. Mari akhiri."
Pedang kutukan menyerap aura hitam.
Tapi Damien…
Hanya mengulurkan satu jari ke depan.
Damien: "Sentuhan Bulan Merah…
One-Finger Crimson Break."
TRAAAANG—!!!!
Jari Damien bertabrakan dengan pedang kutukan.
Dan…
Pedang itu retak.
Pemimpin pemburu: "A-apa—?!"
Damien menunduk sedikit.
Damien: "Aku hanya butuh satu serangan.
Setelah itu mungkin aku pingsan.
Jadi… pastikan kau mati duluan."
Pemimpin pemburu meraung marah.
"DEATH—!!"
Damien menutup mata.
"Crimson…"
Bulan merah di belakangnya berputar cepat.
"…Break."
BOOOOOOOOOOOOM—!!!!!!!
Ledakan bulan merah menghancurkan setengah wilayah hutan.
Tubuh pemimpin pemburu terpental puluhan meter—
terperangkap dalam retakan energi merah.
---
💀🔥 ADEGAN 6 — Tetapi…
Saat asap hilang…
Pemimpin pemburu masih hidup.
Berjalan terseok-seok, wajah hancur, setengah tubuh terbakar.
Pemimpin Pemburu: "Hhh… dasar… bocah…
Kau… membuatku menggunakan teknik terakhirku…"
Damien berdarah dari mulut.
Tubuhnya gemetar.
Matanya mulai buram.
Damien: "…Sial."
Rex: "BROOO—JANGAN MATI!! KITA MENANG SETENGAH DOANG!"
Hana panik: "Damien! Tubuhmu nggak sanggup—!!"
Damien memaksa berdiri lagi, walau lututnya bergetar hebat.
Damien: "Aku… belum bisa mati.
Lyanna… masih menunggu."
Suara Misterius terdiam lama…
Lalu berkata pelan:
Suara Misterius: "…Baiklah, bocah.
Kalau kau tidak menyerah… aku juga tidak."
Dan sebuah aura asing…
kuno…
mengalir ke tubuh Damien.
---
🔥 END CHAPTER 96
Highlight:
Damien melukai Spirit Manifest 6 untuk pertama kalinya, tapi tubuhnya hancur.
Amarah Kedua Red Moon Primordial muncul.
Damien hampir mati, tetapi tetap memaksa karena ingin menyelamatkan Lyanna.
Pemimpin pemburu masih hidup dan mengaktifkan teknik pamungkas.
Suara Misterius akhirnya ikut turun tangan… untuk pertama kalinya.
---
