WebNovels

Chapter 92 - Chapter 92

---

🔥❄ CHAPTER 92 — "Pingsan Dua Hari, Warisan Hyper Red Primordial, dan Sumpah Mengalahkan Zura." ❄🔥

Lokasi: Ruang bawah tanah, reruntuhan markas bayangan.

---

🌑 ADEGAN 1 — Damien Pingsan Dua Hari

Begitu Aurelius pergi bersama Lyanna—

udara es memudar, tapi tekanan emosional di dada Damien justru meningkat.

Rex: "D-Damien! Kamu pasti bisa kejar dia, kan?!"

Damien tidak menjawab.

Tubuhnya tiba-tiba retak dari dalam.

CRACK—

Zura mengangkat alis.

"Tubuhmu terlalu dipaksa. Kau akan—"

BRUAK—

Damien jatuh tanpa bisa menahan diri.

---

🌘 ADEGAN 2 — Damien Masuk ke Ruang Gelap Dalam Dirinya

Dalam kegelapan…

suara langkah pelan terdengar.

LALAT… LALAT… seperti percikan api merah.

Damien membuka mata.

Api merah pekat menyala di sekelilingnya, seperti darah yang hidup.

Lalu sosok kabut merah—

bermata merah hiper—muncul.

Suara Misterius:

"Akhirnya waktumu tiba, penerus garis pertama."

Damien: "Kau… suara di dalam warisan pertama."

Suara Misterius tersenyum getir.

"Tepat. Kau sudah menguasai warisan primordial pertama sepenuhnya…

tapi itu baru pintu masuk."

Api merah semakin liar, seperti ingin membakar Damien.

Suara Misterius:

"Sekarang, aku memberimu warisan ke-dua:

HYPER RED PRIMORDIAL."

Damien menegangkan tubuhnya.

Energi itu…

rasanya seperti amukan makhluk purba yang lupa bagaimana cara berhenti.

Damien: "Ini… ganas sekali…"

Suara Misterius mengangguk.

"Warisan ini tidak diciptakan untuk manusia biasa."

Flame merah melilit tubuh Damien seperti rantai panas.

"Ini adalah kekuatan yang pernah dipakai ayahmu…"

Damien tersentak.

"AYAHKU?!"

Suara Misterius tidak menjawab langsung.

Hanya berbisik:

"Jika kau ingin merebut kembali Lyanna…

Jika kau ingin menghancurkan Frostveil…

Jika kau ingin menyamai Zura…"

Api merah mendidih seperti magma.

"Maka kuasailah warisan ini.

Jika tidak…

kau akan dibakar dari dalam."

Damien menggertakkan gigi.

"Kalau itu harga untuk menyelamatkan Lyanna… aku terima."

Api merah menyelimuti seluruh tubuhnya.

Damien berteriak kesakitan— tapi tidak mundur.

---

🔥 ADEGAN 3 — Damien Bangun

Dua hari berlalu.

Zura duduk bersila di samping Damien, menjaga tanpa ekspresi.

Rex tertidur sambil memeluk pedangnya.

Hana bersandar di pilar, lingkar mata hitam karena tidak tidur.

Tiba-tiba…

DUAAM—

Aura merah meledak dari tubuh Damien.

Hana: "KAU BANGUN?!"

Rex: "WARGH—AK KETINDIH PEDANG SENDIRI!"

Zura membuka mata.

Tatapannya tajam.

Dan… ia tersenyum kecil.

Zura: "Kau berhasil bertahan. Menarik."

Damien bangun perlahan.

Napasnya berat, tapi matanya…

…menyala merah gelap seperti bara.

Rex: "Damien… matamu… serem banget bro."

Damien: "Aku baik."

(Tapi jelas ia tidak benar-benar baik.)

---

🌑 ADEGAN 4 — Bapaknya Lyanna Ingin Membunuh Damien

Zura mengeluarkan satu kalimat pendek—

tapi menghancurkan ketenangan ruangan.

Zura:

"Aurelius mencoba membunuhmu saat kau pingsan."

Rex & Hana langsung membeku.

Damien menatap Zura, dingin.

"…dan?"

Zura bersandar ke tembok.

"Aku menghentikannya.

Itu sebabnya ia kabur sambil membawa Lyanna."

Rex: "KAU NOLONGIN DAMIEN?!"

Zura: "Bodoh. Kalau dia mati… siapa yang bisa melawan Frostveil? Siapa yang bisa melawan organisasi dunia atas? Siapa yang bisa… menyamaiku?"

Ia tersenyum tajam.

"Lagipula… aku ingin melihatmu melampaui batasmu."

Damien mengepalkan tangan.

Aura Hyper Red Primordial bocor dari kulitnya.

Damien:

"Aurelius… aku akan membawamu ke lutut."

Hana menelan ludah.

Rex gemetaran tapi berusaha terlihat keren di belakang.

---

🔥 ADEGAN 5 — Damien Menetapkan Tujuan Baru

Damien berdiri, meski tubuhnya masih bergetar.

Zura bertanya:

"Sekarang kau sudah punya dua warisan primordial.

Apa tujuanmu?"

Damien menjawab tanpa ragu.

"1. Kuasai Hyper Red Primordial."

"2. Menyamai kekuatanmu."

"3. Menghancurkan Frostveil."

"4. Membawa Lyanna kembali."

Zura tertawa pelan.

Zura: "Tujuan bagus. Tapi kau lupa satu hal."

Damien menatapnya tajam.

"Apa?"

Zura merendahkan suaranya.

"Hyper Red Primordial bisa membuatmu kehilangan kontrol.

Jika kau jatuh dalam amukannya…

kau akan menjadi MONSTER yang sama seperti aku."

Damien:

"…kalau itu yang diperlukan untuk menyelamatkannya—

maka aku akan jadi monster yang jauh lebih berbahaya darimu."

Untuk pertama kalinya—

Zura benar-benar terdiam.

---

🔥❄ END CHAPTER 92 ❄🔥

Highlight Chapter 92:

Damien menerima Warisan Kedua: Hyper Red Primordial.

Warisan ini ganas, sulit dikontrol, dan bisa membuat Damien jadi monster.

Aurelius mencoba membunuh Damien → dihalangi Zura → kabur bawa Lyanna.

Damien menetapkan tujuan besar untuk arc ini.

Damien resmi masuk jalur yang jauh lebih gelap.

--

More Chapters