WebNovels

Chapter 90 - Chapter 90

---

❄🔥 CHAPTER 90 — "Bayangan yang Mencari Lyanna, Darah Primordial Meledak, dan Sumpah Baru Damien." 🔥❄

Status karakter (PERMANEN & DIPAKAI DI CHAPTER INI):

Damien Valtreos — Spirit Manifest Realm 5

Lyanna Frostveil — Pulse Awakening Realm 9

Rex — Essence Flow Realm 1

Hana Veylin — Pulse Awakening Realm 10

Zura — Calamity Overlord Realm 5

Arcelian — Star Ascension Realm 2

Aurelius — Dewa Es

---

ADEGAN 1 — ORGANISASI BAYANGAN TIBA

Bumi di bawah mereka retak seperti kulit es pecah.

Dari dalam kegelapan…

kabut hitam naik seperti asap neraka.

Hana mundur cepat.

Hana:

"Ini mereka… Bayangan Abyssal. Organisasi pemburu darah primordial…"

Rex menelan ludah.

"Kenapa semua yang nyari cewek ini OP??"

Lyanna menggenggam lengan Damien, tubuhnya gemetar kecil.

Damien bertanya pelan:

"Takut?"

Lyanna menggeleng, menatap mata Damien dengan gugup:

"Aku… takut kau terluka."

Damien:

"Tenang. Aku nggak akan mati sebelum selesai memarahi orang-orang bodoh ini."

Rex:

"—Jangan keren saat situasi gini!!"

---

ADEGAN 2 — 7 BAYANGAN MUNCUL

SWOOOSH— SWOOOSH— SWOOOSH

Tujuh lelaki berjubah hitam muncul dari retakan tanah seperti roh kematian.

Masing-masing membawa topeng berbeda.

Pemimpin mereka, Topeng Burung Hantu, menatap Lyanna seakan ia sebuah barang dagangan:

"Target ditemukan. Bawa gadis itu. Bunuh sisanya."

Rex:

"…Aku merasa tidak dihargai."

Hana:

"Kita semua."

Bayangan bergerak serentak.

Damien maju selangkah.

Tanah pecah.

Matanya tidak punya rasa takut.

Damien:

"Lewat mayatku."

Pemimpin bayangan tertawa pelan.

"Memang rencananya begitu."

---

ADEGAN 3 — DAMIEN MELAWAN, WALAU TIDAK SEIMBANG

Tiga bayangan menyerang Damien sekaligus.

Damien menepis serangan pertama, menendang yang kedua, memutar tubuh sambil menghindar dari serangan ketiga.

Gerakannya tajam, dingin, efisien.

Tapi…

Pemimpin bayangan menatap remeh.

"Spirit Manifest Realm? Berani sekali."

DUAAARR!!

Bayangan menghantam Damien—

Damien terpental 30 meter, darah menetes dari bibirnya.

Lyanna berteriak:

"DAMIEEEN!!"

Damien bangkit pelan…

menyeka darah di dagunya.

Damien:

"Aku baik."

Rex:

"Kau jelas TIDAK!!"

Hana:

"Ini gila… Strength gap-nya terlalu besar!"

---

ADEGAN 4 — LYANNA MULAI MELEDAK

Lyanna memegangi dadanya.

Retakan primordial di tubuhnya bertambah besar.

Cahaya biru-ungu keluar dengan liar.

Aurelius (dari kejauhan, merasakan):

"…Retakannya membesar. Lyanna… jangan paksakan tubuhmu."

Lyanna menolak.

Matanya berubah seperti kilatan badai es.

Lyanna:

"KALIAN… JANGAN SENTUH DAMIEN!!"

Energi primordial meledak:

❄ ❄ BOOOOMMMM ❄ ❄

Pohon membeku.

Kabut es menyebar.

Rex:

"A—Aku beku setengah!!"

Hana:

"Dia akan pecah kalau dipaksa lagi!"

Zura mendecak kecil.

"Gadis keras kepala…"

---

ADEGAN 5 — AURELIUS TURUN TANGAN

Langit retak seolah kaca dihantam palu.

Sosok putih turun dari udara.

Aurelius, Dewa Es.

Tatapan dinginnya membuat tujuh bayangan berhenti bergerak.

Aurelius:

"Menjauh dari anakku."

Pemimpin bayangan tertawa tipis.

"Kami punya izin dari pemimpin besar. Kau tidak bisa—"

Aurelius mengangkat satu tangan.

CRAACK—

Tiga bayangan langsung membeku sampai ke jiwa.

Pemimpin bayangan berhenti bicara.

Aurelius:

"Ucapkan kata terakhirmu."

---

ADEGAN 6 — DAMIEN MASIH MELAWAN

Walau tubuhnya sudah retak, Damien tetap maju ke depan Lyanna.

Damien menatap pemimpin bayangan.

"Aku… masih hidup."

Pemimpin bayangan:

"Kenapa kau memaksa diri?"

Damien:

"Karena kalau aku mundur… aku tidak pantas berdiri di samping gadis itu."

Lyanna menutup mulut dengan tangan, matanya memerah.

Zura melirik Damien:

"Kau bodoh. Tapi aku mengerti kenapa dia suka padamu."

---

ADEGAN 7 — PRIMORDIAL BLOOD TERBUKA

Aura Lyanna kembali meledak.

Retakan primordial mulai bersinar semakin terang.

Lyanna hampir roboh.

Damien menangkapnya tepat waktu.

Damien:

"Lyanna… tahan sedikit lagi."

Lyanna tersenyum lemah:

"Damien… aku tidak mau kau mati…"

Damien mendekatkan wajahnya.

"Aku tidak akan mati. Bukan sekarang."

Setelah kalimat itu…

Lyanna menerobos.

❄🔥 PULSE AWAKENING REALM → ESSENCE FLOW REALM 4 🔥❄

Badai ungu membelah langit.

Rex:

"WOOO!! LEVEL UP SCENE!!"

Hana menepuk kepala Rex lagi.

---

ADEGAN 8 — DAMIEN BERTARUNG SAMPAI HAMPIR MATI

Melihat Lyanna naik realm, organisasi menyerbu lagi.

Aurelius sibuk melawan tiga pemimpin bayangan kelas tinggi.

Arcelian juga bertarung dengan amarah.

Damien berusaha mati-matian menahan dua bayangan yang mengincar Lyanna.

Pukulan pertama → rusuknya retak.

Tendangan kedua → bahunya patah sebagian.

Serangan energi ketiga → tubuhnya terlempar dan berdarah parah.

Lyanna menjerit:

"DAMIEEEN!! jangan—"

Damien bangkit walaupun tubuhnya nyaris roboh.

"Selama aku bisa berdiri…

selama napasku masih ada…"

Matanya bersinar tajam.

"…tidak ada yang boleh menyentuhmu."

Suara misterius muncul:

> "Naiklah, Damien.

Tubuhmu telah melewati ambang batas."

"Mortal Vein Realm lama telah hancur.

Breakthrough dimulai."

Tanah bergetar.

Energi Spiral hitam perak terbang dari tubuh Damien.

❖ SPIRIT MANIFEST REALM 5 → 6 ❖

(naik setengah tahap dulu)

Kemudian…

❖ Spirit Manifest Realm 6 → 7 ❖

(karena tubuhnya dilukai ekstrim)

Rex:

"HEH?! Naik 2 tingkat sekaligus?!"

Zura senyum kecil.

"Dia memang begitu."

---

ADEGAN 9 — JANJI GELAP DAMIEN

Setelah pertarungan brutal itu…

bayangan terakhir kabur dengan luka berat.

Damien berdiri sambil memegangi dadanya.

Napasnya berat, wajahnya berdarah.

Ia menatap ke arah Frostveil Palace di kejauhan.

Damien (dingin):

"Frostveil…"

Lyanna menatapnya dengan bingung.

Damien:

"Setelah ini selesai…

aku akan menghancurkan seluruh klan Frostveil."

Arcelian:

"APA?!"

Aurelius berhenti bergerak.

Lyanna gemetar kecil.

Damien menutup mata sejenak.

"Aku tidak akan memaafkan tempat yang membuatmu hampir mati…

dan tempat yang berani mencoba membunuhku."

Ia membuka mata.

Tatapannya seperti pisau hitam.

"Klan Valtreos pernah dihancurkan.

Sekarang giliranku menghancurkan Frostveil."

Zura tersenyum seperti setan kecil.

"Ah… akhirnya kau mengucap sumpah itu."

Lyanna:

"Damien… jangan lakukan itu karena aku…"

Damien menatapnya — dingin tapi lembut.

"Aku melakukan ini karena aku memilihnya."

---

❄🔥 END CHAPTER 90 🔥❄

Highlight chapter:

Organisasi Bayangan tiba dan menyerang.

Damien bertarung sampai hampir mati untuk melindungi Lyanna.

LYANNA BREAKTHROUGH → ESSENCE FLOW REALM 4 (sesuai permintaanmu).

Damien naik 2 tingkat karena bertarung melampaui batas.

Aurelius bertempur melawan pemimpin organisasi.

Damien bersumpah akan menghancurkan Klan Frostveil.

More Chapters