WebNovels

Chapter 88 - Chapter 88

---

❄️🔥 CHAPTER 88 —

"ZURA VS ARCELIAN, TURUNNYA AURELIUS, DAN RETAKNYA DARAH PRIMORDIAL LYANNA"

---

❖ ADEGAN 1 — KEDUA MONSTER BERHADAPAN

Tanah membeku.

Void bergetar.

Zura berdiri santai, tangan di saku.

Arcelian turun perlahan, aura es menabrak udara seperti badai yang ditahan paksa.

Arcelian menatap Zura dengan mata penuh pembantaian:

Arcelian:

"Menyingkir. Aku tidak berbicara denganmu."

Zura memiringkan kepala, senyum tipis.

Zura:

"Dia di belakangku. Jadi kau bicara dengan siapa?"

Damien di belakang berbisik:

Damien: "Aku bisa lawan dia—"

Zura menepuk kepala Damien lagi seperti anak kecil.

Zura:

"Diam. Kau baru naik ranah. Jangan mati konyol."

Damien: "AKU TIDAK KONYOL!"

Rex berbisik ke Hana:

Rex: "Bro… dia kalo marah malah makin imut ya?"

Hana: "Rex, ini bukan waktu—"

---

❖ ADEGAN 2 — ARCELIAN AKTIFKAN ICE CONSTELLATION FORM

Arcelian mengangkat tangan.

Kristal es terbang membentuk tiga rasi bintang beku di belakangnya.

Suara es pecah menggema.

Arcelian:

"Damien… aku akan hancurkan tulang-tulangmu dan menguburmu di kuil keluarga Frostveil."

Damien mendecak, wajah dingin.

Damien:

"Aku tidak suka gagasan dikubur."

---

❖ ADEGAN 3 — ZURA MELEPAS TEKANAN

Zura menghela napas pelan.

Sepersekian detik kemudian—

BOOOM!

Aura Calamity Overlord Realm 5 meledak seperti gunung runtuh.

Rex langsung jatuh duduk.

Hana hampir pingsan.

Damien menggertakkan gigi:

"Zura, kau mau membuatku tuli?"

Zura mengangkat alis.

Zura:

"Kau masih hidup. Jadi tidak."

Arcelian tersentak, tubuhnya terdorong mundur beberapa langkah.

Mata birunya menyipit.

Arcelian:

"…Monster."

Zura tersenyum tipis.

Zura:

"Itu kata semua orang."

---

❖ ADEGAN 4 — PERTARUNGAN DIMULAI

⚔️ Star Ascension vs Calamity Overlord ⚔️

Arcelian menarik pedang es rasi bintang.

Zura hanya menggerakkan satu jari.

Tebasan Arcelian membelah awan.

Jari Zura menghancurkan tebasan itu seperti kacang.

Arcelian:

"Mustahil…"

Zura bergerak sedikit.

Arcelian terpental sejauh 200 meter.

Damien mengangguk puas.

Damien:

"Bagus. Lanjutkan."

Zura menoleh.

Zura:

"Aku bukan peliharaanmu."

Damien: "Kau 50% peliharaanku."

Zura: "TIDAK."

---

❖ ADEGAN 5 — DAMIEN MERASAKAN SESUATU

Dalam kekacauan pertarungan…

Damien tiba-tiba meringis.

Damien:

"Ada aura lain…"

Suara misterius muncul:

> "TIGA DETIK. PERSIAPKAN DIRI."

"DEWA ES TURUN."

Damien: "APA?!"

---

❖ ADEGAN 6 — TURUNNYA AURELIUS FROSTVEIL

Langit berubah putih.

Badai es murni berhenti total.

Semua suara hilang.

Zura berhenti.

Arcelian terkejut keras.

Rex dan Hana langsung bersujud tanpa sadar.

Damien menatap ke atas — pupilnya bergetar.

Dari langit turun seorang pria tinggi dengan jubah putih salju.

Mata emas.

Rambut perak es.

Aura seperti dunia beku.

AURELIUS FROSTVEIL.

Dewa Es.

Ayah Lyanna.

Aurelius menyapu pandangan sekali.

Tanah retak.

Udara berhenti.

Damien merasakan tulang-tulangnya membeku.

Aurelius:

"Damien Valtreos."

Damien menelan ludah.

Damien:

"…Ya?"

Aurelius menatap Damien dengan ketenangan seorang penguasa dunia.

Aurelius:

"Aku ingin melihat sendiri…

anak seperti apa yang membuat hati putriku berdetak."

Damien: "…"

Rex melongo.

Hana teriak pelan.

Zura hampir tertawa.

Arcelian membungkuk:

Arcelian:

"Ayah… izinkan aku menghabisinya—"

Aurelius mengangkat satu jari.

Arcelian langsung terlempar 500 meter.

Aurelius (dingin):

"Diam."

Damien: "Oke itu keren."

---

❖ ADEGAN 7 — LYANNA MERASAKAN RETAKAN DARAH PRIMORDIAL

Di ruang latihan—

Lyanna merasakan aura ayahnya… dan aura Damien… bertabrakan.

Jantungnya berdetak keras.

Lyanna:

"Ayah…? Damien?!"

Es primordial di sekelilingnya meledak.

Guardian Tertua terkejut:

Guardian:

"Gadis ini— darah primordialnya retak?!"

Cahaya biru-ungu keluar dari tubuh Lyanna.

Lyanna:

"…Damien, jangan mati."

Ia menghilang dari ruang latihan.

---

❖ ADEGAN 8 — AURELIUS MENDEKAT KE DAMIEN

Aurelius berdiri tepat di depan Damien.

Perbedaan kekuatan:

Dewa Es vs Spirit Manifest 5

= jurang tak terbayangkan.

Aurelius mengangkat tangannya.

Rex: "DAMAIEN LARI BROOO—"

Zura ingin bergerak, tapi Aurelius melirik sedikit.

Void runtuh.

Zura membeku di tempat.

Damien mengangkat dagu, tetap dingin — walau tubuhnya gemetar.

Damien:

"Jika ingin membunuhku, lakukan saja."

Aurelius berhenti.

Ia menatap Damien dalam-dalam.

Dan perlahan…

Aurelius tersenyum tipis.

Aurelius:

"…Aku mengerti."

Damien: "…mengerti apa?"

Aurelius:

"Mengapa Lyanna memilihmu."

Damien: "AKU TIDAK BILANG KITA SALING MEMILIH!"

Aurelius: "Diam. Aku sedang menilai."

Damien: "…"

---

❖ ADEGAN 9 — AURELIUS MEMBUAT KEPUTUSAN

Aurelius berbalik.

Aurelius:

"Damien Valtreos."

"Jika suatu hari kau menyakiti putriku…"

Udara membeku menjadi jarum es raksasa mengelilingi Damien.

Aurelius (suara menggema):

"Aku akan membekukan seluruh klanmu hingga dunia teratas."

Damien mengangguk cepat.

Damien:

"Aku bahkan tidak tahu cara menyakiti gadismu."

Aurelius menatap Damien tajam.

Aurelius:

"Good."

Aurelius menghilang ke langit.

---

❖ ADEGAN 10 — REX & HANA BREAKTHROUGH

Begitu tekanan dewa menghilang…

BOOM!

Rex tiba-tiba meledak aura.

🌟 Pulse Awakening → Essence Flow Realm 1

Rex:

"AKU NAIK RANAH?!"

Hana gemetar, tubuhnya memancarkan cahaya lembut.

🌟 Pulse Awakening 8 → 10

Hana:

"Tingkatan… penuh?"

Zura bangun dari pembekuan.

Menatap Damien.

Zura:

"Ucapkan saja. Kau ingin lari ke mana sekarang?"

Damien menghela napas panjang.

Damien:

"Ke mana lagi…"

"Kita ke Lyanna."

---

❄️🔥 END CHAPTER 88 ❄️🔥

More Chapters