WebNovels

Chapter 82 - Chapter 82

---

🔥 CHAPTER 82 — "Pelatihan Dua Dewa Sekarat, Arcelian Ditahan, & Bahaya yang Mengincar Lyanna"

---

❖ ADEGAN PEMBUKA — DAMIEN TERBANGUN DI RUANG DIMENSI RETAK

Damien membuka mata perlahan.

Tubuhnya masih terasa berat, tapi energi di dalam dantiannya seperti badai kecil—liar, tapi hidup.

Damien:

"…Spirit Manifest lv.5, huh."

Damien menarik napas, lalu bergumam:

"Kurasa… aku masih belum terbiasa naik realm secepat ini."

Dua suara langsung muncul di kepalanya—

suara orang yang jelas tidak seharusnya ngomong karena sedang hampir mati.

---

❖ ADEGAN 1 — DUA DEWA MULAI NGOMEL (MODE SEKARAT TAPI SOK KUAT)

Kael Arclight (suara lemah tapi gaya tetap seperti ayah sok elegan):

> "Anakku… ayahmu… bangga padamu… tapi tolong… jangan buat aku mati dua kali…"

Dewa Misterius (lebih sinis):

> "Dia lebay. Kau cuma bikin tubuh mental kami retak-retak, bukan mati."

Kael Arclight:

> "Itu namanya mati versi dewa, tolol."

Dewa Misterius:

> "Tidak heran istrimu kabur."

Kael Arclight:

> "HEY! ISTRIKU TIDAK KABUR! Dia—"

batuk ilahi

"—ah sial… luka bulan ku terbuka lagi…"

Damien menutup wajah.

"…kalian dua mau istirahat atau mau ku lempar keluar dari kepalaku?"

Keduanya kompak—

> "TIDAK."

Dewa Misterius:

> "Kalau kami keluar, kau mati. Jadi kami tetap di sini."

Kael Arclight:

> "Tenang saja anakku… ayah akan melatihmu… walau sambil… batuk darah kosmik…"

Damien:

"KALIAN BERDUA DARI TADI BATUK APA SIH!!"

Kael Arclight:

> "Martabat."

---

❖ ADEGAN 2 — LYANNA MUNCUL, DAMIEN MALU SETENGAH MATI

Lyanna masuk membawa es kristal yang dilelehkan menjadi air hangat, untuk membantu pemulihan Damien.

Lyanna:

"Bagaimana tubuhmu?"

Damien hendak menjawab—

tapi dua dewa di kepalanya langsung bergumam keras.

Kael Arclight:

> "Ohhh calon menantuku datang…"

Dewa Misterius:

> "Cepatlah jadian. Kami bosan menonton kalian saling naksir diam-diam."

Damien hampir tersedak ludah.

Damien (dalam hati):

"BERDUA JANGAN MALUIN AKU!!"

Lyanna menatap Damien yang wajahnya merah.

Lyanna:

"…kau kenapa tiba-tiba panas?"

Damien:

"Tidak. Itu… suara-suara sialan di kepalaku."

Lyanna menatap kosong.

"…aku ingin memukul mereka… tapi mereka di kepalamu."

Kael Arclight:

> "Sayang, kau boleh memukul Damien sedikit kalau dia bandel."

Damien:

"SUNGGUH TOLONG DIAM!"

---

❖ ADEGAN 3 — ARCELIAN DIKURUNG

Arcelian terbangun dalam kondisi dibekukan 70% tubuhnya.

Setiap kali ia bergerak sedikit—

sakit di jiwanya menyerang.

Damien mendekat dengan ekspresi datar.

Damien:

"Kau masih hidup karena aku butuh jawaban."

Arcelian menggertakkan gigi.

"...aku tidak akan bicara."

Damien tersenyum tipis—senyum yang membuat atmosfer menegang.

Damien:

"Tenang… aku tidak butuh kau bicara.

Ada teknik yang baru diajarkan dua… mentorku."

Dewa Misterius:

> "Namanya Void Echo Sense.

Memaksa ingatan seseorang muncul melalui bayangan energi."

Kael Arclight:

> "Tapi jangan pakai sekarang, tubuhmu belum kuat."

Damien:

"Aku tahu."

Arcelian berkeringat.

"K-Kau tidak bisa menghancurkan ingatanku… bukan?"

Damien menunduk, menatapnya.

"Kau menyiksa Lyanna dan menyerangku."

Ia memutar bahunya.

"Tentu saja aku bisa."

Lyanna memandang Damien diam-diam—

ada senyum kecil di ujung bibirnya.

Seolah bangga, tapi juga khawatir.

---

❖ ADEGAN 4 — PELATIHAN SPIRIT MANIFEST LV.5

— Dua Dewa Sekarat Mengajar, Tapi Nge-Jokes 80%

Damien duduk meditasi.

Energi bulan dan void melingkari tubuhnya seperti spiral.

Kael Arclight:

> "Damien… dengarkan ayah… fokus pada dantiammu…"

Dewa Misterius:

> "Jangan dengarkan dia. Gaya ngajarnya seperti guru SD."

Kael Arclight:

> "Kau MAU berkelahi lagi?! Kita sama-sama sekarat!"

Dewa Misterius:

> "Ayo."

Damien:

"TIDAK ADA YANG BERKELAHI DI DALAM OTAKKU!"

Lyanna:

"…rasanya aku ingin bekuin dua suara itu."

---

❖ ADEGAN 5 — ORGANISASI MULAI MENGHITUNG WAKTU

Di tempat lain—balai besar, dikelilingi kabut hitam.

Pemimpin organisasi itu menatap bola kristal yang menampilkan potongan energi Lyanna saat membuka portal primordial.

Pemimpin itu berbisik:

"Pewaris Frostveil kuno…

gadis itu akhirnya muncul kembali."

Ia berdiri.

"Kirim Phantom Retrievers.

Sebelum klan Frostveil yang asli menemukannya."

Wajah Lyanna muncul jelas di bola kristal.

"Mereka yang memegang Primordial Ice…

adalah kunci membuka Gerbang Musim Beku."

---

❖ ADEGAN PENUTUP — FORESHADOWING

Damien membuka mata.

Aura lv.5-nya stabil.

Ia berbisik pelan:

"Yang menyakiti Lyanna… atau keluargaku…

akan kubalas semua."

Lyanna menatapnya.

"Aku percaya."

Dan di dalam kepala Damien—

Kael Arclight:

> "Anakku… kalau kau jadi jagoan romantis… ayah bangga."

Dewa Misterius:

> "Jangan kebanyakan gombal. Fokus latihan."

Damien:

"AKU BENCI KALIAN BERDUA."

Keduanya kompak:

> "Tidak."

END CHAPTER 82

---

More Chapters