🔥 CHAPTER 79 — "Pangeran Frostveil Turun, Damien Bangkit Lagi, & Rahasia Darah Lyanna Terbongkar
---
❄️ ADEGAN PEMBUKA — KETIKA LANGIT TERBELAH
Portal es di langit itu semakin melebar.
Angin dingin menusuk tulang, jauh lebih kejam dari sebelumnya.
Semua pemburu yang sudah kalah langsung membeku—
bukan karena aura…
tapi karena ketakutan murni.
Lyanna berlutut.
Tubuhnya gemetar seperti akan runtuh.
Hana menggenggam tangan Rex.
"Rex… ini bukan level kita lagi."
Rex menelan ludah berkali-kali.
"Aku tau… aku bahkan pengen kabur ke gua sekarang…"
Zura mengangkat katananya, pupilnya menyempit.
"Damien… bersiap. Itu bukan musuh biasa."
Damien tidak menjawab.
Ia menatap lurus portal itu dengan ekspresi datar—
tapi aliran energi dalam tubuhnya sudah naik ke puncaknya.
---
🌨️ ADEGAN 1 — ARCELIAN FROSTVEIL TURUN
Suara deringan logam terdengar…
Siluet itu turun perlahan.
Sosok seorang pria muda berambut putih kebiruan, memakai armor perak Frostveil, mata sedingin kematian.
Arcelian Frostveil
— Kakak tertua Lyanna
— Star Ascension Realm Lv.2
— Salah satu pewaris kerajaan Frostveil
Setiap langkahnya membuat udara di sekeliling membeku seperti kristal.
Arcelian melihat keadaan sekitar…
kemudian menatap Damien yang berdiri di tengah kawah.
Arcelian:
"Jadi… kau yang menyentuh adikku?"
Damien mengangkat dagu sedikit.
"Kalau itu masalahmu, datanglah."
Lyanna langsung panik, memegang lengan Damien.
Lyanna:
"Damien jangan! Kakakku… bukan lawan yang bisa kau h—"
Damien menyentuh kepalanya pelan.
Damien:
"Aku tidak pernah mundur dari siapa pun."
Lyanna terdiam.
Wajahnya memerah tapi hatinya bergetar—antara takut dan bangga.
Arcelian menatap adegan itu… dan auranya bergetar marah.
Arcelian:
"Kau berani menyentuh anggota keluarga Frostveil, apalagi adikku… sungguh bodoh."
---
🌙 ADEGAN 2 — DAMIEN MELAWAN TEKANAN BINTANG
Arcelian mengangkat tangan.
RUMBLE—
Langit berubah gelap.
5 bintang kecil bersinar di belakang punggung Arcelian—
tanda bahwa ia sudah mengikat bintang pertamanya.
Tekanan Star Ascension Realm menyapu seperti tsunami.
Rex langsung tersungkur.
"Aku—tubuhku ga bisa gerak?! Apaan ini!!"
Hana menahan napas, lututnya gemetar.
Zura menggertakkan gigi.
"Pembubuhan bintang… dia jauh di atas Spirit Manifest Realm…"
Lyanna menangis saat melihat Damien tidak bergerak.
Lyanna:
"Damien… tolong… mundur saja…"
Namun Damien berdiri tegak.
Tattoo bulan di punggungnya berkedut pelan.
Damien:
"Kalau dia mau menekan aku…
aku juga punya caraku sendiri."
---
💠 ADEGAN 3 — DAMIEN MELEPAS 60% 'LUNAR PULSE BREAKER'
BOOM—!!
Tanah retak.
Angin berputar liar.
Tattoo bulan di tubuh Damien menyala lebih terang daripada sebelumnya.
Zura terbelalak.
"Damien… 60%?! Kau gila?!"
Hana langsung menjerit.
"Itu bisa ngerusak tubuhmu!"
Damien tidak peduli.
Ia menatap Arcelian dengan mata emas pucat.
Lunar Pulse Breaker — 60% Aktivasi
➡ Kekuatan setara Star Ascension Realm Lv.1 untuk 3 menit
➡ Risiko: merusak sendi, retak tulang, dan kerusakan syaraf permanen
Arcelian menaikkan alisnya.
"Oh? Seorang Spirit Manifest Realm memaksa kekuatannya ke level bintang?
Menarik… tapi tetap sampah."
Damien bergerak.
Dalam sekejap—
BANG!!
Arcelian terpaksa mengangkat tangan untuk menahan pukulan Damien.
Arcelian terseret 5 meter mundur.
Hana:
"DA—Damien berhasil dorong dia?!"
Rex:
"AKU MIMPI APA INI?!"
Lyanna menutup mulutnya, air mata turun.
Itu bukan ketakutan.
Itu…
bangga.
---
❄️ ADEGAN 4 — RAHASIA DARAH LYANNA TERBUKA
Arcelian memutar lehernya, menatap Damien.
Arcelian:
"Kau kuat.
Terlalu kuat untuk ukuran mortal."
Ia memandang Lyanna yang berlutut sambil gemetar.
Arcelian:
"Dan kau… adikku.
Aku sudah membiarkanmu hidup bebas terlalu lama."
Lyanna menggigit bibir.
"A—aku tidak ingin kembali…"
Arcelian mencibir.
Arcelian:
"Karena kau takut mereka tahu…
bahwa kau bukan hanya keturunan Frostveil biasa…"
Hana dan Rex menoleh.
Damien mengerutkan kening.
Arcelian menatap Lyanna tajam.
Arcelian:
"…kau memiliki darah Primordial Ice.
Darah bangsawan kuno.
Darah yang seharusnya tidak boleh ada di dunia ini."
Damien membeku.
Zura kehilangan kata-kata.
Rex langsung jatuh terduduk.
"PRI—PRI—PRIMORDIAL APAAN—"
Hana memukul kepalanya.
"Rex diam!"
Lyanna menangis, menunduk.
"Aku tidak ingin mereka tahu…
karena semua orang akan memburuku…"
Damien melangkah maju.
Ia berdiri di depan Lyanna, melindunginya.
Damien:
"Siapa pun yang mengincarmu…
harus melewati aku dulu."
Lyanna menatap Damien dengan mata berkaca-kaca.
"…Damien…"
---
🌨️ ADEGAN 5 — ARCLEIAN MARAH, LANGIT MELEDAK
Arcelian mengeluarkan pedang es bertingkat bintang.
Arcelian:
"Baiklah.
Kalau kau ingin mati demi adikku…
akan kupastikan kematianmu indah."
Damien mengangkat pedang hitamnya.
Damien:
"Aku belum pernah mati.
Dan tidak akan mulai hari ini."
Arcelian melompat turun—
auranya meledak seperti badai kutub.
Damien menabrak balik—
bulan emas di belakangnya bersinar terang.
Dua energi raksasa bertabrakan.
💥 BOOOOOOOOOOMMMMM—!!!
Gelombang energi menghancurkan seluruh hutan dalam radius 200 meter.
Hana, Rex, dan Lyanna terpental jauh, tapi Zura menyelamatkan mereka.
Zura bersiap menarik pedangnya.
"Jika Damien tumbang… aku ikut melawan!"
Tapi Lyanna berteriak:
Lyanna:
"JANGAN! Ini… pertarungan mereka…
tapi…"
Lyanna menatap Damien yang berlumur darah namun masih melawan.
Lyanna:
"…kalau dia sekarat… aku akan membuka segel penuh darahku."
---
🔥 ADEGAN PENUTUP — CLIFFHANGER GILA
Pertarungan Damien vs Arcelian pecah di langit.
Pedang bintang vs bulan emas saling bentur.
Arcelian:
"KAU HANYA MANUSIA RENDAH—HENTIKAN PERLAWANANMU!"
Damien tersenyum dingin, darah menetes dari dagu.
Damien:
"Kalau aku manusia rendah…
kenapa kau tidak bisa menjatuhkanku?"
Arcelian mengerang.
Damien mengangkat pedangnya sekali lagi—
tattoo bulannya bergetar seolah mau pecah.
Damien:
"LUNAR—"
Arcelian membuka rasi bintang kedua.
"STAR—"
Keduanya menghantam pada detik yang sama.
💥💥💥 BOOOOOOMMMMMMM—!!!
Serangan itu menciptakan ledakan cahaya yang menyilaukan.
Semua orang menutup mata.
Dan ketika cahaya mereda…
SOSOK DAMIEN DAN ARCELIAN MENGHILANG.
Hanya ada kawah baru…
dan retakan di udara.
Lyanna menjerit.
Lyanna:
"DAMIEEEENNN—!!"
---
🔥 END CHAPTER 79 🔥
