🔥 CHAPTER 72 — "Warisan Dewa Tinju, Kemenangan Rex, Target Baru Organisasi, & Damien Naik Ranah ke Puncak Core Formation Realm"
---
💥 ADEGAN PEMBUKA — REX MASUK ARENA
Saat Damien turun dari arena, semua orang masih gemetar ketakutan.
Namun suara gong pertandingan berikutnya bergema.
GONGGG!!
Penonton terkejut.
Mereka hampir lupa bahwa masih ada satu peserta lain…
Rex.
Rex melangkah santai ke tengah arena, memutar bahunya.
Rex:
"Heh, giliranku ya."
Lawannya—seorang murid senior dengan tombak es—menelan ludah.
Murid Senior:
"A-Aku tidak akan kalah!"
Rex senyum, garuk kepala.
Rex:
"Bro… habis lo lihat Damien, masa lo masih pede?"
Penonton ketawa kecil.
Suasana yang tadinya mencekam jadi cair sejenak.
---
⚔️ ADEGAN 1 — REX MENANG HANYA DENGAN 3 PUKULAN
Pertarungan dimulai.
Senior menyerang dulu, tombaknya menusuk seperti salju tajam.
Namun Rex menghindar santai, tanpa mengaktifkan teknik apa pun.
Rex:
"Serius? Segini doang?"
Senior marah dan menyerang cepat—
namun Rex tiba-tiba menghilang dari pandangan.
WHOOOSH!
Rex muncul di sampingnya dan—
PUK!!
Satu pukulan ke perut.
Senior terlipat dua seperti kertas.
Rex:
"Satu."
Senior berusaha bangkit, wajah pucat.
Rex tersenyum lebih lebar.
Damien menonton sambil tersenyum kecil juga.
DUAAARR!!
Pukulan kedua menghancurkan pertahanan energy Senior.
Rex:
"Dua."
Senior jatuh tersungkur.
Rex mengangkat jari.
BOOOM!!
Pukulan ketiga menjadi finisher.
Senior pingsan.
🏆 Rex menang tanpa susah payah.
Penonton:
"D-Dua monster… ada dua monster!!"
"GOKIL!!!"
Rex mendekat ke Damien.
Rex:
"Bro, kau bikin aku kelihatan cupu barusan."
Damien tertawa pelan.
Senyumnya sangat lembut—berbeda dari ketika bertarung.
Damien:
"Perasaanmu saja."
Rex:
"UDAH JELAS NGGAK SIH?! Kamu belah arena jadi dua, bro!"
Damien hanya mengangkat bahu kecil.
---
🌙 ADEGAN 2 — WARISAN DEWA TINJU MUNCUL
Saat Damien hendak pergi, suara berat menggema dari langit.
DUUUMM—!!
Langit bergetar.
Bulan menatap langsung ke arena.
Semua orang merasakan tekanan berat.
Tetua Agung berteriak:
"C-Cahaya warisan?!"
Dari langit muncul bayangan seorang pria besar—dengan tubuh berotot, rambut perak, dan mata seperti tinju kosmik yang menyala.
Figur itu bukan manusia.
Ia seperti dewa.
Figur Warisan:
"Pewaris yang menebas iblis…
datanglah."
Damien terdiam.
Suaranya di kepala berbicara.
Suara Misterius:
> "Damien… itu adalah Warisan Dewa Tinju—Titanus Astaron, salah satu dari tiga dewa kuno."
Damien:
"Dewa tinju…?"
Kael Arclight menimpali:
> "Warisan itu cocok untuk tubuhmu. Ambillah."
Figur Titanus menatap Damien.
Titanus Astaron:
"Kau… pria dengan bulan gelap.
Datang dan terima warisanku."
Tanah di bawah Damien retak, membuka jalan menuju altar kuno yang muncul dari bawah arena.
Damien berjalan pelan.
Tidak sombong, tidak menunjukkan kekejaman.
Ia hanya… tenang.
Damien:
"Terima kasih."
Titanus tersenyum puas.
WOOOOSH—!!
Cahaya masuk ke tubuh Damien.
Ototnya bergetar.
Darahnya memanas.
Tulangnya berderak seperti menyesuaikan diri.
Sebuah teknik muncul di kepalanya.
Heaven-Shattering Fist — Divine Titan Path
Titan Soul Core — Level 1
God Body Training — Phase 1
Damien menarik napas pelan.
Damien:
"Aku merasa… lebih kuat."
Suara Misterius:
> "Kau baru menerima setengah inti warisan. Sisanya… akan terbuka ketika naik ranah."
Titanus menepuk pundaknya.
Titanus:
"Latihlah tubuhmu… dan jangan lupa, pukulanmu bisa meruntuhkan gunung."
Rex:
"Kyaaa!! Damien jadi raksasa tinju!! COOOOOL!"
Damien tertawa kecil sekali—
mungkin pertama kalinya ia tertawa sesantai itu.
---
🔥 ADEGAN 3 — DAMIEN MENEMBUS RANAH: CORE FORMATION REALM LV.10 (PUNCAK)
Cahaya Titanus menyatu dengan inti energi Damien.
Terjadi ledakan energi besar.
BOOOOM—!!
Damien mengerang sedikit.
Rex melompat mundur.
Lyanna panik mendekat.
Lyanna:
"Damien! Kau tidak apa—"
Damien membuka mata.
Tenang… sangat tenang.
Damien:
"Aku baik-baik saja."
Suara di kepalanya:
Suara Misterius:
> "Selamat, Damien. Kau menembus… Core Formation Realm tingkat 10 — Puncak.
Langkah menuju Golden Core terbuka."
Aura bulan hitam dan aura Titanus berputar bersamaan.
Damien menutup mata sebentar.
Ia tersenyum sangat lembut.
Damien:
"Perjalanan ini mulai menarik."
---
🕶️ ADEGAN 4 — ORGANISASI KEMBALI MENGINCAR LYANNA
Di sudut arena, seorang pria berjubah hitam menonton.
Ia tidak bicara.
Tapi lingkaran hitam di matanya berkedip.
Muncul suara dari komunikator gelap:
???:
"Bagaimana? Kamu sudah lihat bocah itu?"
Pria Jubah Hitam:
"Damien Valtreos… terlalu berbahaya.
Namun target utama tetap…"
Ia memandang Lyanna, yang sedang memeluk Damien dengan lega.
Pria Jubah Hitam:
"…Lyanna Frostveil."
???:
"Bawa dia. Jangan sampai bocah bulan itu menyadari."
Pria itu hilang dalam bayangan.
---
🌒 ADEGAN PENUTUP — DAMIEN MERASAKAN SESUATU
Saat semua orang merayakan kemenangan, Damien tiba-tiba berhenti.
Matanya menatap ke arah tertentu.
Rex:
"Bro, ada apa?"
Damien:
"…seperti ada yang memperhatikan."
Lyanna menggenggam lengan Damien.
Lyanna:
"Kau… membuatku cemas kalau bicara seperti itu."
Damien tersenyum tipis, menenangkan.
Damien:
"Tenang saja. Selama aku ada, tidak ada yang akan menyentuhmu."
Lyanna memerah.
Rex bersiul nakal.
Damien memandang langit.
Damien (pelan):
"Jika kalian mengincarnya…
maka aku akan membuat kalian menyesal."
Aura bulan hitam bergetar pelan.
Pertanda bahwa Chapter 73… akan gelap.
---
🔥 END CHAPTER 73
