──────────────────────────────────
🔥 CHAPTER 59 — "Lari 760 Meter, Kembalinya Putri Frostveil, & Latihan Maut Ayah Lyanna"
──────────────────────────────────
Kabut pagi belum hilang.
Angin dingin menerpa wajah Damien saat ia berdiri di tengah lapangan training.
Zura, Hana, dan Rex masih setengah mati dari latihan sungai kemarin.
Damien berkata singkat:
> "Hari ini kita lari."
Rex mengangkat tangan lemah.
"L-lari santai kan…? 10 meter? 20 meter?"
Damien menatapnya seperti melihat sampah organik.
> "760 meter."
Rex langsung jatuh pingsan pura-pura.
Hana menyikutnya.
"Bangun. Kalau kau pingsan beneran nanti aku tinggal."
Zura menghela napas.
"760 meter… bukan jarak panjang untuk membangun refleks inti, tapi cukup kejam bagi dua manusia biasa."
Damien memulai pemanasan.
"Lari ini buat ngebangun stabilitas inti dan kontrol napas, bukan soal kecepatan."
Kael Arclight mendengus.
> Kael: "Dulu aku lari 50 kilometer tanpa sepatu."
Suara Misterius:
> "Dan lututmu hancur."
Kael:
> "ITU NAMANYA SEMANGAT!"
Damien mengusap wajah.
"Dua makhluk bodoh…"
──────────────────────────────────
🔥 START LARI — LATIHAN DIMULAI
──────────────────────────────────
Damien menendang tanah ringan, melesat tenang.
Hana mencoba mengikuti dengan ritme stabil.
Zura berlari seperti robot fokus.
Rex…
Rex berlari seperti ayam dikejar anjing.
"KENAPA JAUH BANGET 760 METER ITU—?!"
Hana:
"Diam dan nafasi!"
Rex:
"AKU SUDAH MENAFASI!!"
Hana:
"Bahasamu salah!"
Rex:
"YAAKUIII!!"
Di langkah ke–400, napas Rex mulai hancur.
Damien hanya melirik.
> "Naikkan ritmemu perlahan. Jangan pakai tenaga di awal."
Rex terisak:
"Aku sudah pakai tenaga hidupku…"
Zura menatap Damien.
"Master… mereka tidak akan bertahan."
Damien:
"Kalau mau hidup, mereka bertahan. Sesimpel itu."
──────────────────────────────────
🔥 Lyanna — Latihan Ekstrem Frostveil
──────────────────────────────────
Cut scene — Frostveil Kingdom, Aula Es Abadi.
Lyanna sujud di tengah lingkaran es, tubuhnya gemetar, bibir membiru.
Di depan dia: Raja Frostveil, ayahnya — sosok berambut perak dengan aura membekukan dunia.
"Bangun."
Lyanna mencoba, namun langsung jatuh lagi.
Raja Frostveil mengibaskan jari.
BAAAM!
Sebuah tekanan es menghantam tubuh Lyanna seperti meteor.
Lyanna memuntahkan darah.
"Ka…au ingin membunuhku…?"
Raja Frostveil menatapnya tanpa emosi.
> "Kau memilih mengikuti bocah asing itu." "Kau ingin bertambah kuat? Aku tunjukkan harga sebenarnya."
Lyanna bangkit walau lututnya retak.
Es menusuk tulang, organ bergetar seperti dihimpit gunung.
Ayahnya berkata pelan:
> "Bertahan 5 menit."
Itu terdengar simpel.
Tapi untuk tubuh Lyanna…
Itu siksaan level kematian.
Waktu berjalan.
1 menit.
2 menit.
3 menit.
Lyanna merasa dunia hitam.
Kesadarannya terbelah.
Namun di benaknya hanya satu bayangan.
Damien.
Dan suara kecil dalam hatinya:
> "Kalau aku ingin di sisinya… aku harus kuat."
BAM!
Gelombang aura biru menyala.
Retakan es muncul di lantai.
Ayahnya menatap dengan mata melebar sedikit.
> "Ranahmu… menembus batasnya."
──────
📈 Lyanna naik dari Frost Pulse Realm 5 → Frost Pulse Realm 9
──────
Tubuhnya roboh.
Setengah pingsan.
Nafas tipis.
Tapi hidup.
Ayahnya memandangnya lama.
"…Kau memang keras kepala."
──────────────────────────────────
🔥 Kembali ke Damien — Akhir Lari
──────────────────────────────────
Langkah ke–760 akhirnya tercapai.
Damien berhenti, napasnya stabil bahkan tak berubah.
Zura berhenti dengan elegan.
Hana jatuh terduduk sambil tertawa kecil.
Rex menggulingkan diri ke tanah seperti orang yang tersesat di gurun.
Rex:
"Aku melihat dewa… dewa menertawai aku…"
Damien:
"Itu halusinasi karena bodoh."
Rex:
"Damien… biarkan aku mati…"
Damien menendang pinggangnya.
"Bangun. Kita belum selesai."
Rex:
"TIDAAAK—!!"
──────────────────────────────────
🔥 Raviel Bergerak
──────────────────────────────────
Di tempat lain, Raviel melihat laporan dari bawahannya.
"Damien latihan fisik? Lari? Latihan stabilitas inti?"
Ia tersenyum tipis.
> "Bagus. Itu berarti dia fokus pada fondasi."
Ia menggenggam lengan.
> "Artinya aku bisa menekan celahnya di teknik tingkat tinggi nanti."
Ia berdiri.
> "Persiapkan ritual peningkatan ranah.
Aku menargetkan Core Formation 3 dalam 4 minggu."
Bawahannya gemetar.
"Itu… bisa membunuhmu."
Raviel:
"Kalau aku takut mati… aku bukan Raviel."
──────────────────────────────────
🔥 Ending Scene — Bayangan di Atas Lembah
──────────────────────────────────
Damien bersiap menutup latihan.
Namun di kejauhan—
di tebing tinggi—
aura es halus muncul.
Zura merasakannya.
"Master… ada seseorang."
Damien menatap ke atas.
Sosok itu jatuh pelan… hampir pingsan…
Lyanna.
Tubuhnya penuh luka es.
Hana terkejut.
"L-Lyanna! Apa yang terjadi?!"
Damien maju, menangkap tubuhnya sebelum jatuh.
Lyanna menggenggam dadanya, suara rapuh:
> "Ayah… melatihku…"
Damien merasakan aura yang melonjak drastis.
Kael Arclight bersiul.
> "Hebat. Bocah ini naik empat tingkat dalam sehari."
Suara Misterius:
> "Harga latihan itu pasti hampir merenggut nyawanya."
Damien menatap Lyanna lama, ujung matanya meredup.
> "…Aku akan bicara dengan ayahmu nanti."
Lyanna tersenyum lemah.
"…Damien… aku… kembali…"
Damien memeluknya ringan.
> "Selamat datang kembali."
──────────────────────────────────
🔥 END CHAPTER 59
──────────────────────────
