WebNovels

Chapter 57 - Chapter 57

──────────────────────────────

🔥 CHAPTER 57 — "Latihan Brutal Hari Pertama & Dua Suara Dewa yang Berkelahi"

──────────────────────────────

Fajar menyingsing di Benua Solara.

Kabut tipis menyelimuti lembah tempat Damien memilih untuk berlatih.

Zura, Rex, dan Hana berdiri dengan muka lesu seperti baru habis digebukin sepuluh orc.

Rex menguap sambil gemetar.

"A-aku… masih hidup… kan?"

Hana menyeruput air sambil memeluk lutut.

"Kenapa… kenapa aku ikut Damien…"

Damien berdiri di depan mereka, tubuhnya hanya dibalut pakaian latihan hitam yang basah oleh embun.

Tatapannya dingin, suaranya tegas:

> "Hari ini latihan dimulai."

Rex langsung ingin kabur.

"TIDAKKK! KAMI BELUM SADAR DARI KEMARIN—"

Damien menatapnya satu detik.

Rex langsung pingsan setengah.

Zura menepuk bahu Hana.

"Kita sudah terikat takdir dengan iblis tampan ini. Terima saja."

──────────────────────────────

🔥 Latihan Brutal Dimulai: 10.000 Kali Pukulan

──────────────────────────────

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Damien memukul batu karang sebesar rumah kecil.

Setiap pukulan menciptakan retakan baru.

Setiap gerakan memancarkan aura Essence Flow Realm yang sangat padat.

Rex & Hana mencoba meniru, tetapi—

Rex: "Tanganku patah."

Hana: "Aku bahkan belum menyentuh batunya…"

Zura menghitung catatan.

Damien berkata tanpa menoleh:

> "Lakukan. Kalian ingin tetap hidup? Maka bertahan."

Rex dan Hana langsung mengubah gaya:

"Kami semangat!!!"

──────────────────────────────

🔥 SUARA MISTERIUS MUNCUL — Tapi Sesuatu Aneh Terjadi

──────────────────────────────

Saat Damien mengangkat batunya lagi…

> "Bagus, Damien. Lanjutkan. Tubuhmu berkembang cepat."

kata suara misterius di kepalanya.

Namun…

Ada suara lain yang muncul.

Suara yang jauh lebih dingin.

Lebih agung.

Lebih… dominan.

> "…Tsk. Kau lagi."

Damien berhenti.

"Apa lagi ini…"

Rex memandang Damien seperti ia gila.

"Dia mulai ngomong sama setan lagi…"

Hana: "Sudah biasa…"

Dan kemudian—

Suara kedua itu berbicara keras.

> "Aku Kael Arclight. Ayahmu. Dan aku muak dengan kau, suara tidak berguna, mengatur anakku seenaknya."

Suara misterius pertama mendengus marah:

> "Diam, Arclight! Kau bahkan mati dan meninggalkan anakmu!

Aku yang membimbingnya sekarang!"

Kael Arclight membalas:

> "Aku mati karena menyelamatkan dunia!

Dan aku tidak percaya anakku dituntun oleh suara bodoh yang bahkan tidak bisa mengendalikan energinya sendiri!"

Damien memijat pelipis.

"…serius… dua suara ini bertengkar di kepala gue."

Rex & Hana langsung jatuh duduk.

"DAMAIKAAAN?? KAU PUNYA DUA ROH YANG BERTENGKAR DI OTAK??"

Zura: "Ini alasan dia jenius sekaligus gila."

──────────────────────────────

🔥 Kekuatan Damien Menanjak — Batas Tubuh Terpecahkan

──────────────────────────────

Saat kedua suara itu bertengkar…

Energi Damien mulai bergetar.

Tubuhnya panas.

Nafasnya berat.

Zura menatap dengan terkejut.

"Master… energimu meningkat…"

Retakan cahaya muncul di sekitar tubuh Damien.

Suara Misterius pertama berteriak:

> "Hentikan! Ini terlalu cepat— tubuhnya belum siap—"

Kael Arclight justru tertawa:

> "Biarkan anakku naik! Dia anakku, bukan muridmu!"

Damien memukul batu itu sekali lagi—

BOOOOOOOM!!!

Batu itu meledak menjadi debu dan pasir.

Gelombang energi menyapu seluruh lembah.

Rex & Hana terpental hingga masuk ke semak-semak.

"KAMI TIDAK SIAPPP—!!!"

Ketika cahaya itu mereda…

Aura Damien berubah total.

Lebih padat.

Lebih stabil.

Lebih agung.

Zura bergumam cukup keras:

> "Damien… kau naik ranah."

Damien membuka matanya.

Tatapannya kini lebih tajam.

📈 Damien Valtreos – Core Formation Realm tingkat 1

Tubuh mulai membentuk inti energi pertama.

──────────────────────────────

🔥 Rex & Hana Juga Naik 1 Tingkat (dipaksa keadaan)

──────────────────────────────

Rex keluar dari semak-semak sambil gemetar.

"A-aku… hidup…?"

Hana memeriksa nadinya.

"Ada aliran energi baru…"

Zura tersenyum kecil.

"Selamat. Kalian berdua naik 1 tingkat karena ledakan energi Damien."

📈 Rex → Pulse Awakening Realm 6

📈 Hana → Pulse Awakening Realm 6

Rex menangis terharu.

"Aku… aku tidak sia-sia disiksa…"

Damien menatap mereka dingin:

> "Bagus. Besok lebih berat."

Rex langsung pingsan lagi.

──────────────────────────────

🔥 Sementara Itu… Raviel Merasakan Kenaikan Damien

──────────────────────────────

Jauh di tengah kota Solara…

Raviel membuka matanya.

Aura Essence Flow Realm 9-nya bergetar tipis.

"…dia naik ranah."

Ia tersenyum tipis.

> "Damien Valtreos, kau membuatku semakin bersemangat."

"Ayo berkembang lebih cepat… sebelum aku meremukkanmu di arena nanti."**

──────────────────────────────

🔥 PENUTUP CHAPTER 57

──────────────────────────────

Damien mengangkat kepalanya ke langit.

Dua suara masih bertengkar di kepalanya.

> Kael Arclight: "Anakku perlu kekuatan yang SEIMBANG—"

Suara Misterius: "Kau tahu apa tentang balance?! Kau mati!"

Kael: "Bagaimana kalau aku matikan kau?"

Misterius: "SINI KAU—!"

Damien menutup telinganya.

"…aku butuh liburan."

Namun tak ada waktu.

Kompetisi semakin dekat.

Dan Lyanna masih menunggu.

> "Benua Solara… aku akan menguasaimu."

──────────────────────────────

More Chapters