Di langit malam yang sunyi ini dan sungguh tenang.
Dan suara-suara angin berhembus kencang lewat jendela sebuah apartemen, di situ ada sebuah seseorang yang sedang terkurung dalam Kegelapan dan hanya sebuah cahaya yang kecil saja dari komputer nya yang sering ia tatap.
Ia berusia seperti dua puluh tahun lebih dan ia sendiri seperti orang dewasa dan sangat faham dalam kehidupan.
Memiliki rambut yang panjang dan hampir menutupi seluruh wajahnya. Tapi matanya tetap fokus ke cahaya komputer itu, seperti mata Mayad hidup. memiliki tubuh kurus dan sempurna tapi kelihatannya seperti sangat lemah dan lemas seperti tidak ada tenaga sama sekali.
Di sekelilingnya banyak sekali perabotan dan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan banyak lagi yang berserakan.
"Heh, membosankan..." Sebuah suara terdengar
Pria yang menatap komputer seperti mayat hidup itu, melihat kesamping. Dan kearah jendela nya lebih seperti seseorang yang sedang meratapi hidupnya.
"Seperti nya sebuah novel itupun sudah tidak ada yg baru, sekarang sudah mulai membosankan" Oliver Sykes berbicara dengan keluhan nya saat menatap komputer nya lagi.
"Aku tak tau apa yang dipikirkan author sialan itu" ia berbicara dengan suara tenang.
"Apakah memang begini akhirnya? Setiap bab cerita yang ku mulai dari awal yang aslinya bagus, tapi akhirnya akan menjadi seperti ini" berbicara dengan penuh keluhan
Menggerakkan tangan nya ke arah komputer dan membuka forum. Dari novel yang ia baca. Dan melihat komentar nya.
[Jendral otoposis:]
[Apakah kamu benar-benar menamatkan bab ini dengan cerita seperti ini author? Hey katakanlah...]
[Penggemar Penulis no18:]
[Seperti nya novel ini akan tamat seperti ini, sungguh tidak terduga kukira akan bagus cerita nya, tapi malah seperti ini, aku kecewa pada author nya]
[Strong leadership:]
[Saya akan mengundurkan diri dari novel ini dan tidak akan membacanya lagi...]
Ia melihat komentar-komentar dari novel kesukaan nya, dan bahkan melihat perubahan pandangan dari penggemar novel itu dan pada mengundurkan diri.
Dan terus menerus membaca komentar-komentar hingga akhirnya ia mulai lelah.
" Yah itu bisa diperhitungkan, dan udah ku duga... Pembaca macam apa yang bertahan dalam membaca novel seperti ini?" Reaksi nya sungguh tenang hingga hampir tidak ada emosi.
"Bahkan author itu membuat pergi penggemar pembaca terakhir nya, setelah ini pasti akan sepi." Ia melihat komputer bahkan tidak bisa untuk tidak kagum sama pikiran sang author itu...
"Yah tidak apa-apa, aku akan tetap membacanya hingga bab terakhir. Bahkan jika hanya aku yang membacanya sendiri."
Reaksi yang tenang dan cukup solid
Aku bahkan tidak tau pikiran macam apa yang membuat ku bertahan dan terus membaca novel seperti ini.
Apakah kesepian? Kesendirian? Ataupun kepastian untuk berharap pada novel ini..
Yah itu tidak ada gunanya...
Novel yg kebaca memang berbeda dari yang lain tapi itu awal nya memang bagus dan sangat menarik hingga pembacanya berjumlah berjutaan dan nomor satu dalam peringkat novel.
Dan juga hingga akhir-akhir ini kualitas cerita semakin lama semakin menurun, semakin novel itu berkembang semakin gelap juga kisahnya dan membuat novel itu menjadi buruk dan terus menurun.
Karakter wanita utama yang mati, untuk melindunginya dari penjahat dan terus berulang kali seperti itu, hingga menyiksa protagonis nya sendiri dalam novelnya.
Akademi yang hancur, iblis sudah menguasai kerajaan dari dalam hingga luar dan membuat orang orang menderita dan bahkan akademi adalah salah satu korban incaran nya. Yg membuat itu hancur...
Kerajaan yang hancur, musuh yang terlalu kuat, binatang buas yang menggila, dan rencana yang di luar dugaan telah terungkap hingga di akhir, tidak ada siapapun yang tau hingga sudah terlambat.
Novel ini memang sudah kacau, ya jelas sekali banyak pembaca yang mengundurkan diri, banyak yang kasihan melihat protagonis nya menderita dan kesendirian. Hingga tidak ada yg kuat lagi membaca nya, seperti menyiksa mental.
Protagonis dari novel ⟨Legend becomes a hero⟩. bernama Lucas Argentum ignis,
Dari seorang rakyat pengemis biasa-biasa saja yang mendapat bakat overpower dan memasuki akademi dari bantuan seseorang yang menjadi master nya, itu cuma kebetulan biasa. Tapi itulah keuntungan protagonis yaitu keberuntungan super.
Dan dimulailah cerita bagaimana ia menjadi pahlawan dengan memasuki akademi dan terus menerus bertambah kuat bersama rekan-rekannya. Cerita yang klise yang pada awalnya. tapi menarik pembaca dan begitu semakin mendalam ceritanya, tentang gaya dunianya, sumber jenis kekuatan, dan para karakternya, yang membuat pembaca terus bertahan untuk membaca karakter kesukaan nya.
Tapi ini sudah berakhir semenjak karakter-karakter penting terus menerus mati demi kepentingan cerita.
"Author, aku akan menulis pengalaman ku saat membaca novel itu dari awal hingga akhir dan semoga kau membacanya" dengan suara tenang aku berbicara dan berharap.
Ia terus mengetik komputer, dari awal tulisan yang pendek hingga menjadi panjang, semua perasaannya di tuliskan sebagai bacaan dari membaca novel ini hingga akhir.
Lalu setelah selesai ia tinggal memencet kirim, tik ..
[Pesan terkirim]
Ia menunggu beberapa detik setelah pesan terkirim dan trus melihat komputer nya.
[Author: Day healder:
dari pencipta novel ⟨Legend becomes a hero⟩ telah membaca pesan mu dan mengirim kan pesan.]
"Hmm, apakah ia membacanya?, ini bukan pertama kalinya aku bertukar pesan dengan author nya, tapi sepertinya respon nya terlalu cepat" aku menatap pesan di komputer dengan bingung.
'Karena aku terlalu suka dengan novelnya dan cerita yang ia buat menyinari di saat-saat masa gelap ku, jadi aku pernah menghubungi nya. Dan menjadi salah satu orang beruntung yang pesan nya terjawab lalu begitulah hingga kini dan trus berhubungan. seperti penggemar berat.
Aku mengetik pesan itu untuk membuka nya.
[Day healder:
[Pesan mu semua nya telah ku baca, aku sungguh kagum dan terpesona dengan semua pengalaman mu dalam membaca novel yang kubuat, tapi maaf, tapi yang kubuat memang ditakdirkan seperti ini.]
[Dan jika kau tidak puas dengan cerita nya, kau bisa melakukan sesuatu untuk itu. Dan mengubah nya. Anggap saja itu sebagai hadiah karena pengalaman mu dan karena tetap setia hingga akhir. Novel yg kubuat memang belum tamat tapi pasti semua orang sudah pada menebak akhirnya.]
[Tujuan ku membuat cerita ini memang bukan untuk populeritas dan di Kagumi,
Tapi aku sungguh berterima kasih atas pengalamanmu dan kesungguh-sungguhan mu dalam membaca novel ini, Jadi hanya ini yang bisa kuberikan untukmu...]
Aku yang membaca pesan ini pun sampai membeku sebentar, dan pikiran ku kacau setelah membaca nya.
Ada banyak pesan yang membuat ku bingung tapi aku tau itu ada hubungannya, seperti kata " itu sudah ditakdirkan seperti ini" dan apa maksudnya?.
Banyak bacaan yang seperti seseorang yang sudah pasrah sama cerita yang dibuatnya.
Aku terus berpikir ulang saat membaca pesan itu dan menghafal nya dengan baik.
"Lalu, hadiah seperti yang akan di kasih nya?" Aku berbicara dengan suara bingung.
Hingga pada suatu ketika ada pesan baru yang terkirim dan bukan pesan seperti sebelumnya, ada papan pesan tulisan terpajang di tengah komputer ku.
[Hadiah sedang terkirim: apa anda mau menerimanya? Ya atau tidak]
'apa itu? Memang nya hadiah seperti apa?'
Berbicara didalam hati
Dengan tanpa ragu ke pencet 'Ya'
Lalu ada text pesan lagi setelah nya.
[Apakah anda yakin? Anda akan kehilangan semua dari hidup anda saat ini, ketik 'Ya' untuk melanjutkan dan 'Tidak' untuk menolak!]
"Heh, sungguh lucu pesan ini. Walaupun aku bingung tapi itu seperti nya bukan sesuatu yang berarti, 'kehilangan semua dari hidup saat ini?' seperti nya aku sudah membuat keputusan" walaupun ia memasang wajah bingung, ia membuat seringai di wajahnya. Seperti nya itu tidak disadari.
'Aku sudah dilahirkan sebagai yatim Piatu, dan menjalani kehidupan sendirian tanpa kasih sayang orang tua, dan bertahan hidup sendiri setelah pergi dari panti asuhan. Tidak mempunyai teman ataupun sesuatu yang berharga, bahkan uang, dan tidak ada yang mengikatkanku dalam kehidupan ini, tidak ada sesuatu yang berarti. Jadi tidak masalah. ' aku berbicara dalam pikiran ku
Lalu aku memencet kata 'Ya,
Aku tidak tau apa yang membuat ku bersemangat, ataupun kalau ini sebuah candaan atau lelucon. Tidak orang yang serius yang meninggalkan semuanya demi hadiah yang tidak jelas.
Tapi ada sesuatu dalam diriku, secara bawah sadar yang akhirnya akan menemui sesuatu yang telah ku nanti nantikan.
Dan setelahnya pada suatu ketika setelah menyelesaikan pesan itu.
"Boooooooom"
Komputer yang selalu ia pakai hingga kesekitarnya meledak dengan dahsyatnya.
Semuanya kamarnya berantakan dan terbakar.
Dan Oliver Sykes pun yang sangat dekat Dengan komputer nya terlempar ke dinding karena ledakan, ia tidak diketahui apakah ia masih hidup atau mati...
'Apa ini?... Penglihatan ku buram dan gelap, aku bisa merasakan seluruh tubuh kesakitan akibat ledakan itu. Tidak bisa bergerak dan melakukan apapun.'
'apakah begini akhir ku? Dan kehidupan ku berakhir....?' sebuah pikiran yang bicara dipikirannya tanpa sadar.
'Jika beginilah akhirnya, Mala kehidupan itu sungguh membosankan...' matanya menatap seluruh tubuhnya yang tidak bisa bertahan lebih lama lagi dan kelopak matanya perlahan mulai berat, hingga pada akhirnya tertutup.
Sejak kecil aku yang masih polos tidak tau apa itu makna kehidupan dan ia hanya menjalaninya sampai seterusnya dan tapi ada saatnya kehidupan mu tidak sesuai keinginan mu.
Aku yang selalu berusaha sejak kecil untuk menjadi terbaik dan bertahan hidup tanpa bantuan siapa pun, karena aku dilahirkan untuk sendirian.
Ya, aku punya impian dulu hingga aku lupa mimpi itu. sampai sekarang Karena aku sudah meninggalkan nya.
Lahirnya di panti asuhan setelah ditinggalkan oleh orang tua ku, bukan berarti itu menjadi kehidupan yang baik. Aku perlu bertahan hidup dan melepaskan pikiran naif ku yang ingin kasih sayang orang tua,
Seperti sebuah rotre kehidupan dan karena dunia juga kadang adil dan tidak adil. Aku perlu bertahan hidup sendirian tanpa mempercayai siapapun.
Bahkan panti asuhan pun mempunyai orang yang korupsi dari dana nya, Tapi apakah mereka peduli? Tentu tidak, mereka hanya menginginkan uang dan Ya walaupun aku sendiri di lahirkan di sana.
Aku adalah salah satu korban dari penggelapan dana panti asuhan, jatah ku lebih sedikit daripada yang lain.
Dan banyak faktor lainnya yang membuat ku sendiri. Diriku yang bodoh dan menyia-nyiakan kehidupan dengan terus belajar sejak kecil untuk mendapatkan perhatian dan Kasih sayang dan ingin diterima. Di adopsi oleh keluarga kaya.
Tapi usaha kerja keras itu tidak berlangsung lama. Ya karena pahit nya kehidupan.
Aku tidak tau. Tapi hidup sendirian itu sungguh menyakitkan hingga saat ini...
Seseorang yang di anugerahi kepintaran akan selalu berpikir ulang, itu seperti berkah dan kutukan, kadang orang berkata kalau orang bodoh yang tidak tau apa-apa kadang lebih baik saat tidak mengetahui kejamnya dunia.
Jelas sekali kalau aku ini orang aneh, orang mana yang tidak sedih saat orang tuanya sendiri tidak ada dan meninggalkan nya?
Aku mempunyai pikiran yang hebat dan bisa mengingat apapun bahkan saat masih bayi, dimana bayi sering kali mudah melupakan sesuatu. Tapi diriku tidak. Aku ingin saat ekspresi orang tua ku meninggalkan ku karena hanya sebuah beban dan produk yang tidak dinginkan
Aku tau kalau pikiran orang tuaku saat itu pikiran nya hanya uang dan ketidakpedulian. Ataukah bisa di anggap ia memang tidak mempunyai niat untuk melahirkan ku?.
Aku tidak membencinya sama sekali walaupun tau kebenaran nya, seperti diriku sebelum di buang memang dari orang kaya.
Semuanya hanya kekuasaan uang dan sampai ia tidak peduli sama anaknya sendiri. Karena itu diriku tidak bisa membencinya dan karena itu sesuatu yang wajar bagi pikiran ku sendiri.
aneh...
Jadi setelah nya aku tinggal di panti asuhan karena orang tuaku meninggalkan ku disana dan tidak ada pilihan lain selain tinggal disana.
yahh..
Diriku yang mencari uang sendiri saat sudah cukup umur dan dengan kerja sampingan untuk biaya sekolah dan makanan semua nya di hasilkan dengan berusaha setiap harinya,
Seperti itu seterusnya sampai aku bisa mengumpulkan uang banyak dan menyewa apartemen ku sendiri dengan usaha.
Dan seterusnya tapi begitulah hidup.
Hingga kini....
'Aneh....'Sebuah pikiran terdengar yang tampak asing bahkan bagi pikiran ku sendiri.
'Kenapa aku memikirkan masa lalu ku?'
'Bukan berarti aku mempunyai keterikatan, tapi yasudah lah...'Bahkan aku pun bingung dengan situasi yang telah terjadi saat ini
'Semuanya terlihat gelap bagi pikiran ku dan kesadaran ku, seperti sebuah roh atau jiwa...
Tapi roh adalah sesuatu yang bahkan abstrak bagi pikiran ku, apalagi jiwa...'
Pikiran ku yang redup sebelum nya dan setelahnya sekarang berusaha untuk sadar.
'seperti diriku memang baik-baik saja'
Aku berusaha untuk membuka mata ku.
Dan melihat secara pelan perlahan. Apa yang ku lihat seperti sepenuhnya buram dan sepertinya mata berusaha beradaptasi dengan pencahayaan.
"Apa...." Sebuah suara terdengar asing bahkan untuk diriku.
'apa yang terjadi? Ini seperti bukan kamar ku... Dan ini juga sepertinya bukan kamar rumah sakit." Ia bingung dan terkejut
Apa yang dilihatnya bukan seperti rumah sakit tapi sepertinya sebuah kamar. Kamar yang di balutan dengan warna merah dan hitam seperti kamar bangsawan dari novel-novel yang ia baca.
Lalu apa yang dilihatnya membuat nya bingung lagi. Ia berada di sebuah kasur, dan ia berpikir apa yang terjadi dengan dirinya.
Setiap tubuh nya terpenuhi dengan rasa sakit dengan tubuh yang lemah. Ia tidak tau apakah yang ada dipikirannya apakah benar tapi ia mencoba turun dari kasur dan mencoba berjalan.
Ia terhuyung-huyung saat berjalan, setiap kali ia berjalan ia merasakan rasa sakit seperti tubuhnya blum siap dan meminta istirahat.
Merasakan rasa sakit adalah hal yang wajar bagi tubuh ini yang lemah, dan rasa sakit adalah bukan hal yang sama sekali baru baginya, ia sering merasakan di kehidupan sebelumnya dalam hal mental ataupun fisik. Maupun dalam bekerja hingga ototnya rusak parah ataupun hal lainnya,
Dan ini adalah hal yang wajar dan sanggup untuk ia tahan. Ia berusaha terus berjalan jalan untuk mencapai tujuan nya
Tujuan nya?...
Ya, jawabannya adalah cermin
'Aku tidak tau apa dugaan ku benar tapi setidaknya aku sudah punya pikiran dan tebakan' ia berusaha untuk tidak terlalu trus berpikir dan trus berjalan
Hingga akhir nya sampai, dan seperti yang sudah di tebak, tubuh ini bukan tubuhnya dan juga bukan wajah nya.
Saat ia memperhatikan pria di cermin yang memantulkan bawah...
Yang ada menyeringai di wajahnya.
"Jadi, reinkarnasi ya?" Ia berbicara dengan suara yang tenang dan berusaha untuk menahan seringai di wajahnya.
'Setidak nya lebih baik dari pada kehidupan membosankan ku sebelumnya.' ia memandang tubuhnya di cermin dan menghadap kesampingnya.
"Menarik..." Itu saja yang yang suatu hal yang bisa dikatakan nya dalam situasi seperti ini
