WebNovels

Chapter 2 - prolog 2

Prolog : pertemuan

Penjelasan tanda

[] : monolog batin

"" : berbicara

<>: sosok berbahaya

Kemungkinan akan bertambah melihaat situasi dalam dialog seperti menguping atau berteriak dll

Di sebuah kabin di daerah hutan, di dalam kabin tersebut terdapat seorang pemuda yang menggunakan kaos putih dengan celana olahraga panjang, dia berpenampilan tampan dan terlihat 20 tahunan, sedang bermain permainan konsol portebel di sofa, pemudah itu lalu menghentikan permainan nya dan lalu berdiri, dia memiliki ketinggian 160cm, dia memiliki tubuh kurus tapi berotot, dia memiliki rambut sepanjang bahu berwarna biru langit, mata nya sebelah kanan tertutup penutup mata berwarna hitam, matanya di sebelah kiri berwarna violet melihat kelangit malam dengan bulan berwarna merah darah.

Sudut pandang ??

[Hmmm.. malam ini adalah blood moon lebih kuat dari biasanya, aku harus membunuh lebih bayak binatang buas malam ini karena blood moon]

"Haa, aku berharap hujan itu bisa bertahan lebih lama lagi"

Dengan perasaan enggan pemudah itu keluar,dengan seketika pakaian nya berganti,yang di lengkali dengan pedang panjang dan ramping di punggung nya, dia mengenakan sepatu bot tinggi yg menutupi seluruh tulang kering nya, kaos tangan hitam dengan plat baja si punggung lengan nya, dia menggunakan kaos berwatna hitam yg di atas nya terdapat rompi pertudung, berwarna hitam bercorak putih, tudung itu menutupi seluruh kepala dan menyembunyikan wajah nya, dan dia menggunakan celana kargo hitam.

"Baiklah, aku harus pergi ke arah mana dulu?, aku mungkin harus memulai dengan angin terkencang dulu, maka itu adalah barat"

Seketika pemudah itu menghilang dari tempat dia berdiri, tampa meningalkan jejak apapun seakan dia tak pernah berada disana.

30 menit kemudian

pemudah itu berdiri di puncak pohon tertingg dan terbesar,di kedalahaman hutan itu sambil melihat pemandangan di bawah, dimanah terdapat bayak sekali hutan besar di bawah nyadia memasang wajah serius dan termenunung.

"Heh, ini sudah 30 menit aku mengelilingi hutan, tapi aku belum melihat satupun binatang buas tingkat tinggi aku mungkin akan berpikir binatang buas tingkat kiamat telah lahir, jika selama perjalanan aku tidak merasakan sisa energi suci dan demonic berkualitas tinggi di beberapa lokasi"

Selagi pemudah itu merenung dan berbicara sendiri, seeokor bunglon raksasa sebesar mobil van mini, mengawasi pemudah itu, dari pohon di dekat nya, ketika bunglon itu akan menyerang dengan lidah nya, sebuah pisau lempar berwarna putih perak menyerang bunglon itu dan membelah bunglon itu menjadi dua, dan tubuh bunglon yg kehilang yawa itu tiba tiba di serap ke dalam bayangan nya sendiri.

"Menarik, bunglon kabut binatang buas tingkat tinggi, yang tinggal dengan ekosistem hutan penuh ilusi dan racun berada disini"

[untung saja aku memiliki shadow room atau tubuhnya akan melepaskan kabut racun, dan bunglon kabut racun ini, memiliki sesuatu yang sulit bersama secara alami di tubuhnya,dan itu sisa energi suci dan demonic di tubuh nya]

"Haa, aku berharap ini bukan sebuah rencana seseorang untuk membuat kekacauan, atau aku akan membunuh mereka semua"

Kata pemudah itu dengan wajah yang sangat dingin dan niat membunuh yg sangat mengerikan keluar dari tubuh nya, lalu semua itu menghilang bersama pemudah itu.

dalam perjalanan, sambil melonjati pohan seperti ninja,tiba tiba pemudah itu melempar pisau lempar nya ke langit dan dan dia juga mencabut pedang di punggung nya, pedang itu seperti katana normal, namun warna dari padang itu tidak biasa dan itu adalah hitam pekat, dan lalu dia mengisinya dengan sebuah energi bersinar hitam ke unguan dan

mengayunkan nya secara vertikal ke sungai di bawa nya, mengirimkan tebasan terbang berwarna hitam keunguan yang berada di bawa nya, dan ketika dia mendarat di atas air sambil menyarungkan pedang nya lagi, sungai yang biru indah tampa memiliki keistimewaan apapun seketika berubah menjadi

merah dan muncul seekor buaya raksasa berukuran 15 meter di tempat yg kelihatan nya tidak memiliki apapun, buaya itu berwarna hijau lumut dan hitam yang sekarang tidak bernyawa karena tebasan pedang pemuda itu, dan kemudian di waktu bersamaan sebuah burung hantu sebesar 3 meter berwarna bulu hitam seperti langit malam, jatuh dari

langit dengan sangat cepat dengan pisau yang telah dia lemparlkan itu terbang tampa suara meski terlempar sangat cepat, tertancap di lepalanya, semua itu terjadi dengan cepat seakan dia cuma memegang gagang pedang.

Binatang buas yang dia bunuh buaya jebakan tingkat menengah, dan burung hantu pembunuh tingkat atas

"Heh, ini sangat kacau"

Pemuda itu memasang wajah geli sekaligus kesal dengan apa yang dia deteksi

Binatang buas yang barusan diabunuh adalah tingkat menenga dan atas, yang berasal dari lokasi yang sama dengan bunglon kabut. buaya jebakan, dan burung hantu killer, kedua binatang buas ini memiliki kesamaan yang sedikit berbeda, yaitu sisa energi mereka adalah 3 suci,demonic, dan mana/atau energi sihir yang sangat samar yang pemuda itu tidak sadari.

[Dari ke 2 hewan ini, sangat mustahil bagi mereka untuk datang ke wilayah ini, karena mereka adalah penghuni terdalam dari hutan itu, mereka berada di kelas tingkat tinggi, dan ukuran mereka lebih besar dari biasa nya, meskipun karena malam ini adalah blood moon, ukuran mereka masih terlalu besar dan terlalu kuat,sepertinya mereka mengalami proses mutasi ?, aku akan memeriksa mereka]

Ketika dia menyentuh jenasa itu dan memeriksanya dia memasang wajah terkejut dan ngeri, dan secara reflek dia melompat mundur dan tubuh nya menutupi seluru tubuh dengan energi nya.

[Mana !, sial,sial, sial,sial,sial,ini menjelaskan kenapa bayak hewan buas yang mati di hutan, mereka semua mati karena pancaran aura mana, sial ini menjelaskan kenapa binatang dari daerah hutan itu yang tersisa, karena secara teori tubuh mereka memiliki ketahanan yang tinggi terhadap racun dan ilusi dari pada binatang buas lain nya, karena ekositem hutan itu penu racun dan gangguan spritual, sial mereka bukan bermutasi tapi berevolusi, yang memungkinkan mereka untuk berevoluai menjadi monster, dari pada mati mereka malah mendapat manfaat dari ini,untung saja mereka ber 2 mati dalam setenga jalan.]

"Haaa, sepertinya ada orang luar yang memasuki dunia ini, siapapun dia, dia pasti sangat paham kelemahan penduduk dunia ini"

Setelah mengelu sedikit, dan dengan waja kesal, dia menuju kedua jenasa binatang buas dan menyimpan mereka shadow room, dengan perasaan enggan.

Setelan menyimpan kedua jenasa binatang, dan menenangkan diri,lalu dia melanjutkan perjalanan, selama perjalanan, dia telah membunuh bayak sekali binatang buas, mereka semua terbunuh dengan satu serangan.

1 jam kemudian

"Haa"

[Tempat ini sangat jauh dan aku selalu terhalang oleh binatang buas tingkat menenga dan tinggi, yang berasal dari tempat ini meskipun aku udah berlari dengan kecepatan penuh, mekipun aku juga tidak berusaha bersembunyi,dan lihat lah tempat ini memancarkan sisa aura suci dan domonic, dan jika diperetikan lagi juga terpancar energi mana yang mulai melemah,padahal aku baru berada di depan tempat ini.]

"Baiklah, ayo lihat siapa dalang dari semua kekacauan ini ?"

Kata pemuda itu, pada dirinya sendiri.

Sebelum memasuki hutan, tubuh nya telah di tutupi oleh cahaya hitam keunguan, yang membuat dia dalam keadaan semi transparan, dan hawa keberadaan nya mulai menipis, berbeda dengan sebelum nya di mana hawa keberadaan nya mudah di rasakan, setalah semua itu dia masuk ke dalam hutan.

Berbeda dengan bagian hutan yang tadi, di sini dia menemukan bayak sekali monster, tidak hanya monter tumbuhan disana juga memancarkan mana,semua yang berada di sini, telah selesai dengan evolusi mereka.

Meskipun begitu tidak ada monster yang melihat nya atau menaru perhatian kepadanya.

Semua monter ini terbagi dua setelah selesai evolusi yaitu suci dan demonic.

[Sepertinya hutan ini akan menjadi lebih mengerikan dari sebelumnya, yang pasti hutan ini akan selalu memancarkan energi mana, arah itu memancarkan energi mana lebih kuat, ayo kita lihat]

Ketika dia sampai di tempat di mana sisa energi mana lebih kental, dia memasang waja rumit, dan keraguan karena dari jauh di sana dia melihat keranjang bayi di bawa sebuah pohon, bayi itu memiliki rambut puti bercorak mera, dengan mata bulat dengan iris mera,bercincin putih, dan pupil merah, bayi itu memiliki kulit pucat seperti vampire, dan dia memiliki wajah yg imut dan cantik, bayi itu saat ini sedang menangis "uwee uewee,uewee"entah apa yang merasuki nya, pemuda itu langsung berpindah tempat di dekat keranjang bayi itu.

Dengan wajah terkejut dan terheran dia mengatakan "Ohoho,kukira aku terjebak dalam illusi,tapi lihat siapa yang ku tumui di hutan yang mengerikan ini ?"

Seketika bayi itu berhenti menangis, dan bayi itu memasang waja kebingungan dan berusaha mencari sesuatu.

Pemuda itu kemudian mendekati jari tangan nya ke pipinya dan menusuk-nusuk bayi itu, di mana kemudian bayi itu membalas dengan berusaha meremas jari itu dengan wajah cemberut yang lucu.

Pemuda itu merasa fitur waja di bayi itu tak asing, dan juga merasa bahwa matanya juga tak asing, kemudian dia mengingat wajah sesorang yang dia anggap sebagai saudara perempuan

[Kakak perempuan, sepertinya kau telah memiliki putra, masalah apalagi yg kau perbuat sehingga kau harus memberi anakmu mata ini, dan bukan nya satu mata kau mala memberi dia sepasang mata, dalam keadaan normal aku pasti sudah membunuh nya karena dia orang luar, dan juga memburumu karena melakukan hal gila ini] melakukan hal gila ini] meski apa yang dia pikirkan tak terlihat di waja nya

Dengan nada menghina dan kesal dia memanggil sesuatu "Hai, kau @#$& sialan"

More Chapters