WebNovels

Chapter 904 - Altar Cosmic Web

Di sebuah tempat yang jauh dari gugus-gugus galaksi...

terdapat sebuah altar raksasa di dalam Cosmic Web.

Langit-langitnya bukan langit biasa.

Struktur seperti jaring laba-laba raksasa membentang tanpa akhir, dan di balik setiap lapisan jaring tersebut terdapat gugus-gugus galaksi yang berkilauan.

Galaksi-galaksi tampak seperti titik cahaya yang terperangkap di dalam jaring kosmik.

Hari itu...

suasana di altar terasa berat.

Laniakea berdiri sendirian.

Topeng emas menutupi wajahnya.

Tetapi dari sikap tubuhnya, jelas terlihat bahwa ia sedang kesal.

"Cosmic Void..."

Tangannya mengepal.

"Mereka ada di mana-mana."

Berita tentang invasi telah menyebar melalui Cosmic Web.

Berbagai gugus galaksi mengalami gangguan.

Sebagian diserang.

Sebagian lainnya kehilangan kestabilan akibat energi kehampaan.

Dan yang paling membuat Laniakea kesal bukan hanya tindakan Cosmic Void.

Melainkan seseorang yang memilih bergerak sendiri.

"Corona Borealis..."

Nama itu keluar dari mulutnya dengan nada penuh kekesalan.

Laniakea sebenarnya memahami alasan Corona Borealis bertindak.

Corona Borealis berasal dari Hercules–Corona Borealis Great Wall.

Ia bukan bagian dari wilayah yang bisa diperintah begitu saja oleh Supercluster lain.

Laniakea menyadari hal tersebut.

Sejak awal, ia percaya Corona Borealis dapat diandalkan.

Sikapnya yang selalu bergerak sendiri memang membuat masalah.

Tetapi Corona Borealis memiliki prinsipnya sendiri.

Ia menjaga kedamaian Universe dengan caranya sendiri.

Dan karena itu...

Laniakea tidak bisa begitu saja menghakiminya.

"Dia bukan bawahanku."

Laniakea menatap jaring-jaring Cosmic Web di atasnya.

"Dan aku juga tidak memiliki hak untuk memaksanya mengikuti perintahku."

Ia menarik napas.

Namun kekesalannya belum hilang.

"Setidaknya beri tahu kami sebelum bertindak."

Di sisi lain altar...

terdapat bayangan seorang pria.

Shapley berdiri dengan tombak kosmiknya.

Ia telah mendengar semuanya.

"Jadi kau ingin turun?"

Laniakea menoleh.

"Aku ingin menghentikan Cosmic Void."

Shapley diam.

Laniakea melanjutkan.

"Berapa banyak gugus galaksi lagi yang harus mereka invasi?"

"Entahlah."

Jawaban Shapley membuat Laniakea semakin kesal.

"Justru itu masalahnya."

Ia menunjuk ke arah jaring Cosmic Web.

"Cosmic Web terlalu luas. Mereka bisa muncul di mana saja."

Shapley berjalan perlahan mendekat.

"Aku tahu."

"Kalau begitu aku akan turun."

Shapley langsung menghentikan langkahnya.

"Tidak."

Laniakea menatapnya.

"Kenapa?"

"Karena kau belum tentu menyelesaikannya hanya dengan kekuatan."

Laniakea terdiam.

Shapley melanjutkan dengan tenang.

"Musuh yang kita hadapi bukan hanya satu kelompok yang berdiri di satu tempat."

Ia mengangkat tombaknya.

"Cosmic Void menyebar melalui berbagai wilayah. Jika kau turun ke satu gugus galaksi, bukan berarti ancaman lainnya akan berhenti."

Laniakea tidak menjawab.

"Dan jika mereka sengaja menarikmu keluar dari Cosmic Web..."

Shapley menatap Laniakea.

"...kita mungkin justru kehilangan salah satu penjaga utama di sini."

Laniakea menatap jauh ke dalam Cosmic Web.

Ia tahu Shapley tidak sedang meragukan kekuatannya.

Shapley sedang mengingatkan bahwa kekuatan besar tidak selalu menjadi jawaban untuk setiap masalah.

"Aku hanya tidak suka melihat mereka menghancurkan gugus-gugus galaksi."

"Aku juga."

"Corona Borealis sudah bertarung sendirian."

"Ya."

"Dan sekarang Cosmic Void semakin berani."

Shapley mengangguk.

"Itulah sebabnya kita harus berhati-hati."

Laniakea terdiam cukup lama.

Kemudian ia melihat sebuah titik cahaya jauh di dalam jaring Cosmic Web.

Salah satu gugus galaksi kembali bergetar.

"Corona Borealis..."

Laniakea mengepalkan tangan.

"Semoga kau tahu apa yang sedang kau lakukan."

Jauh di luar altar...

gelombang cahaya dan kehampaan masih bertabrakan.

Corona Borealis masih bertarung melawan Soul Void 900.

Sementara itu, Cosmic Void terus bergerak di berbagai wilayah.

Tidak ada yang tahu kapan invasi berikutnya akan terjadi.

Namun Laniakea akhirnya menyadari sesuatu.

Bukan hanya Cosmic Void yang bergerak.

Ada kekuatan lain yang sedang memasuki salah satu gugus galaksi.

Sebuah energi yang jauh lebih besar daripada armada biasa.

Laniakea menatap ke arah sumber energi itu.

"...Apa itu?"

Shapley ikut melihat.

Sebuah cahaya raksasa muncul di kejauhan.

Mereka berdua terdiam.

Cahaya itu bukan berasal dari Supercluster.

Bukan pula berasal dari Cosmic Void.

Dan bukan dari galaksi biasa.

Shapley memperhatikan bentuknya.

"Sepertinya..."

Ia berhenti.

"...ada sesuatu yang sangat besar memasuki Abell 2029."

Laniakea menatap tajam.

"Jadi akhirnya dia datang."

Shapley menoleh.

"Siapa maksudmu?"

Laniakea tidak langsung menjawab.

Di kejauhan, bayangan Ginga Stars perlahan muncul di antara jaring-jaring Cosmic Web.

"Storm Realms."

Cosmic Web kembali bergetar.

More Chapters