WebNovels

Chapter 329 - Keraguan Arabels

Zirzota School, Distrik A3906, Cyberrun Astra L 500 City.

Tampak seorang gadis cantik duduk melamun di tempat duduknya. Wajahnya menatap jendela... Seolah memikirkan seseorang.

Arabels tidak bisa untuk tidak tenang. Bukan karena masalah pelajaran hari ini, hanya memikirkan masalah ke depannya. Arabels bingung apa ini adalah keputusan terbaik baginya.

Satu tahun lagi dia lulus sekolah, atau lebih tepatnya satu kelas lagi. Arabels bermimpi menjadi seorang guru: sama seperti pacarnya atau kekasihnya.

Rem Scarster.

"Akhir-akhir ini kak Rem jarang mengajar, apa dia baik-baik saja?"

Arabels khawatir. Hatinya tidak tenang, memirkan Rem yang hilang kabar selama beberapa hari. Bahkan sangat sulit dihubungi.

Dia tidak berniat menganggunya.

"Apakah kak Rem keberatan dengan pertunangan itu? Aku merasa malu mengikuti saran ayah."

Arabels yakin jika Rem pasti pusing... Memikirkan masalah pertunangan.

Karena pertunangan itulah yang mengubah sikap Rem menjadi berubah. Sulit dihubungi, sering menyendiri, sampai jarang mengajar di sekolah.

Banyak murid-murid lain menunggunya kembali mengajar. Tapi sayangnya guru yang mereka tunggu itu seperti menghilang.

Pihak sekolah tidak berusaha mencarinya, tidak terlalu menanggapi serius masalah itu.

Lagipula memang begitu sikap Rem. Jiwa Storm yang suka menghilang dan berjalan sendiri memang sulit dia kendalikan.

Pasti dia berkeliaran di perkotaan... Mencari musuh yang sepadan. Tangannya terasa gatal jika tidak membabat musuh.

"Ada yang lagi happy nih. Ups, bentar lagi kamu punya tunangan. Jangan lupa undang aku, ya... Arabels."

Arabels menoleh kearah suara yang mengejutkan lamunannya.

"Iya, aku akan mengundangmu. Tapi ingat jangan dihabiskan semua makanan jamuannya."

Dryna Dinarys, Dryna mendecih kesal.

"Kamu kira aku ini rakus? Tapi kalau enak sih tak masalah, aku bisa menghabiskan banyak makanan mewah nanti."

"Yeee, kamu seperti hantu saja. Makan tidak kenyang-kenyang."

Tawa kedua sahabat itu pecah... Memecah keheningan.

Dryna menatap sejenak Arabels. Dia ragu, apa keputusan sahabatnya sudah tepat. Atau cuma karena rasanya saja.

"Tapi kamu serius mau bertunangan dengan pak Rem?"

Arabels menjawab cepat.

"Kenapa memangnya?"

"Tidak ada, cuma pak Rem terlihat misterius saja... Seperti asal usulnya tidak jelas darimana."

Dryna menjawab apa adanya, namun ada benarnya juga.

Arabels berfikir sejenak.

"Kak Rem bahkan sama sekali tidak menceritakan dimana dia berasal, masa lalunya, hingga keluarganya."

Sangat misterius sekali.

"Tidak masalah. Aku akan tetap mencintai kak Rem... meski hujan, badai, angin, ribut sekalipun menerjangku."

Arabels berucap mantap.

Masa lalu tidak begitu penting baginya. Terpenting baginya ialah menerima bagaimanapun keadaannya.

Setiap kekurangan pasti bisa ditutupi. Begitupun dirinya, Arabels tidak mau menanyakan masa lalu ataupun membuat pertanyaan yang membebani pikirannya.

More Chapters